Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Timwas Minta Kemenag Siapkan Skenario Darurat Armuzna

Langkah ini diperlukan untuk antisipasi kepadatan dan gangguan pergerakan jemaah saat puncak haji.
Udex MundzirUdex Mundzir3 Juni 2025 Info Haji
Skenario Darurat Kemenag Armuzna 2025
Ilustrasi Skenario Darurat Kemenag Armuzna 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Tim Pengawas Haji (Timwas Haji) DPR RI meminta Kementerian Agama (Kemenag) segera menyusun rencana darurat untuk mengantisipasi potensi kepadatan dan gangguan pergerakan jemaah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selama puncak pelaksanaan ibadah haji tahun 2025. Permintaan ini disampaikan menyusul kekhawatiran terhadap efektivitas skema pergerakan yang telah disiapkan.

Anggota Timwas, Marwan Dasopang, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada paparan rinci dari Kemenag mengenai langkah kontinjensi jika terjadi situasi tak terduga seperti larangan berangkat atau intervensi keamanan dari otoritas Arab Saudi.

“Kami belum mendengar rencana penanganan darurat jika pergerakan jemaah dari hotel tidak sesuai skenario. Kami ingin segera dibuatkan langkah kedaruratan, dan kami tunggu dalam dua hari ini,” ujar Marwan.

Kemenag sebelumnya telah menyusun tiga skema pergerakan jemaah pada puncak haji: reguler (taraddudi), murur, dan tanazul. Skema murur memungkinkan jemaah melintas Muzdalifah tanpa turun dari bus dan langsung menuju Mina, diperuntukkan bagi sekitar 60.000 jemaah lanjut usia dan disabilitas. Sedangkan skema tanazul memungkinkan sekitar 38.000 jemaah kembali ke hotel setelah melontar jumrah pada 10 Zulhijah tanpa menginap di Mina.

Marwan menekankan perlunya antisipasi jika ada hambatan seperti kemacetan atau pelarangan melontar jumrah. Ia mendukung konsep murur dan tanazul, namun mengingatkan perlunya rencana alternatif jika skenario itu tidak berjalan mulus.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, menyebut pihaknya telah menyusun strategi operasional termasuk pengelompokan jemaah berdasarkan syarikah dan markas, serta pembentukan kafilah ad-hoc untuk memastikan kelancaran pergerakan.

Hilman juga menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk war room atau ruang kendali bersama yang melibatkan PPIH, penyedia layanan, dan mitra lainnya guna memantau dinamika lapangan secara real-time.

Menanggapi hal ini, Marwan juga menyoroti pentingnya komunikasi diplomatik yang intensif dengan otoritas Arab Saudi untuk kelancaran pelaksanaan skenario. Ia mengusulkan penempatan satelit pelayanan kesehatan di setiap pusat daerah kerja haji (Daker) untuk menjamin kesiapsiagaan layanan medis bagi jemaah.

“Langkah-langkah kedaruratan harus segera disiapkan, apalagi kita tidak yakin dalam dua hari ini bisa meyakinkan pihak Saudi terkait fleksibilitas skenario,” tandasnya.

Armuzna Haji 2025 Kemenag Skenario Murur dan Tanazul Timwas DPR
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenkes Hadiri Sidang MK Bahas Uji Materi UU Kesehatan 2023
Next Article Menteri P2MI Dorong Warga Manfaatkan 1,7 Juta Lowongan di Luar Negeri

Informasi lainnya

Ancaman Perang Bayangi Haji 2026, Tiga Skenario Disiapkan

13 Maret 2026

Kemenag Salurkan BOS Madrasah Rp4,5 Triliun Tahap Awal

9 Maret 2026

Kemenag: Elongasi Hilal Belum Cukup, Lebaran Bisa Beda

9 Maret 2026

Kemenag Rilis Panduan Takbiran di Bali Saat Nyepi

9 Maret 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

5 Februari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Narasi Globalis dan Politik Ketakutan

Editorial Udex Mundzir

Ilmu dan Inovasi dalam Peradaban

Islami Lina Marlina

Self Healing, Tren atau Pelarian?

Happy Alfi Salamah

Nasaruddin Umar di Puncak Kepuasan Publik

Editorial Udex Mundzir

B.J. Habibie: Arsitek Kebebasan Pers Indonesia

Profil Ericka
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi