Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

BAZNAS Tegas: Zakat Tak Sentuh Program MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 27 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kisruh penyelundupan sampel mineral menyeret dua kawasan industri nikel raksasa ke pusat perhatian publik.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati8 Desember 2025 Ekonomi
Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali
PT IWIP (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Weda – Di tengah riuh isu dugaan penyelundupan nikel yang menyeruak bak “asap di balik tungku”, sorotan publik tertuju pada PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Kasus yang menyeret seorang warga negara China berinisial MY itu membuat berbagai pihak bertanya: siapa sebenarnya pengendali IWIP, dan apa benang merah perusahaan ini dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)?

Peristiwa bermula ketika Satgas Bandara Khusus IWIP mengamankan MY yang membawa material yang diduga nikel pada Senin (8/12/2025). Penangkapan itu terjadi di wilayah operasional perusahaan di Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Namun, pihak IWIP membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa barang yang dibawa bukan nikel, melainkan sampel alumina untuk keperluan laboratorium. Polemik inilah yang kemudian memicu publik menelusuri kepemilikan IWIP beserta jaringan usaha di baliknya.

“Material yang diamankan bukan barang ilegal dan tidak terkait aktivitas penyelundupan,” ujar perwakilan manajemen IWIP dalam keterangan resminya, menegaskan posisi perusahaan menghadapi isu tersebut.

Informasi mengenai pemilik IWIP menunjukkan bahwa kawasan industri itu dikendalikan oleh Tsingshan Group, raksasa baja asal China. Sebanyak 40 persen kepemilikan berada pada perusahaan tersebut, sementara porsi sisanya dimiliki Huayou Holding Group dan Zhenshi Holding Group Co. Ltd.

Di bawah payung IWIP beroperasi sejumlah perusahaan penting seperti PT Weda Bay Nickel (WBN), PT Yashi Indonesia Investment, dan PT Yousan Nickel Indonesia. WBN sendiri merupakan hasil patungan Tsingshan, Eramet asal Prancis, dan PT Antam Tbk, dengan Tsingshan menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51,3 persen.

Keterkaitan IWIP dengan IMIP pun akhirnya mencuat ke permukaan. IMIP yang berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah, juga dinaungi Tsingshan melalui anak perusahaannya, Shanghai Decent Investment, dengan porsi kepemilikan 49,69 persen.

Di kawasan industri terintegrasi itu, Tsingshan mengoperasikan PT Tsingshan Steel Indonesia (TSI) dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), termasuk sejumlah smelter yang didukung pembangkit listrik besar. IMIP sendiri lahir melalui kolaborasi Tsingshan dengan PT Bintang Delapan Investama serta PT Sulawesi Mining Investment sejak 2009.

Figur sentral di balik ekspansi industri nikel ini adalah Xiang Guangda, pendiri Tsingshan Group. Konglomerat China tersebut dikenal agresif membangun rantai pasok nikel global, termasuk investasi besar di Indonesia dan Amerika Selatan.

Forbes mencatat kekayaan Xiang mencapai sekitar USD 4,1 miliar hingga awal Desember 2025, menunjukkan skala pengaruh finansial yang menopang ekspansi perusahaannya. Dengan kepemilikan yang saling terkait antara IWIP dan IMIP, dinamika industri nikel Indonesia semakin kompleks.

Sorotan atas kasus terbaru di IWIP memantik diskusi lebih luas mengenai tata kelola, transparansi, serta peran investor asing dalam rantai pasok mineral strategis nasional. Dalam suasana yang terus memanas, publik menantikan kejelasan fakta dan langkah penyelesaian dari otoritas terkait.

Industri Nikel Investasi Tambang PT IMIP Morowali PT IWIP Tsingshan Group
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePrabowo Nilai Anggaran Pemulihan Sumatera Realistis dan Terukur
Next Article Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

Informasi lainnya

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

5 Februari 2026

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Hukum Promosi ‘Beli Tiga Dapat Empat’ dalam Islam

Islami Assyifa

Bubur Kacang Hijau: Kelezatan Tradisional Selama Puncak Haji

Islami Alfi Salamah

Ijazah Asli (KataPolisi), Proses Masih Abu-Abu

Editorial Udex Mundzir

Indosat Transformasi Jadi TechCo, Fokus Kembangkan AI dan Jangkau Daerah Rural

Techno Assyifa

Menuju Haji Suci: Panduan Perjalanan Sebelum Berangkat

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah27 Februari 2026

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor