Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Google Tampilkan Rupiah Rp8.170 per Dolar AS, Bank Indonesia Bantah

Hasil pencarian Google menunjukkan nilai tukar rupiah sebesar Rp8.170 per dolar AS, jauh dari kurs resmi Bank Indonesia yang berada di kisaran Rp16.300.
AssyifaAssyifa1 Februari 2025 Ekonomi
Skrinsot Google: USD to IDR (.dex)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tasikmalaya – Masyarakat dihebohkan dengan hasil pencarian Google yang menunjukkan nilai tukar rupiah sebesar Rp8.170,65 per dolar AS pada Sabtu (1/2/2025) sore. Informasi ini muncul ketika pengguna melakukan pengecekan konversi mata uang dengan kata kunci “USD to IDR” di Google pada pukul 17.47 WIB.

Namun, Bank Indonesia (BI) segera membantah informasi tersebut dan memastikan bahwa nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp16.300 per dolar AS.

“Kami memastikan tidak ada perubahan signifikan dalam nilai tukar rupiah. Kurs yang berlaku tetap mengacu pada nilai yang dirilis secara resmi oleh Bank Indonesia,” ujar Direktur Departemen Komunikasi BI, Jumat (31/1/2025).

Menurut data resmi BI, kurs jual rupiah terhadap dolar AS tercatat sebesar Rp16.340,30, sementara kurs beli berada di angka Rp16.177,70 per dolar AS.

Kesalahan informasi nilai tukar ini menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat dan pelaku pasar. Beberapa analis menduga kesalahan ini bisa disebabkan oleh bug dalam sistem algoritma Google yang mengambil data dari sumber yang tidak akurat atau mengalami kesalahan pembaruan data.

Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Dr. Budi Santoso, menilai bahwa kejadian ini dapat memengaruhi persepsi publik terhadap stabilitas rupiah.

“Jika masyarakat mempercayai informasi yang keliru ini, bisa terjadi spekulasi yang berdampak pada ketidakstabilan pasar,” kata Budi.

Google sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait kesalahan nilai tukar ini. Namun, beberapa pengguna yang mengakses layanan pencarian Google kemudian melaporkan bahwa informasi tersebut telah kembali normal dalam beberapa jam setelah pertama kali muncul.

Dalam perdagangan Jumat (31/1/2025), rupiah justru ditutup melemah terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 49 poin atau 0,301% ke level Rp16.305 per dolar AS, turun dari posisi Rp16.256 pada perdagangan sebelumnya.

Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,213%, dolar Hong Kong turun 0,015%, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,5%. Sementara itu, baht Thailand menjadi satu-satunya mata uang di kawasan ASEAN yang mengalami penguatan sebesar 0,04% terhadap dolar AS.

Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk selalu merujuk pada sumber resmi dalam mendapatkan informasi mengenai nilai tukar rupiah, seperti website resmi BI dan platform keuangan yang kredibel.

“Kami menyarankan masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi dari sumber yang tidak terverifikasi dan tetap berpedoman pada data resmi,” tutup Direktur BI.

Bank Indonesia Dolar AS Google Error Nilai Tukar Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePramono Tunduk ke Pemerintah Pusat soal Jadwal Pelantikannya
Next Article Pakar Keamanan Siber Ungkap Bahaya Kesalahan Kurs Rupiah di Google

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025

Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

29 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Prabowo dan Titiek Soeharto, Cinta Lama Bersemi Kembali?

Lifestyles Assyifa

Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025

Happy Assyifa

Makan Gratis, Simbol Negara Gagal

Editorial Udex Mundzir

Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital

Opini Alfi Salamah

AI Menghapus Pekerjaan Manusia?

Argumen Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.