Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Wakil Ketua DPR Nilai Aksi ‘Indonesia Gelap’ Bagian Demokrasi

Suara rakyat adalah denyut nadi demokrasi yang harus didengar, bukan dibungkam.
SilvaSilva18 Februari 2025 Nasional
Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, menilai aksi "Indonesia Gelap"
Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, menilai aksi "Indonesia Gelap" (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gelombang aksi mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil bertajuk “Indonesia Gelap” dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan publik. Aksi ini muncul sebagai bentuk kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak pada masyarakat.

Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, menilai bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin dalam sistem demokrasi di Indonesia.

“Ya kan sah-sah saja, itu kan aspirasi. Dulu, waktu kami masih kuliah juga begitu. Menyampaikan aspirasi dengan berbagai cara kreatif,” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (18/02/2025).

Ia menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak mahasiswa dan menjadi salah satu ciri khas dalam menyuarakan pendapat kepada pemerintah.

“Itu cara-cara berdemokrasi yang baik, menyalurkan aspirasi melalui demo-demo seperti itu memang ciri khas mahasiswa,” tambahnya.

Aksi “Indonesia Gelap” digelar selama dua hari, mulai Senin (17/02/2025) hingga Selasa (18/02/2025). Demonstrasi ini berlangsung di berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Papua, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang dirasa memburuk.

Di Jakarta, massa aksi berkumpul di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat. Untuk mengantisipasi kemungkinan gesekan, aparat kepolisian menerjunkan 1.623 personel untuk menjaga keamanan. Jalan Medan Merdeka Barat juga ditutup menggunakan beton pembatas, sementara arus lalu lintas dialihkan.

Aksi ini turut mendapat perhatian luas di media sosial. Tagar #IndonesiaGelap sempat menjadi trending topic di platform X, dengan ribuan warganet menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil.

Sementara itu, di Wamena, Papua, aksi protes dilakukan oleh para pelajar dan masyarakat. Mereka menolak program makan siang gratis yang dinilai kurang relevan dengan kondisi pendidikan di daerah tersebut. Demonstrasi ini berujung ricuh setelah aparat kepolisian membubarkan massa.

Sejumlah peserta aksi di Papua juga menuntut pendidikan gratis dan mendesak pemerintah untuk menarik pasukan militer dari wilayah mereka.

Adies berharap agar pemerintah tetap membuka ruang dialog dengan masyarakat, terutama kalangan mahasiswa, agar aspirasi mereka dapat tersampaikan dengan baik.

Ia menambahkan bahwa kritik yang disampaikan dengan damai justru menjadi bukti bahwa demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik.

Demokrasi sejati memang memberi ruang bagi rakyat untuk menyuarakan pendapatnya. Aksi “Indonesia Gelap” menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan ketertiban harus terus dijaga, demi menjaga stabilitas bangsa.

Aksi Indonesia Gelap Demonstrasi Mahasiswa Kebebasan Berpendapat Kritik Pemerintah Wakil Ketua DPR
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIstana Bantah Isu Pemotongan Beasiswa dalam Aksi ‘Indonesia Gelap’
Next Article Mensesneg Tanggapi Aksi ‘Indonesia Gelap’ yang Viral

Informasi lainnya

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Profil Ericka

Menikmati Kuliner Autentik Khas Turki, Dari Kudapan Manis hingga Minuman Tradisional

Food Alfi Salamah

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Travel Alfi Salamah

Tips Anti Baper Saat Lihat Pasangan Halal Muda

Daily Tips Alfi Salamah

Celah Curang Layanan Rumah Sakit

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.