Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal

Kabar miring soal ladang jagung di Tigaraksa ditepis, program disebut masih berjalan dan dievaluasi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati30 Desember 2025 Nasional
Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal
Ladang jagung program Ketahanan Pangan di Kabupaten Tangerang, Banten ditumbuhi rumput liar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kabupaten Tangerang – Isu gagal panen ladang jagung yang sempat ramai diperbincangkan publik ibarat bara dalam sekam. Di tengah sorotan tajam, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada menepis anggapan tersebut dengan nada tegas, menyebut bahwa kondisi ladang jagung di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, belum dapat dikategorikan sebagai kegagalan.

Ladang yang sebelumnya diresmikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025 itu, menurutnya, masih berada dalam fase evaluasi teknis.

Penegasan itu disampaikan Indra pada Selasa (30/12/2025) sebagai respons atas beredarnya informasi yang menyebut program ketahanan pangan tersebut tidak membuahkan hasil.

Ia menjelaskan, program budidaya jagung yang digagas sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional masih terus berjalan, dipantau, dan dievaluasi secara berkala.

Dengan kata lain, kondisi tanaman yang tampak belum optimal saat ini belum bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan atau kegagalan program secara keseluruhan.

“Program budidaya jagung ini masih terus berjalan dan dimonitor. Kondisi yang terlihat saat ini bukan indikator berhentinya atau gagalnya program,” ujar Indra dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan.

Baca Juga:
  • Polri Ultimatum Dito Mahendra: Kami Tunggu di Bareskrim!
  • Polri Ungkap Alasan Kembali Menerapkan Tilang Manual
  • Kerugian Akibat Bencana Capai Rp22 Triliun Setahun
  • HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa evaluasi menjadi bagian tak terpisahkan dari proses, terutama pada tahap awal penanaman.

Ia memaparkan, pertumbuhan jagung pada fase awal memang belum menunjukkan hasil maksimal. Faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah karakteristik lahan di Bantarpanjang yang didominasi tanah merah kekuningan dengan unsur hara terbatas.

Lapisan tanah atas yang tipis serta keberadaan batuan padas membuat tanaman membutuhkan perlakuan khusus agar dapat tumbuh seragam.

Selain kondisi lahan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir turut memberi dampak signifikan. Hujan lebat memicu erosi tanah sehingga sebagian unsur hara dan pupuk yang telah diaplikasikan hanyut terbawa air.

Akibatnya, pertumbuhan tanaman menjadi tidak merata. Sebagian jagung tumbuh lebih pendek dengan ukuran tongkol yang masih kecil dan belum seragam.

“Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman belum seragam. Sebagian tanaman tumbuh lebih pendek, dengan ukuran tongkol yang masih relatif kecil dan tidak merata,” lanjut Indra. Ia menilai, situasi ini merupakan tantangan teknis yang lazim dijumpai dalam budidaya pertanian lahan terbuka dan justru menjadi bahan evaluasi penting untuk perbaikan ke depan.

Artikel Terkait:
  • Prabowo Teken Perpres, 3 Pasukan Elite TNI Kini Dipimpin Panglima
  • Badan Gizi Ajak Swasta Dukung Program Makan Bergizi Gratis
  • Petugas Daker dan Sektor Sambut Jamaah Haji Indonesia
  • Hotman Berikan Alasan Somasi Enam Perusahaan Soal Kecelakaan di Lift Kualanamu

Program tanam jagung ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Polda Banten, Polresta Tangerang, dan PT MSD Corpora Internasional. Total areal yang disiapkan mencapai sekitar 50 hektare, dengan luas tanam aktif sekitar 20 hektare yang terbagi dalam tiga blok utama. Skema tersebut dirancang sebagai program jangka menengah hingga panjang agar hasilnya dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tanaman yang bervariasi. Di bagian depan ladang, sejumlah jagung telah berbuah dengan tinggi sekitar satu meter dan sebagian mulai menguning. Namun, di area belakang, banyak tanaman tumbuh lebih pendek, sebagian roboh, dan rumput liar tampak mendominasi.

Sejumlah warga sekitar bahkan memanfaatkan lokasi tersebut untuk mencari pakan ternak, menandakan aktivitas penjagaan yang mulai berkurang.

Meski demikian, pihak kepolisian menekankan bahwa evaluasi akan terus dilakukan agar program ketahanan pangan ini dapat mencapai tujuan awalnya.

Dengan perbaikan teknis dan pengelolaan yang lebih matang, ladang jagung Bantarpanjang diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

Jangan Lewatkan:
  • Utamakan Keselamatan, Ini Tips Aman saat Mudik
  • Nelayan Kali Baru Selamatkan Sapi Terdampar di Perairan Jakarta Utara
  • WNA Nigeria Tusuk 2 Nenek Di Jakut Terancam 5 Tahun Bui
  • Kemenag Terbitkan Edaran Efisiensi Anggaran Tahun 2025

Evaluasi Pertanian Ketahanan Pangan Ladang Jagung Tangerang Program Jagung Banten
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePenyidikan Hampir Rampung, Dua Nama Kunci Kasus Kuota Haji
Next Article Etika Toilet Umum, Cermin Kesadaran Sosial Sehari-hari

Informasi lainnya

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

27 April 2026

BNN Bone Dorong Saka Anti Narkoba Pramuka

20 April 2026

Pakar ITB Soroti IKN, Cermin Krisis Perencanaan

18 April 2026

Baznas Tetapkan 10 Persen Kurban untuk Sumatera

18 April 2026

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

15 April 2026

Jakarta Peringkat Dua Kota Teraman ASEAN 2026

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Putra Mahkota Solo ‘Menyesal’ Bergabung dengan Republik

Editorial Udex Mundzir

dr. Dara Ayu: Dari Madrasah Aliyah ke Fakultas Kedokteran

Profil Ericka

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru

Profil Ericka

Mau Upgrade Diri? Inilah 5 Buku yang Wajib Kamu Baca di Awal Tahun

Daily Tips Alfi Salamah

Tarif Trump: Senjata Makan Tuan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Assyifa10 Januari 2025

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi