Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Awal 2025, Tekanan Inflasi Diperkirakan Mengancam Dompet

Kondisi cuaca, Ramadan, dan Lebaran menjadi pemicu utama inflasi awal tahun.
AssyifaAssyifa10 Desember 2024 Ekonomi
Tekanan inflasi Januari 2025 di Indonesia
Waspada! Ancaman ini bisa menguras dompet warga Indonesia di awal 2025.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat signifikan pada Januari 2025. Proyeksi ini terungkap dalam Laporan Survei Penjualan Eceran Oktober 2024, yang dirilis pada Selasa (10/12/2024). Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Januari 2025 tercatat di angka 157,8, naik dari 152,6 pada periode sebelumnya.

Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingginya curah hujan pada Januari 2025 dan musim Ramadan serta Lebaran yang jatuh pada kuartal pertama tahun depan. BI menargetkan inflasi tetap terkendali pada kisaran 1,5%-3,5% sepanjang tahun 2025.

Menurut laporan tersebut, peningkatan inflasi awal tahun juga berdampak pada penurunan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) yang diprediksi sebesar 144,7 pada Januari dan 146,5 pada April 2025. Penurunan ini disebabkan oleh normalisasi permintaan masyarakat setelah momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta setelah Idul Fitri.

Baca Juga:
  • Novita Hardini Tolak Kenaikan PPN pada Sekolah Internasional
  • KPEI Dorong Bank Gabung CCP PUVA untuk Stabilitas Pasar
  • Kemendag Desak AS Hapus Tarif Resiprokal Ekspor Furnitur RI
  • BPS Pindahkan Jadwal Rilis Data Ekspor-Impor ke Awal Bulan

“Peningkatan IEH menunjukkan adanya kenaikan tekanan harga yang bersifat musiman, terutama akibat permintaan tinggi selama Ramadan dan Lebaran,” ungkap laporan BI.

Pengamat ekonomi, Dr. Bima Santoso, menyebut bahwa tekanan inflasi awal tahun adalah fenomena yang sering terjadi di Indonesia. Namun, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Pemerintah perlu memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjaga distribusi agar kenaikan harga tidak berlebihan,” jelasnya.

Artikel Terkait:
  • Ramal Akan ada Bencana Global Gegara AS
  • Pemerintah Didorong Nasionalisasi Aset LNG British Petroleum yang Tak Komitmen
  • Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah
  • MK Batalkan Aturan HGU IKN, Investor Mulai Angkat Kaki

Sebagai langkah mitigasi, BI akan terus memantau dinamika harga dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas inflasi. Selain itu, langkah strategis juga diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan barang terutama pada masa-masa puncak permintaan.

Warga diimbau untuk lebih bijak mengelola anggaran rumah tangga menghadapi potensi lonjakan harga di awal tahun. Inflasi yang meningkat dapat berdampak pada pengeluaran sehari-hari, terutama untuk kebutuhan pokok.

Jangan Lewatkan:
  • Kementan Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Iduladha 2025
  • Diskon Listrik 50 Persen Berlaku, Begini Cara Mendapatkannya
  • PLN Gandeng Swasta Bangun Sistem Listrik Nasional Rp2.133 T
  • Tiga Ruas Tol Gratis Selama Mudik Lebaran 2025
Bank Indonesia Inflasi 2025 Inflasi awal tahun Penjualan Eceran Proyeksi Inflasi Ramadhan dan Lebaran
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePLN Targetkan 1.100 SPKLU Baru untuk Dukung Kendaraan Listrik 2025
Next Article Zulhas: Pembangunan Pangan Indonesia Tertinggal 27 Tahun

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Travel Alfi Salamah

Lebih 12 Persen Tidak Mau Andi Harun Jadi Wali Kota!

Editorial Udex Mundzir

Menguji Gelar Pahlawan Soeharto

Editorial Udex Mundzir

Tantangannya Kebocoran Data Pribadi

Editorial Udex Mundzir

Kisah Inspiratif dari Medan Pertempuran Uhud: Pelajaran Berharga

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi