Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kericuhan Job Fair Bekasi, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem Bursa Kerja

Pengamat dan publik desak perbaikan menyeluruh terhadap sistem job fair setelah insiden chaos dalam acara bursa kerja di Cikarang.
ErickaEricka30 Mei 2025 Ekonomi
job fair yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi
Job fair yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bekasi – Kericuhan dalam penyelenggaraan job fair yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi pada Selasa (27/5/2025) menyoroti perlunya reformasi mendesak dalam sistem bursa kerja nasional. Acara yang dilangsungkan di salah satu kampus di Cikarang itu dipadati ribuan pencari kerja hingga menimbulkan kekacauan yang terekam dan tersebar luas di media sosial.

Ekonom dan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyebut mekanisme job fair konvensional sudah tidak relevan di era digital saat ini. Ia mengusulkan agar pemerintah mengalihkan fokus ke model daring dan berbasis data pencari kerja yang lebih akurat.

“Job fair tidak harus selalu berbentuk fisik orang melamar kerja, berduyun-duyun begitu. Itu kuno sekali,” tegas Bhima.

Menurutnya, pendekatan berbasis data, seperti mengidentifikasi lulusan baru atau korban PHK dari BPJS Ketenagakerjaan, dapat dimanfaatkan untuk mencocokkan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja. Ia mencontohkan praktik di Tiongkok yang berhasil mengelola jumlah pencari kerja besar tanpa menciptakan kepadatan melalui platform digital.

Masalah utamanya, menurut Bhima, bukan hanya teknis pelaksanaan job fair, tetapi ketiadaan lapangan kerja yang memadai. Ia menilai kegagalan menciptakan pekerjaan menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dalam memberikan fasilitas pencari kerja yang layak dan berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berjanji akan mengevaluasi penyelenggaraan bursa kerja dan memperbaiki tata kelola pelaksanaannya. Ia menyebut pentingnya memetakan potensi risiko dan mengapresiasi semangat daerah dalam menyelenggarakan job fair.

“Kami akan perbaiki. Tapi juga harus apresiasi semangat menjalankan job fair di berbagai provinsi,” kata Yassierli dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Kericuhan di Bekasi menjadi alarm serius bagi pemerintah agar segera merancang sistem pencarian kerja yang efisien, aman, dan sesuai perkembangan zaman. Kebutuhan terhadap platform daring, integrasi data tenaga kerja, dan penyediaan informasi lowongan yang akurat semakin mendesak di tengah angka pengangguran yang terus meningkat.

Bursa Kerja 2025 Job Fair Bekasi Kemnaker Pengangguran Indonesia Subsidi Upah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article17 Juta Pekerja Bergaji Rendah Dapat BSU Rp150 Ribu Juni Ini
Next Article Celios Minta BPS Gunakan Metode Baru Ukur Kemiskinan

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Waspadai, Purbaya Anak Buah Luhut

Editorial Udex Mundzir

Alibi Efisiensi, Pilkada Tetap Harus Langsung

Editorial Udex Mundzir

Bersihkan Warisan Kabinet Jokowi

Editorial Udex Mundzir

Etika Menemukan Barang di Jalan

Islami Ericka

6 Karakter Muslimah High Value Masa Kini

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi