Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PPDB Resmi Ganti Nama Jadi SPMB, Jalur Prioritas untuk Pengurus OSIS dan Pramuka

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kini berubah menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan kebijakan baru, termasuk jalur kepemimpinan bagi pengurus OSIS dan Pramuka.
AssyifaAssyifa30 Januari 2025 Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Kamis (30/1/2025). (.kum)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) resmi mengganti nama sistem penerimaan siswa dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Tidak hanya perubahan nama, beberapa kebijakan baru juga diperkenalkan dalam sistem ini, termasuk penyesuaian jalur prestasi non-akademik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa SPMB kini membuka kesempatan lebih luas bagi siswa yang aktif dalam organisasi sekolah untuk mendaftar melalui jalur kepemimpinan. Sebelumnya, jalur prestasi non-akademik hanya mencakup olahraga dan seni, tetapi kini juga mencakup siswa yang menjadi pengurus OSIS, Pramuka, dan organisasi lainnya.

“Jadi, prestasi itu ada akademik dan non-akademik. Non-akademik sebelumnya hanya ada dua, yaitu olahraga dan seni. Sekarang ditambah lagi dengan jalur kepemimpinan, jadi mereka yang aktif sebagai pengurus OSIS, Pramuka, atau organisasi lainnya bisa dipertimbangkan melalui jalur prestasi ini,” ujar Abdul Mu’ti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Selain jalur kepemimpinan, jalur prestasi akademik juga diperuntukkan bagi calon murid yang memiliki prestasi dalam bidang sains, teknologi, riset, dan inovasi. Syaratnya, siswa harus memenangkan kompetisi minimal di tingkat kabupaten atau kota.

Selain jalur prestasi, SPMB juga tetap mempertahankan tiga jalur penerimaan lainnya, yaitu afirmasi, mutasi, dan domisili.

Baca Juga:
  • Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan
  • Wacana Libur Sekolah Sebulan Selama Ramadan Dibahas Kembali
  • Prabowo Targetkan 330 Ribu Smart TV untuk Sekolah
  • Buka Kuliah Subuh, Ternyata Begini Cara Santri Tasikmalaya Rebut Hati Generasi Alpha

Jalur afirmasi dikhususkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Pemerintah bahkan menambah kuota afirmasi untuk kedua kelompok ini guna memberikan kesempatan lebih luas bagi mereka.

“Jalur afirmasi persentasenya kita tambah, tetap diperuntukkan bagi penyandang disabilitas dan murid dari keluarga kurang mampu,” jelas Mu’ti.

Jalur mutasi diperuntukkan bagi anak-anak yang orang tuanya mengalami perpindahan tugas kerja, termasuk anak guru yang ingin bersekolah di tempat orang tuanya mengajar.

“Jalur mutasi itu diberikan karena tugas orang tua, termasuk kuota untuk para guru yang mengajar di sekolah tertentu,” tambahnya.

Artikel Terkait:
  • Prestasi Siswa Meningkat Pesat, Ekskul Pramuka Jadi Kunci
  • Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di 63 Titik Mulai Juli 2025
  • Pemetaan Masalah: Kemendikbud Ungkap 52 Kampus di Jabar
  • Guru ASN Diizinkan Mengajar di Sekolah Swasta Mulai 2025

Untuk jalur domisili, terjadi perubahan signifikan dalam komposisi kuota penerimaan di jenjang pendidikan SMP dan SMA. Kuota domisili untuk SMP yang sebelumnya 50 persen kini dikurangi menjadi 40 persen, sementara untuk SMA dikurangi dari 50 persen menjadi 30 persen. Sedangkan untuk SD, kuota domisili tetap sebesar 70 persen seperti pada sistem PPDB sebelumnya.

Perubahan kebijakan dalam SPMB ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak mengapresiasi adanya jalur kepemimpinan sebagai bentuk penghargaan terhadap siswa yang aktif berorganisasi. Namun, ada juga yang mempertanyakan efektivitas kebijakan ini dalam menjamin penerimaan siswa secara adil dan transparan.

Beberapa pihak juga menyoroti jalur domisili yang masih memiliki potensi penyalahgunaan, terutama dalam sistem zonasi. Ketua Komisi X DPR RI sebelumnya telah menegaskan bahwa sistem SPMB harus diawasi dengan ketat agar tidak hanya sekadar perubahan nama tanpa perbaikan signifikan dalam pelaksanaannya.

Jangan Lewatkan:
  • Pramuka Tak Lekang Usia 93 Peserta KMD Lulus Memuaskan
  • “Akhirnya Paham Cara Menemukan Celah Kebaruan Riset.”
  • SMPN 1 Cisayong Gelar Workshop PBD untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
  • Wisuda XVI Politeknik Triguna Tasikmalaya Kukuhkan 87 Lulusan, 3 Cumlaude

Dengan berbagai perubahan ini, pemerintah berharap SPMB dapat memberikan kesempatan lebih adil bagi calon murid dengan mempertimbangkan berbagai aspek prestasi, kebutuhan khusus, dan kondisi sosial ekonomi mereka.

Jalur Kepemimpinan OSIS Pendidikan PPDB Pramuka SPMB
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSalwan Momika, Pembakar Al-Qur’an, Tewas Ditembak di Swedia
Next Article Mensos Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Pengaruhi Dana Bansos

Informasi lainnya

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

22 Oktober 2026

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

14 September 2026

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

3 September 2026

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

26 Agustus 2026

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Pegeseran Makna Staycation dan Arti Sebenarnya

Happy Alfi Salamah

Negeri Pungli dan Pajak Tinggi

Editorial Udex Mundzir

SPMB: Reformasi atau Sekadar Rebranding?

Editorial Udex Mundzir

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

Islami Lisda Lisdiawati

Etika Menemukan Barang di Jalan

Islami Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi