Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Beban Berat Anggaran, ICWI Dorong KPK Selidiki Penambahan Reses DPD

Penambahan jumlah reses DPD-RI dinilai membebani APBN dan menimbulkan potensi pelanggaran hukum yang harus segera diselidiki KPK.
SilvaSilva13 Januari 2025 Ekonomi
Penambahan Reses DPD Bebani APBN
Penambahan Reses DPD Bebani APBN (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Penambahan jumlah reses Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2024-2029 memunculkan kekhawatiran baru terhadap pengelolaan keuangan negara. Indonesian Corrupt Workflow Investigation (ICWI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki dugaan penyimpangan di balik keputusan tersebut, yang dinilai membebani anggaran negara di tengah defisit fiskal.

Pendiri ICWI, Tommy Diansyah, menilai langkah ini tidak mencerminkan empati terhadap kondisi keuangan negara yang sedang sulit. Penambahan reses justru memperbesar alokasi dana dari APBN. Padahal, saat ini pemerintah tengah berupaya menutup defisit anggaran. Langkah ini sangat tidak bijak.

Menurut Tommy, setiap anggota DPD mendapatkan tunjangan reses sekitar Rp350 juta. Dengan total 152 anggota, biaya tambahan untuk satu kali reses dapat mencapai puluhan miliar rupiah. Jika reses bertambah hingga lima kali dari yang seharusnya empat kali, dampaknya pada APBN sangat signifikan.

Ia juga mengutip sejumlah undang-undang yang diduga dilanggar, termasuk UU MD3 yang menyatakan masa reses DPD harus mengikuti jadwal DPR. Selain itu, UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara melarang pengeluaran anggaran yang tidak tersedia atau tidak cukup dialokasikan.

Baca Juga:
  • Shopee Ungguli TikTok Shop dalam Video Pendek Produk
  • Pemerintah Diingatkan Mitigasi Dampak Kenaikan PPN 12 Persen
  • Cara Aman Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tanpa Pungutan Liar
  • Gelombang Penolakan PPN 12% Merebak di Tengah Sulitnya Ekonomi

Mantan anggota DPD asal Aceh, Fachrul Razy, turut menyampaikan keprihatinannya. Fachrul, yang menjabat selama dua periode, mengaku tidak pernah menemukan praktik serupa sebelumnya. Di masa saya, masa reses selalu empat kali. Tidak pernah ada penambahan di masa sidang terakhir seperti ini.

Fachrul menambahkan bahwa penambahan reses berpotensi melanggar hukum dan mencoreng nama baik lembaga. Ia meminta pimpinan DPD periode 2024-2029 untuk transparan dan mempertimbangkan dampak hukum yang bisa timbul.

Tommy Diansyah juga menyoroti konsep luas korupsi yang mencakup ketidakpatuhan terhadap prinsip pengelolaan keuangan negara. Korupsi tidak hanya soal tindakan pidana, tapi juga pelanggaran terhadap prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.

Tommy berharap KPK segera bertindak dengan mengumpulkan bukti dan melakukan penyelidikan. Kerugian rakyat sebagai pembayar pajak sangat besar. Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk bagi lembaga negara lainnya.

Artikel Terkait:
  • Rupiah Kuat di Rp16.390, Pasar Tunggu Rilis Ekonomi Kuartal I
  • Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali
  • Brunch di Istana, Prabowo Gaet Komitmen Investasi Besar dari AS
  • Fenomena Clipper, Profesi Baru yang Bikin Sarjana Geleng Kepala

Penggunaan anggaran untuk reses menjadi sorotan karena bersifat lump sum. Anggaran tersebut tidak hanya mencakup biaya perjalanan, tetapi juga tunjangan harian dan berbagai pengeluaran lainnya. Beban ini harus dikelola secara ketat untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan.

Ia juga menyerukan agar mekanisme pengawasan anggaran DPD diperketat. Transparansi sangat penting agar rakyat bisa mengetahui ke mana uang mereka digunakan.

ICWI mendesak KPK untuk mengambil langkah cepat dalam kasus ini. Kita tidak bisa membiarkan anggaran negara digunakan dengan cara yang melanggar prinsip hukum dan etika. Penegakan hukum harus dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik.

Jangan Lewatkan:
  • Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun
  • Surplus Dagang Indonesia Bertahan 61 Bulan, Mei Tembus USD 4,3 Miliar
  • Indonesia Resmi Gabung BRICS, Siap Perluas Kerja Sama Ekonomi
  • Menabung Tak Cukup di Era Sekarang
APBN ICWI Korupsi Anggaran KPK Reses DPD
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKuota Haji Indonesia 2025 Disepakati 221 Ribu Jemaah
Next Article Hasto Diperiksa 2 Perkara dan Siap Jalani Pemeriksaan Lanjutan

Informasi lainnya

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Kenali Self-Love Language Kamu, Biar Lebih Sayang Diri Sendiri

Daily Tips Alfi Salamah

Pengalaman Naik Bus Umum Samarinda-Balikpapan: Tiket Murah, Musik Dangdut, dan Jalanan Bergelombang

Travel Udex Mundzir

Cara Penyembelihan atau Mematikan Hewan Menurut Syariat Islam, Pelaksanaan Qurban di Hari Iduladha

Islami Udex Mundzir

Adab Bertemu Guru dalam Islam

Islami Assyifa

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi