Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 28 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kurikulum Cinta, Upaya Mencegah Generasi Muda dari Kebencian

Ajarkan cinta sejak dini, dan kebencian tak akan mudah tumbuh di hati anak-anak bangsa.
Udex MundzirUdex Mundzir4 Februari 2025 Nasional
Menteri Agama Nasaruddin Umar kenalkan konsep “Kurikulum Cinta”
Menteri Agama Nasaruddin Umar kenalkan konsep “Kurikulum Cinta” (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar memperkenalkan konsep “Kurikulum Cinta” dalam Sarasehan Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jakarta pada Selasa (04/02/2025). Konsep ini bertujuan membangun generasi yang tidak hanya memahami keberagaman, tetapi juga mencintai perbedaan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.

“Kami ingin menciptakan anak-anak bangsa yang tidak dicekoki dengan kebencian, tetapi dengan cinta yang dapat menyatukan perbedaan,” ujar Menag.

Menurutnya, pendidikan agama harus mengajarkan kasih sayang, bukan permusuhan.

“Setiap guru agama harus mengajarkan agama dengan cinta. Kita tidak perlu menyatukan agama, tetapi yang penting adalah mengajarkan kebenaran agama masing-masing tanpa menanamkan kebencian kepada yang berbeda,” tegasnya.

Baca Juga:
  • Pemerintah Siapkan Rp 48,8 Triliun untuk Lanjutkan Pembangunan IKN
  • Kunker Komite III DPD RI Soroti PPDB di Kalimantan Timur
  • KH Miftachul Akhyar Desak Gus Yahya Mundur dari PBNU
  • Program MBG Didesak Profesional, BGN Diminta Berbenah

Menag menilai bahwa toleransi sejati adalah kunci untuk menghindari provokasi dan menciptakan kedamaian di masyarakat.

“Jika kita menciptakan ikatan cinta sejak dini, maka akan lebih sulit bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa ini untuk mempengaruhi anak-anak kita,” pungkasnya.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf yang turut hadir dalam acara ini menegaskan pentingnya peran ulama dalam memahami visi pemerintahan.

“Posisi Nahdlatul Ulama adalah menyediakan diri untuk berkontribusi dalam upaya menjadikan visi ini sungguh-sungguh mencapai hasil yang diinginkan,” ujar Gus Yahya.

Artikel Terkait:
  • Kuota Calon Jamaah Haji Batam Bertambah 27 Slot
  • Pimpinan DPR Sidak dan Sosialisasi Sub Pangkalan Gas Melon di Jakarta Barat
  • Tasreh Masuk Raudhah Tanpa Batasan Usia bagi 23 Kloter
  • WNA Nigeria Tusuk 2 Nenek Di Jakut Terancam 5 Tahun Bui

Ia menambahkan bahwa pengurus NU harus memahami visi pemerintahan agar dapat berkontribusi secara maksimal bagi bangsa.

“Para pengampu Nahdlatul Ulama, para ulamanya, para pengurusnya, perlu memahami visi ini dengan lebih baik, sehingga bisa mengerti apa yang dapat dilakukan oleh Nahdlatul Ulama untuk bangsa,” tuturnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, serta sejumlah tokoh agama dan akademisi. Dengan Kurikulum Cinta, Menag berharap pendidikan agama di Indonesia semakin memperkuat persatuan dan menjauhkan generasi muda dari paham intoleran.

Jangan Lewatkan:
  • Mensos Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Pengaruhi Dana Bansos
  • Prabowo Rancang Perkampungan Indonesia Dekat Masjidil Haram
  • Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat
  • Suzuki Indonesia: Strategi Lingkungan Ramah dan Berkelanjutan
Kemenag RI Kurikulum Cinta Moderasi Beragama Nahdlatul Ulama Toleransi Agama
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBeasiswa Kemenkeu Dibatalkan, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas
Next Article Ketika Kebijakan Membakar Dapur Rakyat

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

Profil Alfi Salamah

Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan

Editorial Udex Mundzir

Bendera Fiksi, Ketakutan Nyata

Editorial Udex Mundzir

XL dan Smartfren Merger, Bagaimana ‘Nasib’ Pelanggan?

Techno Silva

Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi