Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Temaram di Khalifa

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 16 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Celios: AI Dongkrak Ekonomi RI, 97 Juta Pekerjaan Baru Menanti

Kecerdasan buatan (AI) diprediksi membuka peluang ekonomi baru dan menciptakan jutaan lapangan kerja di Indonesia.
AssyifaAssyifa11 Maret 2025 Saintek
Dampak AI terhadap ekonomi Indonesia
Revolusi AI di Indonesia: Peluang Ekonomi dan Lapangan Kerja Baru (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diproyeksikan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyatakan bahwa AI tidak hanya berperan sebagai alat bantu, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam berbagai sektor ekonomi.

“Penggunaan teknologi semakin masif di Indonesia. Ke depan, AI bukan hanya sekadar enabler, melainkan bisa menjadi pemain penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Nailul di Jakarta, Senin (11/3/2025).

Menurutnya, tren peningkatan penggunaan ponsel dan internet di Indonesia menunjukkan bahwa pemanfaatan AI akan semakin luas, terutama dalam sektor digital dan keuangan. AI telah diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari sistem pembayaran digital, prediksi kelayakan kredit, hingga analisis pemasaran yang lebih efisien.

Baca Juga:
  • Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025
  • Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon
  • Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global
  • AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

“Di sektor keuangan, AI saat ini sudah digunakan untuk memprediksi apakah seseorang layak mendapatkan kredit atau tidak. Hal ini menggantikan proses manual yang selama ini memakan waktu lebih lama,” jelasnya.

Meskipun AI berpotensi menggantikan beberapa pekerjaan konvensional seperti administrasi, akuntansi, dan entri data, Nailul menekankan bahwa teknologi ini juga akan menciptakan sekitar 97 juta lapangan pekerjaan baru di berbagai bidang.

“AI akan menggantikan beberapa pekerjaan, tapi ini membuka 97 juta lapangan kerja baru, terutama di bidang pengolahan data, analisis data, dan pengembangan pembelajaran mesin. Kita perlu menyiapkan SDM yang siap menghadapi perubahan ini,” tambahnya.

Artikel Terkait:
  • Indonesia Jadi Acuan Global South Batasi Medsos Anak
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024
  • BRIN Kembangkan Robot Lunak untuk Medis dan SAR
  • Era Facebook dan Instagram Telah Berakhir

Ia juga menyoroti tantangan keamanan yang dihadapi AI, terutama di sektor keuangan, dengan tingkat potensi kerentanan mencapai 57 persen. Namun, Nailul menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki regulasi terkait keamanan data, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah implementasi yang lebih optimal.

Untuk memastikan kesiapan Indonesia dalam menghadapi revolusi AI, Nailul menyarankan pemerintah untuk fokus pada pengembangan SDM melalui pelatihan dan inovasi di berbagai bidang, termasuk penelitian dan infrastruktur digital. Dengan langkah yang tepat, AI tidak hanya akan menjadi ancaman bagi pekerjaan lama, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025
  • Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi
  • Waspada Banjir Rob! Gerhana Matahari Akan Terjadi 29 Maret 2025
  • Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?
AI dan Ekonomi Kecerdasaan Buatan Peluang Kerja AI Revolusi Digital SDM Teknologi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKantor Baru Loa Ipuh Dibangun Tahun Ini, Warga Antusias
Next Article Libur Sekolah Dimajukan, Menag Harap Kemacetan Mudik Berkurang

Informasi lainnya

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

28 Juli 2026

Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global

14 Juni 2026

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Gaya Politik Kekanak-Kanakan Ala RIDO

Editorial Udex Mundzir

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Editorial Udex Mundzir

Maulid Nabi dan Pemberian Sosial, Menghidupkan Semangat Kepedulian

Islami Alfi Salamah

Jamnas Bukan Ajang Si Punya Uang

Editorial Udex Mundzir

Kenaikan Harga BBM dan Tantangan Ketahanan Energi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi