Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 23 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal

Kabar miring soal ladang jagung di Tigaraksa ditepis, program disebut masih berjalan dan dievaluasi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati30 Desember 2025 Nasional
Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal
Ladang jagung program Ketahanan Pangan di Kabupaten Tangerang, Banten ditumbuhi rumput liar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kabupaten Tangerang – Isu gagal panen ladang jagung yang sempat ramai diperbincangkan publik ibarat bara dalam sekam. Di tengah sorotan tajam, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada menepis anggapan tersebut dengan nada tegas, menyebut bahwa kondisi ladang jagung di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, belum dapat dikategorikan sebagai kegagalan.

Ladang yang sebelumnya diresmikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025 itu, menurutnya, masih berada dalam fase evaluasi teknis.

Penegasan itu disampaikan Indra pada Selasa (30/12/2025) sebagai respons atas beredarnya informasi yang menyebut program ketahanan pangan tersebut tidak membuahkan hasil.

Ia menjelaskan, program budidaya jagung yang digagas sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional masih terus berjalan, dipantau, dan dievaluasi secara berkala.

Dengan kata lain, kondisi tanaman yang tampak belum optimal saat ini belum bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan atau kegagalan program secara keseluruhan.

“Program budidaya jagung ini masih terus berjalan dan dimonitor. Kondisi yang terlihat saat ini bukan indikator berhentinya atau gagalnya program,” ujar Indra dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan.

Baca Juga:
  • Ini Alasan Nurul Ghufron Ajukan Perpanjangan Jabatan KPK
  • Wamensesneg Ungkap Alasan HUT ke-80 Indonesia Tak Digelar di IKN
  • Perhatian Jamaah Haji! Kawasan Markaziyah Larang Merokok
  • Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa evaluasi menjadi bagian tak terpisahkan dari proses, terutama pada tahap awal penanaman.

Ia memaparkan, pertumbuhan jagung pada fase awal memang belum menunjukkan hasil maksimal. Faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah karakteristik lahan di Bantarpanjang yang didominasi tanah merah kekuningan dengan unsur hara terbatas.

Lapisan tanah atas yang tipis serta keberadaan batuan padas membuat tanaman membutuhkan perlakuan khusus agar dapat tumbuh seragam.

Selain kondisi lahan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir turut memberi dampak signifikan. Hujan lebat memicu erosi tanah sehingga sebagian unsur hara dan pupuk yang telah diaplikasikan hanyut terbawa air.

Akibatnya, pertumbuhan tanaman menjadi tidak merata. Sebagian jagung tumbuh lebih pendek dengan ukuran tongkol yang masih kecil dan belum seragam.

“Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman belum seragam. Sebagian tanaman tumbuh lebih pendek, dengan ukuran tongkol yang masih relatif kecil dan tidak merata,” lanjut Indra. Ia menilai, situasi ini merupakan tantangan teknis yang lazim dijumpai dalam budidaya pertanian lahan terbuka dan justru menjadi bahan evaluasi penting untuk perbaikan ke depan.

Artikel Terkait:
  • PMI Lepas Kapal Bantuan, 60 Tangki Air Siap Pulihkan Tiga Provinsi
  • Hari Pramuka Ke-63, Ma’ruf Amin: Pramuka Berjiwa Pancasila, Garda Terdepan NKRI
  • Indonesia dan Duta UEA Berbagi Kesamaan dalam Keragaman
  • Alasan Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H pada 1 Maret 2025

Program tanam jagung ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Polda Banten, Polresta Tangerang, dan PT MSD Corpora Internasional. Total areal yang disiapkan mencapai sekitar 50 hektare, dengan luas tanam aktif sekitar 20 hektare yang terbagi dalam tiga blok utama. Skema tersebut dirancang sebagai program jangka menengah hingga panjang agar hasilnya dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tanaman yang bervariasi. Di bagian depan ladang, sejumlah jagung telah berbuah dengan tinggi sekitar satu meter dan sebagian mulai menguning. Namun, di area belakang, banyak tanaman tumbuh lebih pendek, sebagian roboh, dan rumput liar tampak mendominasi.

Sejumlah warga sekitar bahkan memanfaatkan lokasi tersebut untuk mencari pakan ternak, menandakan aktivitas penjagaan yang mulai berkurang.

Meski demikian, pihak kepolisian menekankan bahwa evaluasi akan terus dilakukan agar program ketahanan pangan ini dapat mencapai tujuan awalnya.

Dengan perbaikan teknis dan pengelolaan yang lebih matang, ladang jagung Bantarpanjang diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

Jangan Lewatkan:
  • Nasib Honorer Tidak Lolos PPPK: Pekerja Paruh Waktu Jadi Solusi
  • DPR Siap Ikuti Prabowo Pindah ke IKN pada 2028
  • Akhirnya Miftah Mundur, Istana Hormati Keputusan
  • Diskon Tiket KAI hingga 25%, Berlaku 8-11 April

Evaluasi Pertanian Ketahanan Pangan Ladang Jagung Tangerang Program Jagung Banten
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePenyidikan Hampir Rampung, Dua Nama Kunci Kasus Kuota Haji
Next Article Etika Toilet Umum, Cermin Kesadaran Sosial Sehari-hari

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026

Dandhy Laksono Soroti Dugaan Pembajakan Film

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Isuzu Optimis Pangsa Pasarnya akan Naik 1,3 Persen

Bisnis Alfi Salamah

Korupsi Makan Bergizi: Kejahatan yang Harus Dihabisi

Editorial Udex Mundzir

Ulang Tahun Google ke-25 Tahun: Perjalanan Singkat dan Inovasi Saat Ini

Gagasan Ericka

Syarat dan Cara Membuat SKCK Menurut Polri untuk WNA dan WNI

Happy Alfi Salamah

Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

Ekskul Pramuka Wajib di Sekolah, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi