Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

655 Honorer Mataram Diduga Bodong Titipan Pejabat

Wali kota menunggu hasil investigasi inspektorat sebelum memutus nasib ratusan honorer non-ASN tanpa data BKN.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati19 November 2025 Daerah
655 Honorer Mataram Diduga Bodong Titipan Pejabat
Ilustrasi tenaga honorer. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Mataram – Riak dugaan tenaga honorer bodong di lingkup Pemkot Mataram kian menguat, bak bongkahan es yang pelan-pelan terbuka di permukaan. Ratusan pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN) disebut tidak tercatat dalam data resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), sementara pemerintah kota masih berhitung sebelum menjatuhkan keputusan yang bisa mengubah nasib mereka.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyampaikan bahwa pihaknya sampai kini masih menunggu laporan lengkap Inspektorat terkait dugaan tenaga honorer bodong tersebut. Dari penelusuran awal, terdapat 655 tenaga honorer di lingkungan Pemkot Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang tidak masuk dalam data base BKN. Investigasi internal telah berjalan sekitar dua pekan sejak laporan indikasi pengangkatan honorer yang diduga tidak sesuai prosedur diterima pemerintah kota.

“Sejauh ini, kami belum terima hasil investigasi Inspektorat berkaitan dengan tenaga honorer tersebut. Jadi kami belum bisa keluarkan kebijakan apa pun,” katanya, seperti dari Antara, Rabu (19/11/2025).

Mohan menjelaskan, 655 tenaga honorer yang tidak terdata di BKN itu sedang dicek satu per satu oleh Inspektorat, mulai dari proses awal pengangkatan hingga kelengkapan administrasi. Pemerintah daerah ingin memastikan apakah mereka direkrut sesuai ketentuan atau justru menyimpang dari regulasi yang berlaku.

“Inspektorat harus lebih detail sebab itu akan menyangkut nasib tenaga orang honorer ke depan,” katanya.

Ia menegaskan, apa pun langkah yang diambil nantinya akan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan kebutuhan organisasi. Mohan masih berharap para tenaga honorer yang ada dapat tetap bekerja seperti biasa, selama mereka menunjukkan kinerja dan kedisiplinan yang baik dalam menjalankan tugas di masing-masing unit kerja.

Baca Juga:
  • Festival Kampong Tuha, Firnadi Ikhsan Tegaskan Pentingnya Menjaga Nilai gotong Royong
  • Maraknya Pengeboman Ikan di Bontang Kuala: Ancaman bagi Ekosistem Laut
  • Kepala Kantah Tasikmalaya: Perbaikan Data PTSL Tanpa Biaya
  • RTH MKP Jabon Telan Biaya Hingga 5 M, Bupati Ikfina: Ini untuk Kesejahteraan Rakyat

“Tolok ukur yang paling mendasar kami pertimbangkan terkait kedisiplinan dan komitmen mereka terhadap pekerjaan,” katanya.

Namun, Mohan juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada honorer yang terbukti diangkat tanpa prosedur jelas dan tidak menunjukkan etos kerja yang baik. Menurutnya, Kota Mataram membutuhkan pegawai yang benar-benar aktif dan hadir, bukan sekadar nama di daftar gaji.

“Namun jika honorer yang pengangkatannya tidak sesuai ketentuan terbukti tergolong pemalas, keberadaannya bisa anulir karena Kota Mataram butuh pegawai yang rajin dan mau bekerja,” ujarnya.

“Kami tidak mau, mereka hanya terdaftar menjadi honorer dan terima gaji saja. Tapi tidak pernah bekerja,” katanya.

Sinyal serupa disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H Lalu Alwan Basri. Ia mengakui indikasi pegawai non-ASN bodong sangat mungkin berkaitan dengan praktik titipan dari pejabat, kolega, atau pihak-pihak lain yang memiliki kedekatan tertentu.

Artikel Terkait:
  • Polres Penajam Paser Utara Gelar Operasi Patuh 2023
  • Desa Wunut Bagikan THR Rp200 Ribu per Warga, Termasuk Bayi
  • Pelatihan J-Post Kwarcab Tasikmalaya Kuatkan Relasi dan Perkaya Inovasi
  • Kaltim Tegaskan Komitmen Ketahanan Energi di Forum Migas Nasional

“Indikasi pegawai non-ASN bodong tersebut kemungkinan atau bisa saja dari titipan pejabat, kolega, dan pihak-pihak lainnya,” ujarnya.

Meski demikian, Alwan menegaskan pemerintah kota tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika hasil investigasi membuktikan adanya pengangkatan tenaga non-ASN yang tidak jelas dasar hukumnya maupun kinerjanya.

“Akan tetapi jika itu memang terbukti ada pegawai non-ASN tidak jelas pengangkatan dan kinerja, kami tentu bisa mengambil langkah tegas sesuai regulasi,” katanya.

Kasus dugaan honorer bodong di Mataram ini menambah deretan persoalan tata kelola kepegawaian di daerah, terutama menjelang penataan status tenaga non-ASN secara nasional. Pemerintah kota kini berada di persimpangan antara menjaga hak para pegawai dan menegakkan aturan agar sistem kepegawaian lebih tertib dan akuntabel.

Jangan Lewatkan:
  • Gus Iqdam: Mojokerto Bersyukur Punya Gus Barra
  • Tumpukan Sampah Di tebing Sungai Brantas Desa Mlirip 
  • 36 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, BMKG Ingatkan Warga Waspada
  • Baracudda Minta Polisi Tangkap Kades Manting dan Dirut PT Jisoelman

Pada akhirnya, keputusan atas 655 honorer non-data base BKN tersebut akan menjadi ujian bagi komitmen Pemkot Mataram dalam membersihkan praktik titipan sekaligus melindungi tenaga honorer yang benar-benar bekerja dan dibutuhkan untuk pelayanan publik.

Data BKN Honorer Mataram Inspektorat Kota Mataram Tenaga Non-ASN Bodong Wali Kota Mohan Roliskana
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKUHAP Baru Atur Ketat Penyitaan hingga Penahanan
Next Article Durasi Haji 2026 Disingkat, Tinggal 38 Hari bagi Jemaah Indonesia

Informasi lainnya

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Hasil Pilkada Jakarta Dua Putaran Ditepis KPU

Kroscek Silva

Hindari Jebakan Kehidupan

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Isra’ Mi’raj dan Problem Solving

Islami Syamril Al-Bugisyi

MBG dan Risiko Cobra Effect

Editorial Udex Mundzir

DeepSeek AI: Alternatif AI Murah dari Cina yang Saingi ChatGPT

Techno Assyifa
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi