Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam

Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 18 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rhenald Kasali: Merantau, Sekolah Kehidupan yang Sesungguhnya

Hidup adalah perjalanan, bukan sekadar seberapa jauh kita melangkah, tapi seberapa banyak kita belajar.
Udex MundzirUdex Mundzir12 Juli 2025 Profil
Pakar pendidikan terkemuka, Rhenald Kasali
Pakar pendidikan terkemuka, Rhenald Kasali (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pakar pendidikan terkemuka, Rhenald Kasali, kembali menarik perhatian publik dengan pandangannya yang berani dan inspiratif. Melalui sebuah postingan di akun Instagram @psikologianak.ig, Rhenald membagikan pemikirannya tentang pentingnya anak merantau. Menurutnya, merantau bukan hanya soal pergi jauh dari rumah, tapi sebuah cara mendidik anak menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.

Di tengah maraknya fenomena anak yang terlalu nyaman di rumah, Rhenald justru mengajak orang tua untuk berani melepas anak mereka. Banyak anak saat ini yang sulit mengambil keputusan sendiri dan tidak terbiasa menghadapi masalah sehari-hari. Hal itu, menurutnya, terjadi karena mereka selalu “di bawah ketiak” orang tua.

“Berikan kesempatan anak-anakmu merantau. Merantau karena sekolah, itu yang paling gampang. Kalau selalu anak itu di bawah ketiak orang tua, dia akan sangat manja. Tapi ketika merantau, mereka belajar merawat dirinya,” ungkap Rhenald Kasali dalam postingan tersebut.

Ia menegaskan, dengan merantau, anak-anak akan terbiasa menghadapi tantangan kecil seperti mengunci pintu sendiri, mencuci pakaian, hingga memasak. Meski awalnya hanya bisa “masak air” atau menanak nasi, hal ini menjadi awal yang baik untuk belajar mandiri. Proses sederhana ini akan membantu mereka belajar bertahan, mengatur waktu, hingga memahami pentingnya mengelola keuangan pribadi.

Rhenald juga menekankan bahwa merantau melatih anak merencanakan segala sesuatu sendiri. Mereka belajar menjaga kesehatan, membangun pertemanan dengan orang baru, dan menghadapi perbedaan budaya. “Walaupun terseok-seok, setidaknya mereka belajar merencanakan, belajar bagaimana merindukan orang tua,” tambahnya dalam keterangan yang diunggah pada Senin (8/7/2025).

Menurutnya, banyak orang tua masih merasa takut melepas anak pergi jauh. Namun, justru rasa takut itulah yang harus dihadapi bersama. Dengan mendukung anak merantau, orang tua sebenarnya sedang memberikan bekal berharga: keberanian, ketahanan mental, dan keterampilan hidup.

Selain mengajarkan kemandirian, pengalaman merantau juga memperluas wawasan anak. Mereka belajar menghargai perbedaan, mengenal budaya baru, dan memperluas cara pandang tentang dunia. Semua pengalaman ini tak bisa digantikan hanya dengan tinggal nyaman di rumah.

Bagi Rhenald, merantau adalah “sekolah kehidupan” yang paling nyata. Ia percaya, ketika anak kembali ke rumah, mereka akan membawa banyak cerita, pelajaran, dan rasa syukur yang lebih dalam terhadap keluarga.

Melalui postingan tersebut, Rhenald Kasali sekali lagi menunjukkan visinya sebagai pendidik dan motivator. Merantau bukan hanya tentang meninggalkan rumah, melainkan tentang menemukan diri, membangun keberanian, dan mempersiapkan masa depan yang lebih matang.

Anak Merantau Didik Anak Mandiri Profil Tokoh Psikologi Anak Rhenald Kasali
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleFestival Kampong Tuha, Firnadi Ikhsan Tegaskan Pentingnya Menjaga Nilai gotong Royong
Next Article Warga Desa Sebuntal Kukar Desak Presiden Selesaikan Konflik Bendungan Marangkayu

Informasi lainnya

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

31 Januari 2026

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026

Göbekli Tepe: Terungkapnya Misteri Peradaban Tertua

29 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

28 Januari 2026

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

27 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Tren Global dan Peran Strategis Laporan Keberlanjutan

Bisnis Alfi Salamah

Sahabat AI dan Ilusi Kedaulatan Digital

Editorial Udex Mundzir

Waspadai, Purbaya Anak Buah Luhut

Editorial Udex Mundzir

Pelajaran dari Ju Ji Hoon: Mengenali Penyebab Asam Urat

Daily Tips Assyifa

Jangan Goyang Pemerintah Sah

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi