Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tanpa Rafaksi dan HPP Baru, Stok Beras Nasional Meningkat Tajam

Langkah pemerintah bantu petani jual gabah di harga layak dorong surplus beras.
ErickaEricka30 Mei 2025 Nasional
Cadangan Beras Nasional 2025 Tembus 4 Juta Ton
Ilustrasi Cadangan Beras Nasional 2025 Tembus 4 Juta Ton (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah mencatat pencapaian baru dalam pengelolaan cadangan pangan nasional. Untuk pertama kalinya sejak Bulog berdiri pada 1969, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) resmi menembus angka 4 juta ton. Capaian ini tak lepas dari kebijakan strategis yang diterapkan, terutama penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500 per kilogram dan penghapusan sistem rafaksi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan petani dan stabilitas pangan nasional.

“Petani kini menikmati harga jual yang menguntungkan, bahkan di saat panen raya. Ini adalah buah dari keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian,” kata Amran, Jumat (30/5/2025), dalam acara syukuran cadangan beras nasional di Jakarta.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras nasional periode Januari–Mei 2025 mencapai 16,55 juta ton, meningkat 11,95 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini berbanding lurus dengan keberhasilan Perum Bulog yang berhasil menyerap lebih dari 2,4 juta ton beras lokal hingga akhir Mei, mencetak rekor tertinggi dalam 57 tahun.

Baca Juga:
  • Jelajahi Keindahan Turki: TGA Memperkenalkan Pantai yang Menakjubkan di Laut Tengah
  • Arab Saudi Buat Jembatan Udara Bantu Korban Gempa Maroko
  • Stair Lift Borobudur Dipertimbangkan Jadi Fasilitas Permanen
  • Hotel Mercure dan Ibis Berkolaborasi dengan Korem 091/ASN Meriahkan KarnavALL Batik Nusantara

“Langkah Bulog menjemput hasil panen langsung dari petani sangat efektif. Ini bukan hanya memperkuat cadangan, tapi juga memberi kepastian harga dan pasar bagi petani,” ujar Amran.

Serapan besar-besaran oleh Bulog dipandang sebagai respons cepat terhadap kelebihan pasokan hasil panen raya dan sekaligus strategi pengendalian harga di tingkat petani. Amran menekankan bahwa pendekatan jemput bola ini menunjukkan hasil yang nyata dalam peningkatan cadangan dan kesejahteraan petani.

Dengan kondisi stok beras mencapai 4.001.059 ton, pemerintah optimistis mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan hingga akhir tahun. Bahkan, Indonesia telah menargetkan ekspor rutin 2.000 ton beras per bulan ke Malaysia mulai tahun ini sebagai bagian dari ekspansi pasar.

Artikel Terkait:
  • Momen Bersejarah! Arab Saudi Ikuti Ajang Miss Universe 2024
  • 456 Kepala Daerah Hadiri Retret di Magelang, 47 Masih Belum Datang
  • Menag Harap Idul Adha 2025 Jatuh Serentak pada 6 Juni
  • Prabowo Bakal Berkantor di IKN Setelah Legislatif dan Yudikatif Rampung

Capaian ini, menurut Amran, adalah hasil kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan mulai dari petani, Bulog, hingga pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut sinergi ini sebagai fondasi kuat menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • 400 Ribu Tiket Mudik Terjual di Hari Pertama Puasa
  • Program MBG Dipangkas Jadi Lima Hari Sekolah
  • Empat Terpidana Korupsi Emas Antam Tak Bisa Diadili Dua Kali
  • Skripsi Jokowi Dipertanyakan Alumni, UGM Dinilai Tidak Transparan
Andi Amran Sulaiman Bulog cadangan beras HPP Gabah Pertanian 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPR Kritik Stair Lift di Borobudur, Dinilai Berisiko Rusak Struktur
Next Article 17 Juta Pekerja Bergaji Rendah Dapat BSU Rp150 Ribu Juni Ini

Informasi lainnya

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

7 Mei 2026

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

7 Mei 2026

Usai Insiden Bekasi, Argo Bromo Anggrek Berganti Nama

6 Mei 2026

Muhammadiyah Serukan Hidup Hemat dan Efisien

5 Mei 2026

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

27 April 2026

BNN Bone Dorong Saka Anti Narkoba Pramuka

20 April 2026
Paling Sering Dibaca

Senyum Sebagai Sedekah yang Bernilai Ibadah

Islami Silva

Paspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati

Happy Alfi Salamah

Komdigi: Permohonan Merger XL-Smartfren Belum Diterima

Techno Assyifa

Tips Terbaru Kementerian Haji Saudi, Hati-hati Travel Haji-Umroh

Islami Alfi Salamah

Garut–BCA via Politri Tasikmalaya 

Profil Adit Musthofa
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi