Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 4 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Vietnam Pangkas PPN Jadi 8%, Indonesia Naikkan ke 12%

Vietnam perpanjang penurunan PPN untuk dorong konsumsi, Indonesia siapkan kenaikan PPN barang mewah.
AssyifaAssyifa13 Desember 2024 Ekonomi
Vietnam turunkan PPN 8%
Pemerintah Vietnam kembali menurunkan tarif PPN menjadi 8 persen hingga Juni 2025.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Hanoi – Pemerintah Vietnam memperpanjang penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 2%, dari 10% menjadi 8%, hingga Juni 2025. Langkah ini diambil untuk mendorong konsumsi domestik, mengurangi biaya bisnis, dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini sebelumnya diberlakukan sejak Januari 2024 dan terbukti efektif.

Mengutip Vietnam News, kebijakan tersebut mencakup sektor properti, perbankan, telekomunikasi, informasi teknologi, hingga barang konsumsi tertentu. Ekonom Dinh Trọng Thịnh menilai pengurangan PPN ini mampu menstabilkan produksi dan menciptakan lapangan kerja. “Dengan menurunkan biaya produksi, bisnis dapat menawarkan harga kompetitif yang mendorong belanja konsumen,” jelasnya.

Namun, kebijakan ini diperkirakan mengurangi pendapatan negara Vietnam sebesar 26,1 triliun dong Vietnam. Meski demikian, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas anggaran di tengah pemulihan ekonomi global yang lambat.

Baca Juga:
  • Diversifikasi Ekspor: Indonesia Bidik Pasar Uni Eropa dan BRICS
  • Kenaikan PPN 12% di Tahun 2025, Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik
  • 5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan
  • Indonesia Butuh Rp 13 Ribu T untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%

Berbeda dengan Vietnam, Indonesia justru akan menaikkan PPN dari 11% menjadi 12% pada 2025, namun hanya untuk barang-barang mewah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami sedang memformulasikan secara rinci, karena ada aspek daya beli dan pertumbuhan ekonomi yang perlu diseimbangkan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu (11/12/2024).

Kenaikan PPN tersebut diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada kelompok barang tertentu tanpa memengaruhi konsumsi masyarakat luas.

Artikel Terkait:
  • BEI Bahas Tiga Opsi Perpanjangan Jam Perdagangan Saham
  • OJK Tegaskan Tak Campur Tangan Distribusi Dividen BUMN ke Danantara
  • Kendalikan Inflasi, Disperindag Kabupaten Mojokerto Gencar Operasi Pasar, Ringankan Beban Masyarakat
  • PLN Gandeng Swasta Bangun Sistem Listrik Nasional Rp2.133 T

Langkah Vietnam menunjukkan fokus pada penguatan daya beli sebagai respons atas ketidakpastian global. Sementara itu, Indonesia memilih menjaga APBN untuk menghadapi tantangan ekonomi jangka panjang.

Jangan Lewatkan:
  • Indonesia Cetak Rekor Produksi Beras, Teratas di ASEAN
  • Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun
  • Anggaran Menumpuk, Empat DOB Papua Minim Serapan Belanja
  • Pemerintah Cairkan Gaji ke-13 ASN, Total Anggaran Rp49,3 Triliun
Kebijakan Pajak PPN 12% PPN 8% PPN Indonesia PPN Vietnam
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTimnas Indonesia Puncaki Grup B Piala AFF 2024, Tetapi Terancam Digusur Vietnam
Next Article Akhirnya RK-Suswono Terima Kekalahan, Ucapkan Selamat ke Pramono-Rano

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Poligami dalam Islam: Syarat, Larangan, dan Langkah Persiapan

Islami Udex Mundzir

Shuka Grill: Pilihan All You Can Eat yang Memikat

Food Lina Marlina

Integritas di Balik Gelar Akademik

Editorial Udex Mundzir

Tiga Pekerjaan Masa Depan yang Paling Dibutuhkan Dunia

Techno Assyifa

Tips Terbaru Kementerian Haji Saudi, Hati-hati Travel Haji-Umroh

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Saintek
Ericka28 April 2025

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi