Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

Jakarta Peringkat Dua Kota Teraman ASEAN 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 13 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

Ilmuwan mencatat panas di lautan belum menurun dan berpotensi memicu cuaca ekstrem global.
Alfi SalamahAlfi Salamah13 April 2026 Lingkungan
Lingkungan
Suhu laut global belum turun 2026
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Para ilmuwan mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap kondisi lautan dunia yang masih menyimpan panas dalam jumlah besar sejak rekor tahun 2025. Data terbaru menunjukkan bahwa suhu panas di dalam laut belum mengalami penurunan signifikan, meski kondisi permukaan sempat sedikit mendingin.

Berdasarkan hasil analisis gabungan dari lebih dari 50 ilmuwan internasional, lautan dunia pada 2025 menyerap sekitar 23 zettajoule energi panas. Jumlah ini setara dengan konsumsi energi global manusia selama puluhan tahun.

Temuan tersebut diperkuat oleh data dari Chinese Academy of Sciences, Copernicus Marine Service, dan NOAA/NCEI yang menunjukkan tren serupa dalam peningkatan suhu laut.

Laut diketahui menyerap lebih dari 90 persen panas akibat efek rumah kaca, sehingga menjadi indikator utama dalam mengukur pemanasan global. Tidak seperti suhu udara yang fluktuatif akibat fenomena El Niño dan La Niña, panas di dalam laut cenderung bertahan dalam jangka waktu panjang.

“Laut menjadi indikator utama perubahan iklim karena kemampuannya menyimpan panas dalam jangka panjang,” ungkap salah satu peneliti dalam laporan tersebut.

Baca Juga:
  • Warga Papua Tolak Tambang Nikel, Menpar Dukung Lindungi Raja Ampat
  • Gempa Poso M 5,8 Picu Tsunami Minor 4 Cm
  • Bima Arya Curhat Kemacetan Bogor pada Heru Budi di Balai Kota DKI
  • Greenpeace: Tambang Nikel Gag Ancam Keanekaragaman Hayati

Meskipun suhu permukaan laut pada 2025 sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya akibat peralihan dari El Niño ke La Niña, jumlah panas yang tersimpan di lapisan laut dalam tetap meningkat. Panas tersebut bahkan tercatat mencapai kedalaman hingga 2.000 meter dari permukaan.

Kondisi ini menyebabkan perubahan signifikan pada pola iklim global. Sekitar 16 persen wilayah laut dunia tercatat mencapai suhu tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Wilayah yang mengalami pemanasan paling cepat meliputi Atlantik tropis dan selatan, Pasifik utara, serta Samudra Selatan.

Peningkatan suhu laut yang tidak merata ini berdampak langsung pada perubahan pola cuaca dan ekosistem laut. Laut yang lebih hangat mempercepat proses penguapan, sehingga meningkatkan kandungan uap air di atmosfer. Akibatnya, curah hujan menjadi lebih tinggi dan memicu terbentuknya badai tropis yang lebih intens.

Sepanjang 2025, kondisi ini dikaitkan dengan berbagai bencana di sejumlah wilayah dunia, termasuk banjir di Asia Tenggara, kekeringan di Timur Tengah, serta banjir di Meksiko dan kawasan Pasifik Barat Laut.

Dampak lain yang tidak kalah penting adalah kenaikan permukaan laut akibat ekspansi termal. Air laut yang lebih hangat akan mengembang, sehingga meningkatkan volume air laut meskipun tanpa tambahan dari pencairan es.

Artikel Terkait:
  • BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem di Jawa Barat hingga 7 Februari
  • Udin Kecam Perusahan hanya Keruk Batubara, Salurkan Bantuan ke Luar Kaltim
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat
  • Sampah Jadi Energi, Empat Proyek PSEL Dimulai Juni

Selain itu, suhu laut yang tinggi juga berkontribusi terhadap meningkatnya intensitas cuaca ekstrem. Laut yang hangat melepaskan panas dan kelembapan ke atmosfer, yang kemudian memperkuat hujan lebat, badai, dan gelombang panas yang berkepanjangan.

Para ilmuwan menegaskan bahwa kondisi ini menjadi peringatan serius bagi dunia. Akumulasi panas di lautan menunjukkan bahwa pemanasan global masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Jika tren ini terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan pada ekosistem laut, tetapi juga pada kehidupan manusia secara luas, termasuk ketahanan pangan, keselamatan wilayah pesisir, hingga stabilitas iklim global.

Jangan Lewatkan:
  • UI Edukasi Bahaya Limbah Minyak Jelantah kepada Siswa SD
  • BMKG Prediksi Banjir Masih Ancam Bali hingga Tiga Hari
  • Jakarta Peringkat 45 Kota Paling Berpolusi di Dunia
  • Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis

Dengan kondisi tersebut, upaya mitigasi perubahan iklim dinilai semakin mendesak untuk dilakukan secara global guna menekan laju pemanasan bumi yang terus meningkat.

Cuaca Ekstrem Lingkungan Global Pemanasan Global Perubahan Iklim Suhu Laut
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJakarta Peringkat Dua Kota Teraman ASEAN 2026

Informasi lainnya

Ekoenzim Lawan Limbah Binatu

13 April 2026

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

12 April 2026

Krisis Plastik Jadi Peluang Gaya Hidup Ramah Lingkungan

11 April 2026

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

5 April 2026

Bandung Dilanda Cuaca Ekstrem, Puluhan Pohon Roboh

3 April 2026

Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

18 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Kisah Keluarga Imran, Inilah Perempuan Terpilih dan Mulia yang Harus Diketahui!

Islami Alfi Salamah

Prabowo dan Titiek Soeharto, Cinta Lama Bersemi Kembali?

Lifestyles Assyifa

Ironi di Balik Program Bergizi

Opini Assyifa

Kebebasan Pers yang Dikikis Diam-Diam

Editorial Udex Mundzir

Siswa SMA di Kebumen Patungan untuk Teman

Happy Assyifa
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi