Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 15 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dukung Guru Penggerak, Samarinda Wujudkan Pendidikan Berkarakter Pancasila

Samarinda saat ini telah memiliki 77 orang guru penggerak dan 108 calon guru penggerak, sehingga totalnya ada 185 orang guru
Adit MusthofaAdit Musthofa25 Juli 2023 Daerah
sosialisasi program guru penggerak di samarinda kaltim
Kegiatan Sosialisasi Program Guru Penggerak untuk Mewujudkan Pelajar Pancasila di Samarinda, Kalimantan Timur. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda, di Provinsi Kalimantan Timur, memberikan dukungan untuk program pendidikan kepemimpinan kepada para guru, dengan tujuan agar mereka menjadi penggerak dalam mewujudkan siswa yang berkompeten secara global dan memiliki perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pemerintah mencetuskan pendidikan karakter untuk menguatkan karakter anak bangsa,” tutur Wali Kota Samarinda, Andi Harun pada kegiatan Sosialisasi Program Guru Penggerak untuk Mewujudkan Pelajar Pancasila di Samarinda, Selasa (25/7/2023).

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan para guru mempunyai tugas yang besar dalam membentuk kualitas generasi bangsa, tidak hanya dari aspek kognitif saja namun juga dari aspek karakternya.

Andi Harun berharap program guru penggerak mampu membentuk para pemimpin pendidikan masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang siswa secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada siswa, serta menjadi teladan dan agen transformasi pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan sejak sepuluh tahun terakhir pemerintah menggencarkan Gerakan Nasional Pendidikan secara intensif di seluruh sekolah Indonesia. Pemerintah menyadari bahwa Gerakan Nasional Revolusi Mental yang memperkuat pendidikan karakter semestinya dilaksanakan oleh semua, bukan saja terbatas pada sekolah-sekolah binaan, sehingga peningkatan kualitas pendidikan yang adil dan merata dapat segera terjadi.

Baca Juga:
  • Gus Iqdam: Mojokerto Bersyukur Punya Gus Barra
  • Istri Chis John Tuntut Keadilan untuk Putrinya
  • Mantab Bupati Kutai Barat Ditetapkan Tersangka Pemalsuan Dokumen
  • Pecah Kaca Jendela, Maling Bobol Apotik di Ponggok Blitar

Terkait dengan Profil Pelajar Pancasila, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda terus berupaya untuk mencetak penerus bangsa yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila, sesuai dengan arahan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim yang telah menetapkan enam indikator Profil Pelajar Pancasila.

Keenam indikator tersebut ialah berakhlaq mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan berkebhinekaan global. Tidak ada keraguan lagi bahwa guru menjadi salah satu perang penting dalam mewujudkan keberhasilan proses pendidikan.

Kepala Balai Guru Penggerak Kaltim, Wiwik Setiawati mengatakan bahwa Samarinda saat ini telah memiliki 77 orang guru penggerak dan 108 calon guru penggerak. Sehingga totalnya ada 185 orang guru.

“Kalau bicara rasio antara jumlah guru penggerak dibanding jumlah guru yang ada di Samarinda tentu masih sangat jauh,”ujar Wiwik. Oleh karenanya dia mengajak para guru untuk bersemangat mendaftarkan diri mereka menjadi guru penggerak.

Sementara itu Wakil ketua komisi 10 DPR-RI yang membidangi Pendidikan, Riset, Olah Raga, dan Kepariwisataan, Hetifah Sjaifudian, mengingatkan saat ini kualitas pendidikan di Indonesia masih tertinggal dari negara lain di Asia Tenggara. Hal ini harus membuat kita terus berjuang meningkatkannya.

Artikel Terkait:
  • 56 Titik Panas Tersebar di Kaltim: BMKG Minta Tindakan Cepat
  • Ade Sugianto Batal Jadi Bupati Tasikmalaya, Pilkada Diulang
  • Bakesbangpol Paser Dorong Partisipasi Tinggi Pemilih Pemilu 2024: Target 79,5 Persen
  • Pertemuan AMMTC ke-17 di Labuan Bajo, Gerbang Polri dan ASEAN Jaga Kawasan dari Kejahatan Transnasional

Apalagi di era globalisasi ini ujar Hetifah, orang luar negeri terbuka peluang untuk bekerja di negara kita termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN). Jika bangsa kita sampai ketinggalan, maka bisa saja kalah bersaing dengan tenaga ahli dari luar.

Hetifah mengingatkan jangan ada lagi anak bangsa yang terkendala dana dalam melanjutkan pendidikannya.

Sebagai wakil rakyat dia telah berupaya memperjuangkan banyak beasiswa yang sampai saat ini masih terus dijalankan. Ada trilyunan rupiah yang telah dianggarkan pemerintah untuk beasiswa pendidikan ini.

Jangan Lewatkan:
  • Komitmen Pemprov Kaltim Mengembangkan Koperasi dan Pencegahan Karhutla
  • Rendi Solihin Tingkatkan Produksi Padi Berkualitas di Kaltim
  • Kutim Gelontorkan Rp38,2 M untuk Fasilitas Polda Kaltim
  • BMKG Balikpapan: 37 Titik Panas di Empat Kabupaten, Indikator Karhutla

Dia meminta para guru agar jangan ragu-ragu menyampaikan kepada pihaknya jika ada anak didik yang terkendala dalam melanjutkan pendidikan mereka berkaitan dengan persoalan biaya.

Andi Harun Hetifah Sjaifudian Kabar Samarinda
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePuluhan Pelaku UKM Kaltim Mengikuti Latihan Pengolahan Pangan
Next Article BPKH Salurkan Rp 130,2 M untuk Program Kemaslahatan 2022

Informasi lainnya

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

10 April 2026

Siswa SMAN 1 Cisayong Dilarikan ke Puskesmas Malam Ini, Diduga Keracunan MBG

9 April 2026

Tunggu Penanganan BPBD, Camat Minta Pemdes Bantu Swadaya Warga Citepus

8 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

7 April 2026

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

6 April 2026

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

5 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ungkap Mengapa Wanita Tidak Mencukur Rambut Setelah Haji

Islami Alfi Salamah

Tarif Trump: Senjata Makan Tuan

Editorial Udex Mundzir

Gaya Politik Kekanak-Kanakan Ala RIDO

Editorial Udex Mundzir

Koperasi Desa atau Alat Kuasa?

Editorial Udex Mundzir

Tombol Motivasi

Gagasan Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi