Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 29 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Volkswagen Setuju Pangkas 35.000 Karyawan di Jerman

Langkah ini bertujuan menghemat Rp64 triliun, meski memicu aksi protes besar pekerja.
SilvaSilva30 Desember 2024 Global
Pemangkasan Karyawan Volkswagen 2024
Pemangkasan Karyawan Volkswagen 2024 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Berlin – Volkswagen AG (VW) telah mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja untuk memangkas 35.000 karyawan di Jerman secara bertahap hingga tahun 2030. Kebijakan ini dirancang untuk menghemat biaya operasional hingga 3,79 miliar euro (sekitar Rp64 triliun).

Pengurangan ini akan dilakukan melalui skema pensiun dini dan pemangkasan kapasitas produksi di lima pabrik VW, yang sebelumnya memproduksi hingga 700 ribu kendaraan. Meski demikian, perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga 10 fasilitas produksinya di Jerman hingga tahun 2030.

Kesepakatan ini tercapai setelah negosiasi yang berlangsung selama berbulan-bulan. Serikat pekerja bahkan sempat menggelar dua aksi mogok besar, yang menjadi salah satu protes terbesar dalam sejarah perusahaan.

Selain pemutusan hubungan kerja (PHK), serikat pekerja juga mendesak para eksekutif untuk menerima pemotongan gaji. Sekitar 4.000 manajer VW akan kehilangan bonus tahunan sebesar 10% mulai tahun depan. Bahkan, CEO Volkswagen, Oliver Blume, disebutkan turut menghadapi pemangkasan pendapatan serupa.

Baca Juga:
  • Thailand Gelar Rapat Darurat Usai Gempa Myanmar Terasa di Bangkok
  • Prabowo Dorong D-8 Kembangkan Industri Halal dan Perikanan
  • Target New Murabba Sebagai Pusat Kota Modern Dunia
  • Arkeologi dan Narasi Manusia

Keputusan ini merupakan respons atas menurunnya kinerja penjualan VW, terutama di China, yang merupakan pasar utamanya. Produsen mobil asal Jerman ini juga menghadapi tekanan kompetitif dari pabrikan lokal China seperti BYD, yang kini mulai merambah pasar Eropa dengan agresif.

“Langkah ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjaga daya saing di tengah tantangan global,” kata seorang juru bicara VW.

Namun, kebijakan ini memunculkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap ekonomi Jerman, mengingat industri otomotif merupakan salah satu sektor terbesar penyedia lapangan kerja. Meski dianggap penting untuk keberlanjutan bisnis VW, pengurangan ini menjadi pukulan berat bagi para pekerja dan keluarganya.

Artikel Terkait:
  • Menag Dorong Kolaborasi Global Wasathiyah Islam dan Nilai Tionghoa
  • Adzanil Prima Septy: Solidaritas Pramuka Indonesia Mendukung Palestina
  • Kemlu Dampingi 87 Mahasiswa RI Terdampak Larangan Harvard
  • Sekjen PBB: Upaya Pembersihan Etnis Palestina di Gaza Harus Dicegah!

Serikat pekerja juga menuntut agar perusahaan tetap melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan strategis di masa mendatang.

Dengan langkah besar ini, Volkswagen diharapkan dapat merampingkan operasinya sambil beradaptasi dengan dinamika industri otomotif yang semakin mengarah pada elektrifikasi dan digitalisasi.

Jangan Lewatkan:
  • Alert! Ukraina Susun Serangan Besar-besaran ke Jantung Rusia
  • Serangan Rusia di Kyiv Mencapai Tingkat Eskalasi Mengerikan
  • Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah
  • Perkembangan Angkatan Laut China: Ancaman dan Tantangan Merebut Taiwan
Industri Otomotif Jerman Pasar China PHK Karyawan Volkswagen VW
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleNguyen Xuan Son Bawa Vietnam ke Final Piala AFF 2024
Next Article Mantan Presiden AS Jimmy Carter Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun

Islami Alfi Salamah

Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum

Perspektif Udex Mundzir

Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan

Perspektif Udex Mundzir

Hindari Jebakan Kehidupan

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Jangan Lupa! Palestina Dirampas, Israel Berdiri

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi