Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 25 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

PHK massal 2025 mencerminkan pergeseran besar dunia kerja menuju digitalisasi dan efisiensi berbasis AI.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati31 Oktober 2025 Ekonomi
Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja
Gedung Perusahaan Nestle (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Dexview – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali mengguncang dunia bisnis internasional sepanjang 2025. Dari pusat teknologi Amerika Serikat hingga industri energi di Eropa, puluhan perusahaan besar melakukan perampingan besar-besaran demi menekan biaya operasional dan mengalihkan fokus investasi ke teknologi kecerdasan buatan (AI) serta otomatisasi.

Raksasa e-commerce Amazon memulai tahun dengan memangkas sekitar 14.000 karyawan korporat, atau 4% dari total tenaga kerjanya secara global. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi di tengah meningkatnya investasi perusahaan pada AI generatif dan layanan komputasi awan. Tak jauh berbeda, perusahaan logistik United Parcel Service (UPS) juga melakukan PHK terhadap 34.000 karyawan dan menutup 93 gedung operasional di Amerika Serikat untuk mempercepat transformasi digital.

Sementara itu, perusahaan makanan dan minuman asal Swiss, Nestlé, mengumumkan pemangkasan 16.000 posisi global dalam dua tahun mendatang. Langkah ini diambil untuk mengendalikan biaya produksi di tengah kenaikan harga bahan baku dan tarif impor baru. Di sektor mode, Adidas di Jerman turut memangkas 500 posisi di kantor pusat Herzogenaurach untuk menyederhanakan struktur organisasi yang dinilai terlalu kompleks.

“Tidak mungkin ada PHK besar-besaran di tengah ekonomi yang benar-benar kuat,” ujar Adam Sarhan, CEO 50 Park Investments, saat diwawancarai di New York pada Jumat (31/10/2025). Ia menilai, gelombang PHK global ini menunjukkan bahwa dunia usaha tengah bersiap memasuki fase efisiensi besar menuju ekonomi berbasis teknologi.

Selain di Amerika dan Eropa, gelombang serupa juga terjadi di Asia. Beberapa produsen otomotif Jepang dan perusahaan manufaktur Korea Selatan melakukan efisiensi akibat menurunnya permintaan global. Fenomena ini mempertegas pergeseran arah industri dunia, dari tenaga kerja padat karya menuju sistem yang lebih digital dan otomatis.

Meski diwarnai kabar duka bagi jutaan pekerja, laporan World Economic Forum (WEF) menyebut bahwa transformasi ini akan membuka peluang baru di sektor digital, big data, dan keamanan siber. Hingga 2030, lapangan kerja berbasis teknologi diproyeksikan meningkat dua kali lipat, menggantikan sebagian besar posisi yang kini tergerus otomatisasi.

Gelombang PHK global 2025 menjadi cermin perubahan besar dunia kerja modern. Di tengah gejolak ekonomi, perusahaan berlomba menata ulang strategi agar lebih efisien, adaptif, dan siap menghadapi masa depan ekonomi digital.

Adidas AI Dunia Kerja Amazon Nestlé PHK Global 2025 Transformasi Ekonomi Digital
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSentralisasi Berkedok Nasionalisme
Next Article Guru Dapat Tanggung Jawab Baru dalam Program MBG Nasional

Informasi lainnya

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

5 Februari 2026

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Hati-Hati Pilih Jurusan Kuliah, Ini 10 Paling Berisiko

Daily Tips Udex Mundzir

Bumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat

Opini Alfi Salamah

Berhenti Pakai Satu Handuk untuk Badan dan Wajah

Daily Tips Lisda Lisdiawati

Liburan Hemat ke Jepang untuk Pemula

Travel Alfi Salamah

Hukum Mencium Tangan dan Berdiri untuk Menghormati dalam Islam

Islami Ericka
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor