Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 30 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

DPR: Coretax Harusnya Permudah Pajak, Bukan Bikin Ribet

Komisi XI DPR kritik sistem Coretax yang dinilai belum optimal dan masih bermasalah secara teknis.
ErickaEricka8 Mei 2025 Ekonomi
Evaluasi sistem Coretax oleh DPR RI
Ilustrasi Evaluasi sistem Coretax oleh DPR RI (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Komisi XI DPR RI menyoroti keras implementasi sistem inti perpajakan (Coretax) oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan bahwa masalah mendasar pada sistem tersebut harus segera dibenahi agar tidak menyulitkan wajib pajak.

Pernyataan itu disampaikan usai rapat bersama DJP yang membahas penerimaan pajak tahun 2025 serta evaluasi pelaksanaan Coretax.

Menurut Misbakhun, masalah sistemik dalam Coretax harus ditangani sejalan dengan upaya perbaikan dari dalam sistem itu sendiri.

“Direktorat Jenderal Pajak perlu segera menyelesaikan permasalahan fundamental atas implementasi Coretax sejalan dengan ruang lingkup perbaikan inside Coretax,” ujar Misbakhun pada Kamis (8/5/2025).

Baca Juga:
  • The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Global Stabil Meski Investasi Melemah
  • Presiden Prabowo Pastikan BHR Ojol 2025, Besaran Ditentukan Aplikator
  • Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?
  • WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut

DPR juga meminta agar DJP memberikan relaksasi berupa penghapusan sanksi administratif terhadap wajib pajak yang terdampak gangguan sistem Coretax.

Hal ini penting untuk menghindari beban ganda pada masyarakat.

Anggota Komisi XI, Melchias Markus Mekeng, menambahkan bahwa pemerintah perlu membandingkan penerimaan pajak sebelum dan sesudah penggunaan Coretax.

Ia mempertanyakan efektivitas sistem baru yang dikembangkan dengan biaya besar tersebut.

“Saya mau bandingin tahun 2024 ketika enggak ada Coretax dan 2025 saat sudah pakai Coretax. Bedanya apa dari sisi penerimaan?” ujarnya.

Artikel Terkait:
  • Faisol Riza: Reformasi Regulasi Kunci Stabilitas Ekonomi
  • Pajak Digital Tak Lagi Bisa Dihindari, DJP Sisir Jejak Penghasilan di Medsos
  • Transaksi UMKM Tembus Rp1,1 Triliun per Mei 2025
  • Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

Mekeng juga menyoroti gangguan teknis yang sering terjadi seperti masalah login, perubahan data, hingga gangguan jaringan internet yang menyulitkan proses input pajak.

“Kalau sistemnya bikin ribet, ya enggak ada manfaatnya,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo, mengakui bahwa Coretax mengalami berbagai kendala sejak diluncurkan pada 1 Januari 2025.

Ia menyebut sejumlah perbaikan sudah dilakukan, termasuk pada aspek login, akses data, penerbitan faktur, dan integrasi sistem.

Jangan Lewatkan:
  • Utang Menggunung, WIKA Rugi Rp1,6 Triliun di Semester I 2025
  • Ekspor Indonesia Naik 6,65 Persen, Sawit Jadi Penopang Utama
  • Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah
  • Bank Jatim Mojokerto Maknai Ramadan dengan Silaturahmi

Menurut Suryo, performa sistem kini telah menunjukkan peningkatan dibandingkan awal tahun. Namun, pihaknya masih terus melakukan penyempurnaan agar Coretax benar-benar bisa mendukung peningkatan penerimaan pajak nasional secara optimal.

Coretax DJP Komisi XI DPR Kritik DPR Penerimaan Pajak 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPRD Kaltim Siap Tempuh Jalur Hukum Soal Gaji RSHD
Next Article DPR Tegaskan Direksi BUMN Tak Kebal Hukum

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

6 Alasan Mengapa Suami Harus Memeluk Istri Setiap Hari

Happy Alfi Salamah

Israel vs Iran: Medan Dominasi, Bukan Lagi Proxy

Editorial Udex Mundzir

Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan

Editorial Udex Mundzir

Sikap PDIP: Antara Prinsip dan Kepentingan

Editorial Udex Mundzir

Isuzu Optimis Pangsa Pasarnya akan Naik 1,3 Persen

Bisnis Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi