Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 8 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kurikulum Cinta, Upaya Mencegah Generasi Muda dari Kebencian

Ajarkan cinta sejak dini, dan kebencian tak akan mudah tumbuh di hati anak-anak bangsa.
Udex MundzirUdex Mundzir4 Februari 2025 Nasional
Menteri Agama Nasaruddin Umar kenalkan konsep “Kurikulum Cinta”
Menteri Agama Nasaruddin Umar kenalkan konsep “Kurikulum Cinta” (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar memperkenalkan konsep “Kurikulum Cinta” dalam Sarasehan Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jakarta pada Selasa (04/02/2025). Konsep ini bertujuan membangun generasi yang tidak hanya memahami keberagaman, tetapi juga mencintai perbedaan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.

“Kami ingin menciptakan anak-anak bangsa yang tidak dicekoki dengan kebencian, tetapi dengan cinta yang dapat menyatukan perbedaan,” ujar Menag.

Menurutnya, pendidikan agama harus mengajarkan kasih sayang, bukan permusuhan.

“Setiap guru agama harus mengajarkan agama dengan cinta. Kita tidak perlu menyatukan agama, tetapi yang penting adalah mengajarkan kebenaran agama masing-masing tanpa menanamkan kebencian kepada yang berbeda,” tegasnya.

Baca Juga:
  • Menag: Santri Harus Bangga, Bukan Kelompok “The Second Population”
  • Gubernur Pramono Larang Operasi Yustisi Usai Mudik Lebaran
  • Evaluasi Program MBG, Bahas Keluhan Pedagang Kantin
  • Gairahkan Petugas Haji: Kompetensi Kunci untuk Kesuksesan

Menag menilai bahwa toleransi sejati adalah kunci untuk menghindari provokasi dan menciptakan kedamaian di masyarakat.

“Jika kita menciptakan ikatan cinta sejak dini, maka akan lebih sulit bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa ini untuk mempengaruhi anak-anak kita,” pungkasnya.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf yang turut hadir dalam acara ini menegaskan pentingnya peran ulama dalam memahami visi pemerintahan.

“Posisi Nahdlatul Ulama adalah menyediakan diri untuk berkontribusi dalam upaya menjadikan visi ini sungguh-sungguh mencapai hasil yang diinginkan,” ujar Gus Yahya.

Artikel Terkait:
  • Bus Pariwisata Terperosok di Guci: Isu Anak Menarik Tuas Rem?
  • Susi Desak Presiden Pecat Hasan Nasbi Terkait Teror Kepala Babi
  • Terjebak di Gedung Terra Drone, 22 Orang Kehilangan Nyawa
  • KRL Merak Dibatasi hingga Cilegon Saat Mudik Lebaran

Ia menambahkan bahwa pengurus NU harus memahami visi pemerintahan agar dapat berkontribusi secara maksimal bagi bangsa.

“Para pengampu Nahdlatul Ulama, para ulamanya, para pengurusnya, perlu memahami visi ini dengan lebih baik, sehingga bisa mengerti apa yang dapat dilakukan oleh Nahdlatul Ulama untuk bangsa,” tuturnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, serta sejumlah tokoh agama dan akademisi. Dengan Kurikulum Cinta, Menag berharap pendidikan agama di Indonesia semakin memperkuat persatuan dan menjauhkan generasi muda dari paham intoleran.

Jangan Lewatkan:
  • Upah Minimum Sektoral 2025 Jakarta Resmi Ditetapkan
  • Sulap Aula Pendopo Wabup Menjadi Penginapan Eksklusif Kukarland Festival 2023
  • BMKG Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem, Minta Respons Cepat Peringatan Dini
  • Aturan Baru Batasi Medsos Anak Mulai Berlaku
Kemenag RI Kurikulum Cinta Moderasi Beragama Nahdlatul Ulama Toleransi Agama
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBeasiswa Kemenkeu Dibatalkan, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas
Next Article Ketika Kebijakan Membakar Dapur Rakyat

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026

Dandhy Laksono Soroti Dugaan Pembajakan Film

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Asal-Usul Tradisi Memberi Takjil di Bulan Ramadan

Islami Ericka

MPW PP Kaltim Gelar Nuzulul Quran, Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Peduli Sesama

Islami Dexpert Corp

Logika Nol yang Menyesatkan

Editorial Udex Mundzir

Regulasi Pers Tanpa Arah

Editorial Udex Mundzir

Guru ASN di Sekolah Swasta

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi