Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

Xiaomi Smart Camera C400

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 24 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah

Dalam gejolak politik dan darah pasca-G30S, ia menjadi simbol keberanian sekaligus kontroversi dalam sejarah militer Indonesia.
Alfi SalamahAlfi Salamah4 Januari 2026 Profil
Tokoh militer Indonesia
Sarwo Edhie Wibowo, Tokoh Militer Hebat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sarwo Edhie Wibowo lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada 25 Juli 1925. Ia menempuh pendidikan militer di Pembela Tanah Air (PETA), cikal bakal TNI, saat Indonesia masih di bawah penjajahan Jepang. Usai proklamasi kemerdekaan, Sarwo Edhie aktif dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan terlibat dalam berbagai pertempuran mempertahankan kemerdekaan.

Kemampuannya memimpin pasukan dan ketegasannya dalam lapangan membuat namanya cepat naik. Ia dikenal sebagai sosok yang disiplin, tegas, dan sangat loyal pada institusi militer.

Komandan RPKAD Saat Tragedi 1965

Puncak karier Sarwo Edhie datang saat ia menjabat sebagai Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) kini dikenal sebagai Kopassus. Di posisi inilah namanya lekat dengan peristiwa besar sejarah Indonesia: penumpasan G30S/PKI pada tahun 1965.

RPKAD di bawah komando Sarwo Edhie memainkan peran kunci dalam menindak para tersangka anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) di berbagai wilayah Jawa. Operasi ini membentang dari pengamanan ibu kota, pembubaran organisasi massa afiliasi PKI, hingga pembersihan di pedesaan.

Antara Kepahlawanan dan Kontroversi

Peran Sarwo Edhie dalam peristiwa pasca-G30S selalu menjadi perdebatan. Di satu sisi, ia dianggap sebagai pahlawan yang menyelamatkan Indonesia dari ancaman ideologi komunisme. Di sisi lain, ia juga dikritik karena dianggap terlibat dalam operasi militer yang menimbulkan banyak korban sipil, terutama dalam peristiwa pembantaian massal 1965–1966.

Baca Juga:
  • Evis Santika: Wajah Baru di Kwarran Pramuka Cisayong
  • Nusaibah binti Ka’ab, Ikon Keberanian
  • Mas Isman, Komandan Rakyat Muda
  • Dalam Diam, Tumbuh Arah

Namun, yang tak bisa disangkal: Sarwo Edhie adalah tokoh militer yang sangat berpengaruh pada masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru. Ia menjadi wajah militer Indonesia yang keras, disiplin, dan loyal terhadap negara, terutama pada masa awal kekuasaan Soeharto.

Karier Politik dan Hubungan dengan Soeharto

Setelah mengakhiri tugas militernya, Sarwo Edhie dipercaya menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Korea Selatan, kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), dan juga sempat menjabat sebagai Gubernur Lemhanas.

Namun, hubungannya dengan Presiden Soeharto perlahan merenggang. Ia menjadi salah satu tokoh yang bersuara kritis terhadap korupsi dan gaya pemerintahan Orde Baru, terutama menjelang akhir masa baktinya. Hal ini membuatnya tidak lagi mendapat posisi strategis di lingkar kekuasaan, meskipun namanya tetap disegani di kalangan militer.

Keluarga Militer, Cikal Bakal Generasi Baru

Sarwo Edhie Wibowo juga dikenal sebagai ayah dari Kristiani Herawati, yang kelak menjadi Ibu Negara Indonesia (2004–2014) saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia juga kakek dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tokoh muda politik Indonesia saat ini.

Warisan nilai militer, kedisiplinan, dan nasionalisme dari Sarwo Edhie terlihat jelas dalam keluarga besarnya menjadikannya sebagai figur patriarkal militer dan politik Indonesia modern.

Artikel Terkait:
  • AHY Raih Wisudawan Terbaik Unair dengan IPK 3.94
  • Dida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi
  • Dari Sel Penjara ke Ruang Sidang
  • Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

Akhir Hayat dan Pengakuan Negara

Sarwo Edhie Wibowo wafat pada 9 November 1989. Bertahun-tahun kemudian, peran dan jasanya kembali dikenang secara resmi oleh negara. Pada 10 November 2023, Presiden RI menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sarwo Edhie. Penghargaan tertinggi yang diberikan atas jasanya dalam mempertahankan dan membela kedaulatan Indonesia.

Gelar ini menuai tanggapan beragam, namun menegaskan posisi Sarwo Edhie sebagai figur penting yang tak bisa dipisahkan dari sejarah Indonesia pasca-1965.

Tentara, Sejarah, dan Dilema Bangsa

Sarwo Edhie Wibowo adalah prajurit dalam badai sejarah. Ia berdiri di tengah persimpangan antara penyelamatan negara dan tragedi kemanusiaan. Dalam segala kontroversi yang mengiringi namanya, satu hal jelas: peran dan jejaknya telah mengubah arah perjalanan republik ini.

Jangan Lewatkan:
  • Göbekli Tepe: Terungkapnya Misteri Peradaban Tertua
  • Gen Z dan Tantangan Tanpa Ponsel
  • Generasi Tua dan Muda Berkolaborasi untuk Indonesia Emas 2045
  • Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Sebagai media, kami percaya penting untuk menempatkan tokoh seperti Sarwo Edhie dalam kerangka sejarah yang utuh bukan sekadar sebagai pahlawan, tapi sebagai refleksi dari kompleksitas sejarah bangsa.

G30S PKI Militer Indonesia Pahlawan Nasional Sarwo Edhie Wibowo Sejarah Orde Baru
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara
Next Article Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

Informasi lainnya

Tidur Nanti Saja

21 April 2026

Dalam Diam, Tumbuh Arah

21 April 2026

Jejak Muda, Prestasi Nyata

21 April 2026

Dari Dapur ke Ruang Strategis

21 April 2026

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

31 Januari 2026

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Travel Alfi Salamah

Prabowo Tak Berani Pecat Bahlil: Stabilitas Koalisi Mengalahkan Kepentingan Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Zainal Abidin Syah, Sultan Pejuang Papua

Profil Alfi Salamah

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

Biografi Alfi Salamah

Bank Mandiri Berkolaborasi Ciptakan Smart Financing untuk UKM

Bisnis Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi