Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Volkswagen Setuju Pangkas 35.000 Karyawan di Jerman

Langkah ini bertujuan menghemat Rp64 triliun, meski memicu aksi protes besar pekerja.
SilvaSilva30 Desember 2024 Global
Pemangkasan Karyawan Volkswagen 2024
Pemangkasan Karyawan Volkswagen 2024 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Berlin – Volkswagen AG (VW) telah mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja untuk memangkas 35.000 karyawan di Jerman secara bertahap hingga tahun 2030. Kebijakan ini dirancang untuk menghemat biaya operasional hingga 3,79 miliar euro (sekitar Rp64 triliun).

Pengurangan ini akan dilakukan melalui skema pensiun dini dan pemangkasan kapasitas produksi di lima pabrik VW, yang sebelumnya memproduksi hingga 700 ribu kendaraan. Meski demikian, perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga 10 fasilitas produksinya di Jerman hingga tahun 2030.

Kesepakatan ini tercapai setelah negosiasi yang berlangsung selama berbulan-bulan. Serikat pekerja bahkan sempat menggelar dua aksi mogok besar, yang menjadi salah satu protes terbesar dalam sejarah perusahaan.

Selain pemutusan hubungan kerja (PHK), serikat pekerja juga mendesak para eksekutif untuk menerima pemotongan gaji. Sekitar 4.000 manajer VW akan kehilangan bonus tahunan sebesar 10% mulai tahun depan. Bahkan, CEO Volkswagen, Oliver Blume, disebutkan turut menghadapi pemangkasan pendapatan serupa.

Baca Juga:
  • Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk BRICS Demi Dominasi Dolar
  • Klaim Penjelajah Waktu Ramalkan Perang Dunia Ketiga
  • Tentara Putin Kocar-kacir setelah Ukraina Menyerang Rusia di Bakhmut
  • China Siapkan Roket Long March 10 untuk Misi Bulan 2030

Keputusan ini merupakan respons atas menurunnya kinerja penjualan VW, terutama di China, yang merupakan pasar utamanya. Produsen mobil asal Jerman ini juga menghadapi tekanan kompetitif dari pabrikan lokal China seperti BYD, yang kini mulai merambah pasar Eropa dengan agresif.

“Langkah ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjaga daya saing di tengah tantangan global,” kata seorang juru bicara VW.

Namun, kebijakan ini memunculkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap ekonomi Jerman, mengingat industri otomotif merupakan salah satu sektor terbesar penyedia lapangan kerja. Meski dianggap penting untuk keberlanjutan bisnis VW, pengurangan ini menjadi pukulan berat bagi para pekerja dan keluarganya.

Artikel Terkait:
  • Adzanil Prima Septy: Solidaritas Pramuka Indonesia Mendukung Palestina
  • Arab Saudi Dukung Penuh Muslim Demi Melindungi Identitas Islam
  • Arab Saudi Memperbolehkan Kedatangan Kelompok LGBT
  • Protes Besar-Besaran Meletus di Pakistan Usai Penangkapan Mantan PM Imran Khan

Serikat pekerja juga menuntut agar perusahaan tetap melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan strategis di masa mendatang.

Dengan langkah besar ini, Volkswagen diharapkan dapat merampingkan operasinya sambil beradaptasi dengan dinamika industri otomotif yang semakin mengarah pada elektrifikasi dan digitalisasi.

Jangan Lewatkan:
  • Taiwan Larang PNS Gunakan DeepSeek AI, Khawatir Data Bocor ke Cina
  • PBB Nyatakan Gaza Alami Bencana Kelaparan Terparah
  • WOSM Luncurkan Branding Baru untuk Pramuka Dunia
  • China Kecam Israel Atas Serangan Rumah Sakit di Gaza
Industri Otomotif Jerman Pasar China PHK Karyawan Volkswagen VW
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleNguyen Xuan Son Bawa Vietnam ke Final Piala AFF 2024
Next Article Mantan Presiden AS Jimmy Carter Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Tips Anti Baper Saat Lihat Pasangan Halal Muda

Daily Tips Alfi Salamah

Gratis Ongkir Dibatasi, Saatnya Bisnis Logistik Lebih Sehat

Bisnis Ericka

Bebas Bertanggung Jawab

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Rahasia Ayam Goreng Kalasan yang Garing dan Manisnya Pas

Food Alfi Salamah

7 Kunci Sukses ala Bill Gates yang Bisa Kamu Terapkan

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi