Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pariwisata Terancam, Efisiensi Anggaran 2025 Picu Kekhawatiran

Pemangkasan drastis anggaran Kemenparekraf berisiko meredam kebangkitan sektor pariwisata nasional.
ErickaEricka15 April 2025 Ekonomi
Raja ampat
Raja Ampat, Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemangkasan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) hingga lebih dari 40% dalam RAPBN 2025 menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keberlanjutan sektor pariwisata. Kebijakan efisiensi anggaran yang digulirkan pemerintah dengan dalih menjaga stabilitas fiskal justru dinilai kontraproduktif terhadap momentum kebangkitan pariwisata pascapandemi.

Dengan hanya menyisakan Rp884,9 miliar dari pagu awal Rp1,49 triliun, langkah ini membatasi kemampuan pemerintah dalam menjalankan program prioritas seperti promosi internasional, pengembangan destinasi unggulan, hingga peningkatan kualitas SDM pariwisata. Padahal, pariwisata merupakan sektor strategis dengan efek berganda besar terhadap ekonomi nasional.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan wisatawan menciptakan rantai ekonomi yang luas, dari petani hingga pelaku industri kreatif,” ujar Sri Mariati, peneliti SDGs HUB UI dan dosen Pascasarjana Institut Pariwisata Trisakti.

Ia menekankan bahwa efisiensi seharusnya menyasar birokrasi dan program yang minim dampak, bukan justru memangkas pos strategis yang punya kontribusi besar terhadap PDB dan penciptaan lapangan kerja.

Kondisi ini semakin kontras dengan strategi negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam yang justru meningkatkan anggaran promosi dan pengembangan infrastruktur wisata untuk merebut pangsa pasar global yang mulai pulih. Jika tidak segera direspons, Indonesia berisiko kehilangan daya saing dan peluang devisa bernilai besar dari sektor ini.

Selain itu, pemotongan juga diprediksi memicu kerugian ekonomi di sektor perhotelan dan restoran, terutama dari hilangnya belanja MICE oleh pemerintah. Infrastruktur dasar seperti akses ke destinasi wisata, sanitasi, hingga jaringan internet pun terancam tidak mendapatkan prioritas.

Sri Mariati menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan inovasi skema pendanaan non-APBN seperti KPBU dan dana abadi pariwisata perlu segera dirumuskan agar efisiensi tidak menjadi bumerang bagi sektor vital ini.

Kebijakan efisiensi anggaran memang penting, namun jika tidak disertai dengan kebijaksanaan strategis, bisa menghambat kontribusi pariwisata terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Anggaran Kemenparekraf Dampak Fiskal Ekonomi Indonesia Pemangkasan APBN 2025 Sektor Pariwisata
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJabar Larang Pungutan Jalan Raya, Dedi Mulyadi Terbitkan Surat Edaran
Next Article Prabowo dan Raja Abdullah Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Hukum Berhubungan Suami Istri Malam Idulfitri

Islami Ericka

Mengenal Es Gabus: Bahan, Tekstur, dan Keamanan

Food Lisda Lisdiawati

Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula

Travel Alfi Salamah

Titiek Puspa: Legenda Musik yang Menembus Zaman

Biografi Ericka

Kekalahan RIDO: Pelajaran dari Jakarta

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi