Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 12 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal

Kabar miring soal ladang jagung di Tigaraksa ditepis, program disebut masih berjalan dan dievaluasi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati30 Desember 2025 Nasional
Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal
Ladang jagung program Ketahanan Pangan di Kabupaten Tangerang, Banten ditumbuhi rumput liar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kabupaten Tangerang – Isu gagal panen ladang jagung yang sempat ramai diperbincangkan publik ibarat bara dalam sekam. Di tengah sorotan tajam, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada menepis anggapan tersebut dengan nada tegas, menyebut bahwa kondisi ladang jagung di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, belum dapat dikategorikan sebagai kegagalan.

Ladang yang sebelumnya diresmikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025 itu, menurutnya, masih berada dalam fase evaluasi teknis.

Penegasan itu disampaikan Indra pada Selasa (30/12/2025) sebagai respons atas beredarnya informasi yang menyebut program ketahanan pangan tersebut tidak membuahkan hasil.

Ia menjelaskan, program budidaya jagung yang digagas sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional masih terus berjalan, dipantau, dan dievaluasi secara berkala.

Dengan kata lain, kondisi tanaman yang tampak belum optimal saat ini belum bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan atau kegagalan program secara keseluruhan.

“Program budidaya jagung ini masih terus berjalan dan dimonitor. Kondisi yang terlihat saat ini bukan indikator berhentinya atau gagalnya program,” ujar Indra dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan.

Baca Juga:
  • KRL Merak Dibatasi hingga Cilegon Saat Mudik Lebaran
  • Akhirnya Miftah Mundur, Istana Hormati Keputusan
  • Evaluasi Perizinan Perusahaan yang Melecehkan Karyawan di Cikarang
  • Bisa Online, Arab Saudi Permudah Perpanjangan Visa Kunjungan

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa evaluasi menjadi bagian tak terpisahkan dari proses, terutama pada tahap awal penanaman.

Ia memaparkan, pertumbuhan jagung pada fase awal memang belum menunjukkan hasil maksimal. Faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah karakteristik lahan di Bantarpanjang yang didominasi tanah merah kekuningan dengan unsur hara terbatas.

Lapisan tanah atas yang tipis serta keberadaan batuan padas membuat tanaman membutuhkan perlakuan khusus agar dapat tumbuh seragam.

Selain kondisi lahan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir turut memberi dampak signifikan. Hujan lebat memicu erosi tanah sehingga sebagian unsur hara dan pupuk yang telah diaplikasikan hanyut terbawa air.

Akibatnya, pertumbuhan tanaman menjadi tidak merata. Sebagian jagung tumbuh lebih pendek dengan ukuran tongkol yang masih kecil dan belum seragam.

“Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman belum seragam. Sebagian tanaman tumbuh lebih pendek, dengan ukuran tongkol yang masih relatif kecil dan tidak merata,” lanjut Indra. Ia menilai, situasi ini merupakan tantangan teknis yang lazim dijumpai dalam budidaya pertanian lahan terbuka dan justru menjadi bahan evaluasi penting untuk perbaikan ke depan.

Artikel Terkait:
  • Ganjar Pranowo : Sudah Memiliki Pendamping, Tidak Butuh Nasaruddin Umar
  • BMKG Imbau Pemudik Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran
  • Kemnaker Buka Batch 3 Magang Nasional 2025, Sisa Kuota Segera Diisi
  • Pemerintah Siapkan Rp 48,8 Triliun untuk Lanjutkan Pembangunan IKN

Program tanam jagung ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Polda Banten, Polresta Tangerang, dan PT MSD Corpora Internasional. Total areal yang disiapkan mencapai sekitar 50 hektare, dengan luas tanam aktif sekitar 20 hektare yang terbagi dalam tiga blok utama. Skema tersebut dirancang sebagai program jangka menengah hingga panjang agar hasilnya dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tanaman yang bervariasi. Di bagian depan ladang, sejumlah jagung telah berbuah dengan tinggi sekitar satu meter dan sebagian mulai menguning. Namun, di area belakang, banyak tanaman tumbuh lebih pendek, sebagian roboh, dan rumput liar tampak mendominasi.

Sejumlah warga sekitar bahkan memanfaatkan lokasi tersebut untuk mencari pakan ternak, menandakan aktivitas penjagaan yang mulai berkurang.

Meski demikian, pihak kepolisian menekankan bahwa evaluasi akan terus dilakukan agar program ketahanan pangan ini dapat mencapai tujuan awalnya.

Dengan perbaikan teknis dan pengelolaan yang lebih matang, ladang jagung Bantarpanjang diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

Jangan Lewatkan:
  • Pemasangan Eskalator di Candi Borobudur Diklaim Sesuai Pengawasan
  • Ombudsman: Ada Maladministrasi dalam Kasus Pagar Laut Tangerang
  • Mendagri Tito: Rp10 Miliar Anggaran Stunting, Rakyat Hanya Terima Rp2 Miliar
  • Gugatan PTUN Terhadap Ketua Kwarnas Budi Waseso

Evaluasi Pertanian Ketahanan Pangan Ladang Jagung Tangerang Program Jagung Banten
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePenyidikan Hampir Rampung, Dua Nama Kunci Kasus Kuota Haji
Next Article Etika Toilet Umum, Cermin Kesadaran Sosial Sehari-hari

Informasi lainnya

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Editorial Udex Mundzir

Cerdas Beramal

Islami Syamril Al-Bugisyi

Korupsi Kuota Haji Tak Boleh Dimaafkan

Editorial Udex Mundzir

Menyesap Filosofi di Balik Secangkir Teh Jepang

Travel Alfi Salamah

Inilah Seputar Mental Illness yang Perlu Anda Ketahui!

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi