Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Krisis Sritex: 3.500 Buruh Dirumahkan Tanpa Gaji

Sritex menghadapi tekanan berat, bahan baku menipis dan ancaman pailit kian nyata.
AssyifaAssyifa24 Desember 2024 Ekonomi
Sekitar 3.500 karyawan Sritex terpaksa dirumahkan akibat krisis pasokan bahan baku.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Situasi di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) semakin genting. Menipisnya bahan baku produksi membuat 3.000 hingga 3.500 buruh dirumahkan tanpa gaji. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas krisis keuangan perusahaan yang ditetapkan berstatus pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang, keputusan yang dikuatkan Mahkamah Agung (MA).

Koordinator Serikat Pekerja Sritex Group, Slamet Kaswanto, menyebut bahan baku yang ada saat ini hanya akan cukup untuk bertahan satu bulan ke depan.

“Bahan baku mulai menipis, bertahan kurang lebih sebulan. Jika habis, buruh tidak ada pekerjaan,” ujar Slamet sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia, Selasa (24/12/2024).

Ia juga menyayangkan minimnya langkah konkret dari pemerintah.

“Sejauh ini, bantuan dari pemerintah belum ada. Hanya Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang datang memastikan tidak ada PHK, tapi jika bahan baku habis, dampaknya tak terelakkan,” tambahnya.

Serikat pekerja Sritex merencanakan aksi damai di Istana Negara dan Mahkamah Agung untuk mendesak perhatian atas nasib ribuan buruh. Aksi ini bertujuan memprotes lambannya upaya pemerintah dan keputusan hukum yang membawa perusahaan ke jurang kehancuran.

Selain itu, Slamet menyoroti bahwa pekerja yang masih aktif mendapatkan gaji, namun mereka yang dirumahkan tidak menerima upah sama sekali.

“Yang masih bekerja digaji, sedangkan yang dirumahkan tidak digaji,” tegas Slamet.

Meski Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, sudah mengunjungi lokasi untuk memastikan tidak terjadi PHK massal, Slamet menilai hal tersebut tidak cukup. Ia meminta pemerintah turun tangan lebih serius untuk menyelamatkan perusahaan dan ribuan pekerjanya.

“Kami berharap ada langkah penyelamatan nyata, termasuk suplai bahan baku atau keringanan operasional, agar roda produksi tetap berjalan,” kata Slamet.

Krisis yang menimpa Sritex ini menjadi sinyal bahwa industri tekstil nasional membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam menghadapi persaingan global dan tekanan ekonomi pasca-pandemi.

Buruh Dirumahkan Industri Tekstil Krisis Ekonomi Sritex Sritex Pailit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHasto Tersangka, Pengaruh Pimpinan KPK Baru?
Next Article Nasib Honorer Tidak Lolos PPPK: Pekerja Paruh Waktu Jadi Solusi

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Urban Farming: Mandiri di Kota

18 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Nikmati Liburan Tanpa Sakit dengan Gaya CERIA

Travel Ericka

Menebus Dosa Ghibah Menurut Islam

Islami Ericka

Hindari Jebakan Kehidupan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Satpam BCA: Garda Depan Pelayanan Perbankan

Bisnis Assyifa

Surat Fatir, Munculnya Uban sebagai Pemberi Peringatan

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.