Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 24 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

655 Honorer Mataram Diduga Bodong Titipan Pejabat

Wali kota menunggu hasil investigasi inspektorat sebelum memutus nasib ratusan honorer non-ASN tanpa data BKN.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati19 November 2025 Daerah
655 Honorer Mataram Diduga Bodong Titipan Pejabat
Ilustrasi tenaga honorer. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Mataram – Riak dugaan tenaga honorer bodong di lingkup Pemkot Mataram kian menguat, bak bongkahan es yang pelan-pelan terbuka di permukaan. Ratusan pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN) disebut tidak tercatat dalam data resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), sementara pemerintah kota masih berhitung sebelum menjatuhkan keputusan yang bisa mengubah nasib mereka.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyampaikan bahwa pihaknya sampai kini masih menunggu laporan lengkap Inspektorat terkait dugaan tenaga honorer bodong tersebut. Dari penelusuran awal, terdapat 655 tenaga honorer di lingkungan Pemkot Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang tidak masuk dalam data base BKN. Investigasi internal telah berjalan sekitar dua pekan sejak laporan indikasi pengangkatan honorer yang diduga tidak sesuai prosedur diterima pemerintah kota.

“Sejauh ini, kami belum terima hasil investigasi Inspektorat berkaitan dengan tenaga honorer tersebut. Jadi kami belum bisa keluarkan kebijakan apa pun,” katanya, seperti dari Antara, Rabu (19/11/2025).

Mohan menjelaskan, 655 tenaga honorer yang tidak terdata di BKN itu sedang dicek satu per satu oleh Inspektorat, mulai dari proses awal pengangkatan hingga kelengkapan administrasi. Pemerintah daerah ingin memastikan apakah mereka direkrut sesuai ketentuan atau justru menyimpang dari regulasi yang berlaku.

“Inspektorat harus lebih detail sebab itu akan menyangkut nasib tenaga orang honorer ke depan,” katanya.

Ia menegaskan, apa pun langkah yang diambil nantinya akan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan kebutuhan organisasi. Mohan masih berharap para tenaga honorer yang ada dapat tetap bekerja seperti biasa, selama mereka menunjukkan kinerja dan kedisiplinan yang baik dalam menjalankan tugas di masing-masing unit kerja.

Baca Juga:
  • ARTOTEL TS Suites, One Deck Night Market Ramaikan Surabaya Selama Agustus
  • Kutim Gelontorkan Rp38,2 M untuk Fasilitas Polda Kaltim
  • HUT Sukahening ke-24, Anton Raksadiwangsa: Tingkatkan Kualitas Ekonomi Masyarakat
  • Pengemasan Produk Jadikan UMKM Susah untuk Bersaing di Pasar

“Tolok ukur yang paling mendasar kami pertimbangkan terkait kedisiplinan dan komitmen mereka terhadap pekerjaan,” katanya.

Namun, Mohan juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada honorer yang terbukti diangkat tanpa prosedur jelas dan tidak menunjukkan etos kerja yang baik. Menurutnya, Kota Mataram membutuhkan pegawai yang benar-benar aktif dan hadir, bukan sekadar nama di daftar gaji.

“Namun jika honorer yang pengangkatannya tidak sesuai ketentuan terbukti tergolong pemalas, keberadaannya bisa anulir karena Kota Mataram butuh pegawai yang rajin dan mau bekerja,” ujarnya.

“Kami tidak mau, mereka hanya terdaftar menjadi honorer dan terima gaji saja. Tapi tidak pernah bekerja,” katanya.

Sinyal serupa disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H Lalu Alwan Basri. Ia mengakui indikasi pegawai non-ASN bodong sangat mungkin berkaitan dengan praktik titipan dari pejabat, kolega, atau pihak-pihak lain yang memiliki kedekatan tertentu.

Artikel Terkait:
  • Aksi Warga Sampang Ricuh, Alun-Alun Rusak dan Polisi Luka-Luka
  • Dedy Cahyadi Kalapas Mojokerto : Kantor Kabarterdepan.com Konsep Yang Visioner
  • Melacak Jejak Keadilan: Tim Pemantau Jaksa Agung Muda Kunjungi Kejati Kaltim
  • Penggelapan CPO: 5 Tersangka Dibekuk, 39 Ton CPO Disita di Barong Tongkok

“Indikasi pegawai non-ASN bodong tersebut kemungkinan atau bisa saja dari titipan pejabat, kolega, dan pihak-pihak lainnya,” ujarnya.

Meski demikian, Alwan menegaskan pemerintah kota tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika hasil investigasi membuktikan adanya pengangkatan tenaga non-ASN yang tidak jelas dasar hukumnya maupun kinerjanya.

“Akan tetapi jika itu memang terbukti ada pegawai non-ASN tidak jelas pengangkatan dan kinerja, kami tentu bisa mengambil langkah tegas sesuai regulasi,” katanya.

Kasus dugaan honorer bodong di Mataram ini menambah deretan persoalan tata kelola kepegawaian di daerah, terutama menjelang penataan status tenaga non-ASN secara nasional. Pemerintah kota kini berada di persimpangan antara menjaga hak para pegawai dan menegakkan aturan agar sistem kepegawaian lebih tertib dan akuntabel.

Jangan Lewatkan:
  • Atasi Kahutla, Pemkab Kukar Serahkan Mobil Damkar Canggih
  • Angkasa Jaya Mendorong Penanganan Konflik Lahan Parkir
  • Penyusunan Sumber Daya Air Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kaltim
  • Pemkab Kukar dan Borneo FC Bersiap Bawa Liga 1 ke Kota Raja

Pada akhirnya, keputusan atas 655 honorer non-data base BKN tersebut akan menjadi ujian bagi komitmen Pemkot Mataram dalam membersihkan praktik titipan sekaligus melindungi tenaga honorer yang benar-benar bekerja dan dibutuhkan untuk pelayanan publik.

Data BKN Honorer Mataram Inspektorat Kota Mataram Tenaga Non-ASN Bodong Wali Kota Mohan Roliskana
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKUHAP Baru Atur Ketat Penyitaan hingga Penahanan
Next Article Durasi Haji 2026 Disingkat, Tinggal 38 Hari bagi Jemaah Indonesia

Informasi lainnya

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

Happy Alfi Salamah

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

Islami Lisda Lisdiawati

Tips Anti Baper Saat Lihat Pasangan Halal Muda

Daily Tips Alfi Salamah

Musik AI Tanpa Hak Cipta

Refleksi Udex Mundzir

Phil Knight dan Nike

Profil Lina Marlina
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi