Samarinda – Denyut Ramadan tak hanya terasa di masjid dan pusat perbelanjaan, tetapi juga di loket penukaran uang. Tradisi berbagi uang baru saat Idulfitri kembali disambut melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) yang digelar Bank Indonesia.
Program Serambi 2026 mengusung tema “Rupiah Memberi Makna pada Bulan Penuh Berkah” sebagai bentuk komitmen penyediaan uang layak edar bagi masyarakat. Melalui layanan ini, Bank Indonesia memastikan kebutuhan uang kartal terpenuhi dalam jumlah cukup, pecahan yang sesuai, dan terjamin keasliannya selama Ramadan hingga Idulfitri.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan respons atas peningkatan signifikan permintaan uang tunai menjelang hari besar keagamaan.
“Jumlah tersebut meningkat 19,13 persen secara tahunan ketimbang tahun sebelumnya,” terang Jajang, Rabu (18/2/2026).
Secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar sebesar Rp185,6 triliun. Khusus untuk wilayah Kalimantan Timur, alokasi dana yang disiapkan mencapai Rp2,18 triliun. Angka tersebut menunjukkan optimisme sekaligus kesiapan otoritas moneter dalam mengantisipasi lonjakan transaksi masyarakat.
Layanan penukaran uang berlangsung di tujuh kabupaten dan kota yang berada dalam wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur. Periode penukaran dimulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026, mengikuti jam operasional perbankan setempat.
Skema layanan penukaran dibagi dalam beberapa mekanisme. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan penukaran ritel di sejumlah masjid di Samarinda, layanan terpadu bersama perbankan di Gedung Pramuka, serta penukaran langsung pada 35 kantor bank yang telah ditunjuk.
Untuk meningkatkan ketertiban dan kenyamanan, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi atau situs PINTAR. Setiap individu dibatasi maksimal penukaran sebesar Rp5,3 juta. Sistem ini diterapkan guna menghindari antrean panjang dan memastikan pemerataan distribusi uang baru.
Pembukaan kuota wilayah Kalimantan dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB dan 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB. Masyarakat diimbau segera mendaftar sesuai jadwal yang ditentukan agar mendapatkan kepastian layanan.
Selain menyediakan layanan penukaran, Bank Indonesia juga mengampanyekan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keaslian dan kondisi fisik uang.
Bank Indonesia mengingatkan masyarakat mengenali ciri keaslian Rupiah dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk mencegah peredaran uang palsu.
Tak hanya itu, masyarakat juga diajak merawat Rupiah dengan prinsip 5J: jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi. Perlakuan yang tepat akan memperpanjang usia edar uang dan menjaga kualitasnya tetap baik.
Dengan sinergi bersama perbankan dan mitra kerja, Bank Indonesia optimistis distribusi uang layak edar di Kalimantan Timur dapat berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran. Program Serambi diharapkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan transaksi, tetapi juga memperkuat makna kebersamaan dan keberkahan di bulan suci Ramadan hingga Idulfitri mendatang.
