Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kemendag Optimistis Harga MinyaKita Stabil Sebelum Ramadan

Pemerintah terus berupaya menekan harga MinyaKita agar kembali sesuai HET menjelang Ramadan dan Lebaran.
AssyifaAssyifa21 Januari 2025 Ekonomi
Harga MinyaKita Stabil Sebelum Ramadan
Kemendag Menjamin Ketersediaan dan Harga Minyakita Tetap Stabil Menjelang Ramadan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Harga MinyaKita yang dilaporkan masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimistis harga minyak goreng subsidi ini dapat kembali stabil sebelum bulan Ramadan.

“Targetnya secepat mungkin, karena kita beberapa bulan lagi akan menghadapi puasa dan lebaran. Sebelum itu, kami berharap harga sudah kembali ke HET,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, Senin (20/1/2025).

Menurut Iqbal, salah satu penyebab lonjakan harga MinyaKita adalah distribusi oleh pengecer tidak resmi yang tidak terdaftar dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah). Banyak pengecer mendapatkan stok dari distributor dengan harga tinggi, yang kemudian dijual kembali di atas HET.

“Kami menemukan pengecer menjual di atas HET karena membeli dari pihak lain dengan harga sekitar Rp15.000 per liter. Akibatnya, mereka menjual di kisaran Rp16.400 hingga Rp16.500,” jelas Iqbal.

Kemendag telah meminta pemerintah daerah untuk mengidentifikasi pengecer tidak terdaftar di Simirah. Langkah ini bertujuan agar pengecer hanya mendapatkan pasokan dari distributor resmi yang menjual sesuai aturan, yaitu Rp14.500 per liter dari distributor tingkat dua ke pengecer.

“Pekan lalu, kami sudah mengirim surat ke pemerintah daerah dan melibatkan Satgas Pangan untuk mengawasi distribusi di pasar rakyat. Pengecer diimbau mencantumkan informasi harga sesuai HET untuk memberikan kepastian kepada konsumen,” tambahnya.

Iqbal juga memastikan stok MinyaKita aman menjelang Ramadan berkat kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Kebijakan ini mewajibkan produsen minyak sawit untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu sebelum ekspor.

“Stok tidak ada masalah. Dengan kebijakan DMO ini, produsen wajib memenuhi kebutuhan domestik sebelum melakukan ekspor,” tegasnya.

Namun, salah satu tantangan utama dalam menstabilkan harga adalah kebijakan wajib pungut yang dianggap membebani distribusi. Menteri Perdagangan Budi Santoso telah mengajukan permintaan relaksasi kebijakan wajib pungut kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Kami telah mengirimkan surat ke Kemenkeu untuk mengevaluasi kebijakan ini. Jika relaksasi dilakukan, distribusi oleh BUMN seperti Bulog dan PPI bisa lebih cepat,” kata Iqbal.

Hingga kini, rata-rata harga MinyaKita secara nasional masih berada di angka Rp17.400 per liter, jauh di atas HET. Pemerintah berharap langkah-langkah ini dapat segera menekan harga, memastikan stabilitas pasar dan ketersediaan minyak goreng murah bagi masyarakat.

Ekonomi Indonesia HET Kemendag Minyak Goreng Subsidi Minyakita
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBeasiswa Tasik Cerdas Dorong Semangat Belajar Siswa Cisayong
Next Article Kiat SDM Kawakan: Kuasai Ilmu Keberlanjutan

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Koneksi dengan Allah Harus Lebih Kuat

Islami Assyifa

Rahasia Batu Kerikil Jamaah Haji Setelah Lempar Jumrah

Islami Alfi Salamah

Menggali Kearifan Ramadan, Meningkatkan Akhlak dan Kepedulian

Islami Alfi Salamah

Kenali Self-Love Language Kamu, Biar Lebih Sayang Diri Sendiri

Daily Tips Alfi Salamah

Persaingan Global dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

Techno Ericka
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi