Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sahabat Kecil Rasulullah

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

Senyum di Tengah Derita

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 13 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Sahabat Kecil Rasulullah

Usia belia tak menghalangi Usamah bin Zaid memimpin pasukan besar dan membuktikan kualitasnya.
Alfi SalamahAlfi Salamah13 Februari 2026 Islami
Kisah inspiratif Usamah bin zaid
Ilustrasi Usamah bin Zaid (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Dalam sejarah Islam, ada satu sosok pemuda yang menjadi simbol kepercayaan, keberanian, dan kedewasaan luar biasa di usia muda: Usamah bin Zaid RA. Ia bukan hanya sahabat muda, tapi pemimpin pasukan yang ditunjuk langsung oleh Rasulullah SAW saat usianya baru menginjak 17 atau 18 tahun. Di tengah keraguan orang-orang, ia membuktikan bahwa kedewasaan bukan soal umur, tapi iman dan tanggung jawab.

Anak dari Keluarga Istimewa

Usamah adalah putra dari Zaid bin Haritsah, satu-satunya sahabat yang namanya disebut dalam Al-Qur’an, dan ibunya adalah Ummu Aiman, mantan budak yang sangat disayangi oleh Rasulullah.

Usamah tumbuh di lingkungan rumah tangga Nabi, sehingga ia sangat dekat secara pribadi maupun spiritual dengan Rasulullah. Ia sering disebut sebagai “al-Hibb ibn al-Hibb” orang yang dicintai anak dari orang yang dicintai.

Kedekatannya dengan Rasulullah menjadikan Usamah sebagai pribadi yang matang sejak kecil. Ia tidak hanya akrab dengan Nabi secara emosional, tetapi juga terbentuk oleh nilai-nilai Islam sejak usia dini.

Usamah Jadi Panglima Perang di Usia Belia

Salah satu peristiwa paling luar biasa dalam hidup Usamah adalah ketika Rasulullah SAW menunjuknya sebagai panglima perang untuk memimpin ekspedisi militer ke wilayah Romawi (Bizantium) di Syam.

Padahal di dalam pasukan itu ada para sahabat senior seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Abu Ubaidah bin Jarrah. Banyak yang merasa heran dan bahkan menolak, mempertanyakan kenapa anak muda seperti Usamah yang ditunjuk sebagai komandan.

Namun Rasulullah menegaskan: “Jika kalian mencela kepemimpinan Usamah, berarti kalian juga mencela ayahnya sebelumnya. Demi Allah, ia pantas menjadi pemimpin sebagaimana ayahnya dahulu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa kompetensi, akhlak, dan amanah lebih penting dari usia atau latar belakang.

Ujian Kepercayaan di Masa Krisis

Penunjukan Usamah sebagai panglima terjadi di masa-masa genting, menjelang wafatnya Rasulullah SAW. Ketika Nabi wafat, pasukan Usamah belum sempat berangkat. Banyak yang mendesak Khalifah Abu Bakar untuk membatalkan atau mengganti Usamah.

Namun, Abu Bakar menolak tegas. Ia berkata: “Demi Allah, aku tidak akan mencabut panji yang sudah dikibarkan oleh Rasulullah.”

Pasukan akhirnya diberangkatkan di bawah komando Usamah, dan ekspedisi itu berhasil dengan gemilang. Wilayah-wilayah yang semula memberontak kembali tunduk, dan kewibawaan Daulah Islam bangkit di mata bangsa-bangsa lain.

Usamah membuktikan bahwa ia bukan hanya layak dipercaya, tapi juga sangat kompeten.

Pelajaran Besar dari Seorang Pemuda

Kisah Usamah bin Zaid mengajarkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berkontribusi besar bagi agama dan masyarakat. Dalam Islam, yang dinilai bukan tua atau mudanya seseorang, melainkan:

  • Keimanan yang kuat
  • Akhlak yang terpuji
  • Kecerdasan dalam bertindak
  • Kesungguhan dalam mengemban amanah

Usamah telah memenuhi semuanya. Ia tidak hanya menjadi simbol anak muda teladan, tapi juga menjawab keraguan dengan hasil nyata.

Konteks Hari Ini: Ketika Pemuda Dipandang Sebelah Mata

Di zaman sekarang, banyak pemuda dianggap belum “siap” atau “belum layak” memimpin atau mengambil peran penting, apalagi di bidang dakwah atau masyarakat. Namun sejarah Islam justru dipenuhi oleh pemuda-pemuda hebat yang mewarnai peradaban sejak usia belia.

Usamah bin Zaid menjadi teladan bahwa dengan pembinaan yang benar, anak muda bisa mengemban peran besar. Asal dibekali ilmu, adab, dan kepercayaan, generasi muda bisa menjadi pelopor perubahan.

Rasulullah dan Cara Beliau Mendidik Usamah

Kehebatan Usamah tidak muncul tiba-tiba. Ia adalah hasil dari proses pendidikan langsung dari Rasulullah SAW. Nabi menanamkan:

  • Kepercayaan diri
  • Tanggung jawab
  • Keberanian
  • Kedisiplinan

Rasulullah tidak memanjakan Usamah meski sangat mencintainya. Beliau justru memberi kesempatan agar ia tumbuh mandiri, belajar dari tantangan nyata. Ini menjadi pelajaran penting bagi orang tua dan guru hari ini: bahwa kepercayaan adalah bagian dari pendidikan.

Usamah: Teladan Pemuda Berintegritas

Usamah bin Zaid tidak hanya dikenang sebagai pemuda pemberani. Ia juga dikenal memiliki integritas tinggi dan akhlak luhur.

Salah satu kisah yang terkenal adalah ketika ia membela seorang wanita bangsawan Quraisy yang mencuri dan dihadapkan kepada Nabi. Usamah memohon agar wanita itu dimaafkan karena kedudukan keluarganya. Tapi Rasulullah menegur keras:

“Apakah kamu ingin menolongnya dalam hal pelanggaran hukum Allah? Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, pasti aku sendiri yang akan memotong tangannya!” (HR. Bukhari)

Usamah pun sadar, dan sejak itu tak pernah mencampuradukkan antara kasih pribadi dengan prinsip keadilan.

Usamah dan Harapan bagi Generasi Muda

Usamah bin Zaid adalah simbol kepercayaan Nabi kepada pemuda. Di saat dunia meremehkan, Rasulullah justru menanamkan keyakinan bahwa anak muda bisa memimpin jika dibina dengan benar.

Di masa kini, umat Islam sangat butuh “Usamah-Usamah” baru pemuda yang:

  • Tangguh secara iman
  • Siap memimpin dengan akhlak
  • Rendah hati dan siap belajar
  • Tidak takut memikul tanggung jawab

Mari jadikan kisah Usamah bin Zaid sebagai inspirasi besar untuk membangkitkan semangat generasi muda Islam hari ini. Bukan hanya untuk tampil, tapi untuk benar-benar berkontribusi dengan kualitas terbaiknya.

Inspirasi Islam Kepemimpinan Muda Kisah Pemuda Islam Sahabat Nabi Usamah Bin Zaid
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBurnout Diam-Diam di Anak Muda

Informasi lainnya

Senyum di Tengah Derita

12 Februari 2026

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

11 Februari 2026

Ketika Umar Menangis di Tengah Malam

10 Februari 2026

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

19 Januari 2026

Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam

26 November 2025

Menemukan Jati Diri di Tengah Krisis Moral

26 November 2025
Paling Sering Dibaca

5 Tips Efektif Mengatur Waktu Selama Ramadhan

Islami Alfi Salamah

Polres Sampang Kecolongan

Editorial Udex Mundzir

Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Profil Ericka

Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Gagasan Alfi Salamah

Jenis-Jenis Bunga, Mengungkap Keindahan dan Pesan di Baliknya

Opini Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alwi Ahmad7 Agustus 2023

Optimalisasi Kepemimpinan dalam Transformasi Pelayanan Publik: Peserta Sespimmen Polri Dikreg ke-63 Gelar FGD di Surabaya

Katering Haji 2025 Diisi Menu Nusantara, Diperiksa 3 Kali Sehari

550 Mahasiswa Meriahkan OSMB Program Sarjana dan Diploma UT Bandung 2024/2025 di Tasikmalaya

Ekskul Pramuka Wajib di Sekolah, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru

99,5 Persen Pelanggan PLN Dibebaskan dari PPN Listrik

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor