Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo Dinilai Berhasil Main Halus, PDIP Tak Jadi Oposisi

Sikap PDIP yang tidak jadi oposisi dianggap kemenangan politik cerdas Prabowo Subianto dalam merangkul kekuatan nasional.
ErickaEricka3 Agustus 2025 Politik
Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto dinilai berhasil memainkan strategi politik yang cermat dalam membangun kekuatan pemerintahannya. Sikap PDI Perjuangan yang memilih tidak berada dalam barisan oposisi maupun koalisi, dipandang sebagai langkah kompromi yang menguntungkan Prabowo dalam jangka panjang.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menyebut keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjadi penyeimbang konstitusional merupakan respon atas amnesti yang diberikan Prabowo kepada Hasto Kristiyanto. Namun ia menilai, hubungan erat Prabowo dengan mantan Presiden Joko Widodo masih menjadi kendala bagi PDIP untuk masuk penuh ke koalisi.

“Relasi Megawati dan Prabowo cukup rumit, bukan karena mereka tidak bisa bersama, tapi karena ada pihak lain yang menentang, yaitu Jokowi. Maka PDIP tetap di luar, namun mendukung kebijakan Prabowo, apalagi Puan Maharani ada di pimpinan DPR,” ujar Dedi, Minggu (3/8/2025).

Ia menduga tekanan terhadap posisi Hasto Kristiyanto di internal partai dan pelantikan struktur DPP tanpa dirinya merupakan bagian dari kompromi politik yang lebih besar.

“Megawati tidak direstui masuk kabinet, sementara Hasto juga ditekan agar tak masuk struktur PDIP. Tapi secara politik, Prabowo menang karena berhasil merangkul Megawati dan tetap menjaga hubungan baik dengan Jokowi,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, dalam pidato politiknya pada penutupan Kongres ke-6 PDIP di Bali, Megawati menegaskan bahwa partainya tidak akan menjadi oposisi atau koalisi pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Peran kita adalah memastikan bahwa pembangunan nasional tetap pada rel konstitusi,” kata Megawati, Sabtu (2/8/2025).

Ia menegaskan bahwa PDIP akan tetap kritis namun konstruktif, serta mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat. Dalam sistem presidensial Indonesia, menurutnya, tidak ada oposisi maupun koalisi sebagaimana di sistem parlementer.

Sementara itu, Presiden Jokowi juga memberikan respon positif terkait amnesti Hasto. Ia menegaskan bahwa semua kebijakan Prabowo tentu dilandasi pertimbangan matang, baik hukum, sosial, maupun politik.

“Presiden pasti memiliki pertimbangan-pertimbangan. Saya kira semuanya sudah diperhitungkan,” ujar Jokowi dalam keterangannya di Solo, Jumat (1/8/2025).

Kondisi politik ini menggambarkan konfigurasi kekuasaan yang fleksibel, namun stabil di bawah kendali Prabowo, yang berhasil membangun koalisi luas tanpa harus mengorbankan hubungan politik dengan aktor-aktor besar seperti Megawati dan Jokowi.

Amnesti Hasto Jokowi Megawati Soekarnoputri PDIP 2025 Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePDIP Pilih Jadi Penyeimbang, Tolak Oposisi Maupun Koalisi
Next Article Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Informasi lainnya

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026

Bupati Aceh Utara Pertanyakan Absennya Presiden Saat Banjir

30 Desember 2025

Prabowo Nilai Anggaran Pemulihan Sumatera Realistis dan Terukur

8 Desember 2025

MPR Soroti Bencana Sumatera sebagai Sinyal Kuat Krisis Iklim Nasional

30 November 2025

Warga Beralih ke Damkar, Wakapolri Akui Layanan Polisi Lamban

18 November 2025
Paling Sering Dibaca

Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing

Opini Udex Mundzir

Rp10 Ribu, Antara Anggaran dan Harapan

Opini Alfi Salamah

Menjaga Batasan: Hakmu untuk Hidup Lebih Bahagia

Happy Silva

Misteri Tempat Pancung Dekat Masjid Jaffali di Jeddah

Islami Alfi Salamah

10 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Pepaya

Food Assyifa
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.