Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Butuh Rp 13 Ribu T untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%

Target ambisius pemerintah, efisiensi investasi menjadi kunci utama.
AssyifaAssyifa19 Desember 2024 Ekonomi
Investasi Indonesia 13 ribu triliun
Indonesia memerlukan dana sebesar Rp 13 Triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp 13.528 triliun dalam lima tahun ke depan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% per tahun. Hal ini diungkapkan Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Riyatno, dalam forum diskusi bertajuk Strategi Pangkas Birokrasi Perizinan pada Kamis (19/12/2024).

Menurut Riyatno, sekitar 30% dari target pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh sektor investasi, baik domestik maupun asing.

“Investasi menjadi pendukung terbesar kedua setelah konsumsi, mencapai 27% hingga 30%. Oleh karena itu, kebutuhan investasi semakin meningkat,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi di kisaran 13% hingga 19% selama lima tahun mendatang. Pada tahun 2025, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) diharapkan mencapai Rp 1.906 triliun, meningkat 15,52% dari target tahun 2024. Angka ini diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai Rp 3.544 triliun pada 2029, yang diharapkan mampu menciptakan rata-rata 3.400 lapangan kerja baru per tahun.

Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kepastian hukum. Riyatno mengakui bahwa meskipun regulasi di Indonesia sudah memiliki kerangka yang baik, implementasinya sering kali masih belum optimal.

Baca Juga:
  • UMP Jakarta 2025 Naik Rp 329.380, UMSP Masih Tertunda
  • UMKM Tembus Pasar Arab Saudi Lewat Pameran
  • OJK Izinkan Buyback Saham Tanpa RUPS, Berlaku 6 Bulan
  • 40% Masyarakat Indonesia Jatuh Miskin dengan Garis Kemiskinan Bank Dunia

“Teorinya bagus, tetapi praktiknya kurang. Ini menjadi PR kami bersama kementerian dan lembaga terkait,” ujar Riyatno.

Ketua Komite Tetap Strategi dan Promosi Investasi Kadin Indonesia, Shaanti Shamdasani, juga menyoroti pentingnya kepastian hukum dalam menarik investasi.

“Sistem hukum kita masih dianggap tidak transparan dan memakan waktu lama. Ini membuat banyak investor frustrasi, bahkan meninggalkan Indonesia,” ungkap Shaanti.

Pemerintah juga berencana menurunkan angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dari 6,3% saat ini menjadi 4,15% per tahun. ICOR yang lebih rendah menandakan efisiensi investasi yang lebih baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kepala Pusat Kajian Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF, Andry Satrio Nugroho, menegaskan bahwa ICOR Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara tetangga seperti India, Thailand, dan Malaysia yang rata-rata hanya 4%.

Artikel Terkait:
  • Pekerja Padat Karya Bergaji Rp 10 Juta Kini Bebas Pajak
  • Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja
  • Sri Mulyani Siapkan Rp185 T untuk Pertahanan di RAPBN 2026
  • Harga Emas Dunia Terkoreksi Usai Sentuh Rekor Tertinggi

“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%, ICOR harus diturunkan ke 3,75%, atau porsi investasi dalam pertumbuhan ekonomi harus lebih dari 30%,” ujar Andry.

Dengan target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp 1.650 triliun, hingga September 2024, BKPM melaporkan telah mencapai Rp 1.261 triliun atau 76,4% dari target. Pencapaian ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, langkah-langkah perbaikan terus diupayakan demi menarik lebih banyak investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Jangan Lewatkan:
  • Kenaikan PPN 12% di Tahun 2025, Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik
  • PHK Meluas, Pekerja Informal Lampaui 50 Persen
  • KPEI Dorong Bank Gabung CCP PUVA untuk Stabilitas Pasar
  • Diskon 50 Persen Tarif Listrik Berakhir, Biaya Hidup Makin Berat

Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHasil Tidak Optimal di Piala AFF, Ranking Timnas Turun
Next Article Prabowo Dorong D-8 Kembangkan Industri Halal dan Perikanan

Informasi lainnya

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

28 Oktober 2026

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

27 Oktober 2026

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN

Editorial Udex Mundzir

Hukum Membaca Surah Pendek dalam Shalat Khafifatain

Islami Ericka

Orde Baru Jauh Lebih Baik

Editorial Udex Mundzir

Mengapa Banyak Pikiran Bikin Lapar?

Perspektif Alfi Salamah

e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi