Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 25 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Transisi Ekonomi Global Tertahan Perlambatan Dunia

Menteri Keuangan soroti risiko pelemahan investasi hijau dan ketergantungan pada energi fosil di tengah krisis global.
ErickaEricka13 Mei 2025 Ekonomi
Sri Mulyani Transisi Ekonomi dan Krisis Global 2025
Ilustrasi Transisi Ekonomi dan Krisis Global 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa proses transisi ekonomi Indonesia tidak bisa berjalan optimal akibat dampak perlambatan ekonomi global.

Dalam pertemuan dengan UK Special Representative for Climate, Rachel Kyte, ia menyebut bahwa kondisi ketidakpastian dunia saat ini sangat mempengaruhi kelangsungan investasi dalam sektor transisi energi.

“Kami bicara soal climate action, utamanya transisi energi, yang semakin kompleks diimplementasikan di tengah dinamika global saat ini,” ujar Sri Mulyani dalam unggahan Instagram-nya, Selasa (13/5/2025).

Ia mengungkapkan bahwa gangguan rantai pasok global, tekanan geopolitik, serta ketegangan perdagangan internasional membuat banyak negara kehilangan momentum dalam mendorong energi hijau. Hal ini berpotensi memperpanjang penggunaan energi fosil, terutama batu bara, yang pada akhirnya menghambat upaya mitigasi perubahan iklim.

“Jika negara kehilangan investasi terhadap green energy karena kondisi ekonomi yang lemah, artinya proses transisi energi juga akan melambat dan penggunaan energi tak terbarukan seperti batu bara akan semakin panjang,” jelasnya.

Sri Mulyani menekankan bahwa hambatan transisi ini merupakan isu substansial yang tidak bisa dibiarkan. Ia menilai perlu adanya langkah kolektif dan percepatan kebijakan, termasuk dari negara-negara mitra pembangunan, untuk menjawab tantangan tersebut secara konkret.

Ia juga menyebut pentingnya kolaborasi internasional seperti yang dilakukan bersama perwakilan Inggris melalui @ukinindonesia dalam memperkuat fondasi kebijakan transisi ekonomi berbasis keberlanjutan.

Senada dengan hal itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya dalam forum The Yudhoyono Institute Lecture Series di Yogyakarta menyampaikan keprihatinannya terhadap kompleksitas krisis global. Ia menilai dunia tengah berada di titik kritis yang memerlukan kerja sama lintas negara untuk menjawab tantangan masa depan.

“Geopolitik memanas, peperangan berlanjut, dan krisis lingkungan nyata di depan mata. Dunia tidak boleh lengah. Kita butuh aksi nyata yang dilakukan bersama, tidak bisa sendiri-sendiri,” ujar SBY.

Baik Sri Mulyani maupun SBY sepakat bahwa krisis iklim dan transisi energi membutuhkan strategi bersama yang berkelanjutan agar tidak tergerus oleh dinamika ekonomi dan politik jangka pendek.

Ekonomi Global Energi terbarukan Perubahan Iklim Sri Mulyani Transisi Ekonomi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTrump Dikabarkan Akan Terima Jet Mewah dari Qatar
Next Article Pemprov Kaltim Genjot Perluasan Jamsostek bagi Pekerja Rentan

Informasi lainnya

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

5 Februari 2026

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Eka Cahya Prima Jadi Profesor Fisika Termuda di UPI

14 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Rp8.100 per Dolar: Berkah atau Bencana?

Opini Udex Mundzir

Pegeseran Makna Staycation dan Arti Sebenarnya

Happy Alfi Salamah

Pepaya Callina: Manis, Padat, dan Bukan dari California

Food Assyifa

Wartawan Gadungan, Luka di Wajah Jurnalisme

Editorial Udex Mundzir

Kopi Tuku Branding MRT Cipete

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor