Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

PHK massal 2025 mencerminkan pergeseran besar dunia kerja menuju digitalisasi dan efisiensi berbasis AI.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati31 Oktober 2025 Ekonomi
Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja
Gedung Perusahaan Nestle (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Dexview – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali mengguncang dunia bisnis internasional sepanjang 2025. Dari pusat teknologi Amerika Serikat hingga industri energi di Eropa, puluhan perusahaan besar melakukan perampingan besar-besaran demi menekan biaya operasional dan mengalihkan fokus investasi ke teknologi kecerdasan buatan (AI) serta otomatisasi.

Raksasa e-commerce Amazon memulai tahun dengan memangkas sekitar 14.000 karyawan korporat, atau 4% dari total tenaga kerjanya secara global. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi di tengah meningkatnya investasi perusahaan pada AI generatif dan layanan komputasi awan. Tak jauh berbeda, perusahaan logistik United Parcel Service (UPS) juga melakukan PHK terhadap 34.000 karyawan dan menutup 93 gedung operasional di Amerika Serikat untuk mempercepat transformasi digital.

Sementara itu, perusahaan makanan dan minuman asal Swiss, Nestlé, mengumumkan pemangkasan 16.000 posisi global dalam dua tahun mendatang. Langkah ini diambil untuk mengendalikan biaya produksi di tengah kenaikan harga bahan baku dan tarif impor baru. Di sektor mode, Adidas di Jerman turut memangkas 500 posisi di kantor pusat Herzogenaurach untuk menyederhanakan struktur organisasi yang dinilai terlalu kompleks.

“Tidak mungkin ada PHK besar-besaran di tengah ekonomi yang benar-benar kuat,” ujar Adam Sarhan, CEO 50 Park Investments, saat diwawancarai di New York pada Jumat (31/10/2025). Ia menilai, gelombang PHK global ini menunjukkan bahwa dunia usaha tengah bersiap memasuki fase efisiensi besar menuju ekonomi berbasis teknologi.

Selain di Amerika dan Eropa, gelombang serupa juga terjadi di Asia. Beberapa produsen otomotif Jepang dan perusahaan manufaktur Korea Selatan melakukan efisiensi akibat menurunnya permintaan global. Fenomena ini mempertegas pergeseran arah industri dunia, dari tenaga kerja padat karya menuju sistem yang lebih digital dan otomatis.

Meski diwarnai kabar duka bagi jutaan pekerja, laporan World Economic Forum (WEF) menyebut bahwa transformasi ini akan membuka peluang baru di sektor digital, big data, dan keamanan siber. Hingga 2030, lapangan kerja berbasis teknologi diproyeksikan meningkat dua kali lipat, menggantikan sebagian besar posisi yang kini tergerus otomatisasi.

Gelombang PHK global 2025 menjadi cermin perubahan besar dunia kerja modern. Di tengah gejolak ekonomi, perusahaan berlomba menata ulang strategi agar lebih efisien, adaptif, dan siap menghadapi masa depan ekonomi digital.

Adidas AI Dunia Kerja Amazon Nestlé PHK Global 2025 Transformasi Ekonomi Digital
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSentralisasi Berkedok Nasionalisme
Next Article Guru Dapat Tanggung Jawab Baru dalam Program MBG Nasional

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Gen Z dan Tantangan Tanpa Ponsel

Profil Alfi Salamah

Syarikat Islam Gelar Iftar Jama’i, Perkuat Ekonomi dan Solidaritas Umat

Islami Ericka

Tips Penting bagi Jamaah Haji Baru Tiba, Perhatikan 5 Hal Ini

Islami Alfi Salamah

Gizi di Meja, Konglomerat di Pintu

Editorial Udex Mundzir

Kunci Hidup Tenang: Belajar Bertanggung Jawab pada Diri Sendiri

Happy Assyifa
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi