Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

5 Tuntutan Aksi Indonesia Gelap: Mahasiswa Desak Perubahan Nasional

SilvaSilva17 Februari 2025 Nasional
Tuntutan Mahasiswa Aksi Indonesia Gelap 2025
Tuntutan Mahasiswa Aksi Indonesia Gelap 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ribuan mahasiswa dari berbagai daerah yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” di berbagai wilayah, mulai Senin (17/02/2025) hingga Rabu (19/02/2025). Aksi ini memprotes kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tidak berpihak pada rakyat dan mengancam sektor pendidikan.

Koordinator Pusat BEM SI, Heriyanto, menyebutkan bahwa gerakan ini melibatkan lebih dari 5.000 mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia. Aksi diwarnai simbol Garuda berlatar hitam, melambangkan keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi bangsa yang dinilai “gelap” akibat kebijakan yang merugikan masyarakat.

“Pemerintah terus mengeluarkan kebijakan yang tidak melibatkan rakyat dan mencederai sektor pendidikan. Kami menuntut agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh,” ujar Heriyanto saat ditemui di lokasi aksi di Jakarta, Senin (17/02/2025).

Dalam aksi ini, mahasiswa membawa lima tuntutan utama. Pertama, pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 karena dianggap memicu pemangkasan anggaran yang berdampak negatif terhadap pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Mahasiswa menilai kebijakan ini dibuat tanpa mempertimbangkan dampak sosial bagi masyarakat kecil.

Tuntutan kedua adalah penolakan terhadap revisi Undang-Undang Minerba. Pasal dalam revisi itu yang memperbolehkan perguruan tinggi mengelola tambang dinilai dapat mengancam independensi akademik. Mahasiswa khawatir kampus justru dijadikan alat kepentingan bisnis yang berpotensi merusak lingkungan.

Baca Juga:
  • RUU PPRT Disiapkan untuk Melindungi dan Menjamin Hak Pekerja Rumah Tangga
  • Menag: Santri Harus Bangga, Bukan Kelompok “The Second Population”
  • Mobil Tahanan Natalia Rusli Disergap Massa Koalisi Mahasiswa Hukum
  • Bolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?

Ketiga, mahasiswa menuntut pencairan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan tanpa hambatan birokrasi. Mereka menilai tertundanya tunjangan dapat menurunkan kualitas pendidikan.

Keempat, evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap membebani anggaran pendidikan. Mahasiswa menilai program tersebut harus diaudit karena diragukan efektivitasnya, sekaligus meminta agar anggaran MBG dipisahkan dari dana pendidikan.

Tuntutan kelima, mahasiswa mendesak agar pemerintah membuat kebijakan publik yang berbasis riset ilmiah dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Mereka mengkritik pemerintah yang kerap membuat kebijakan secara serampangan tanpa kajian akademik yang matang.

Pengamat politik Universitas Indonesia, Dr. Arya Setiawan, menilai lima tuntutan yang diajukan mahasiswa mencerminkan kegelisahan publik atas arah kebijakan pemerintah.

“Kritik mahasiswa ini relevan, terutama terkait anggaran pendidikan dan program MBG. Pemerintah harus membuka ruang dialog dengan akademisi dan masyarakat sipil agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran,” kata Arya.

Artikel Terkait:
  • Libur Waisak, KAI Jakarta Operasikan 444 Perjalanan KA
  • Menag Buka MTQ Internasional IV di Jakarta, 60 Peserta dari 38 Negara
  • Rapimnas PJS Matangkan Langkah ke Dewan Pers
  • Presiden Undang Semua Capres, Berikan Dukungan

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Nadiem Makarim, mengaku menghormati aspirasi mahasiswa dan memastikan pihaknya akan mengevaluasi alokasi anggaran pendidikan agar lebih efektif.

“Kami akan mendengarkan masukan mahasiswa dan memastikan setiap kebijakan yang kami ambil selalu mengutamakan kepentingan pendidikan nasional,” ujar Nadiem melalui keterangan tertulis, Senin (17/02/2025).

Aksi “Indonesia Gelap” rencananya akan mencapai puncaknya pada Kamis (20/2/2025) dengan demonstrasi besar di Jakarta, yang diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan mahasiswa dari berbagai daerah.

Jangan Lewatkan:
  • BPH Migas Dapat Wewenang Baru Awasi Distribusi Elpiji 3 Kg
  • KRL Merak Dibatasi hingga Cilegon Saat Mudik Lebaran
  • Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025
  • Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

Mahasiswa berharap pemerintah bersikap responsif terhadap tuntutan mereka, demi menciptakan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat dan memastikan pendidikan Indonesia tidak dikorbankan demi program populis sesaat.

Aksi Indonesia Gelap Demo Mahasiswa Inpres 1/2025 Program MBG Tuntutan Mahasiswa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPK Desak Hasto Penuhi Panggilan Pemeriksaan Sebagai Warga Baik
Next Article Halal Kulture District Ajak Muslim Muda Sambut Ramadan Lebih Mindful

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Larangan Baju Bekas: Tegas Boleh, Serampangan Jangan

Editorial Udex Mundzir

Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan

Refleksi Udex Mundzir

Bahaya Riba dalam Islam dan Cara Menghindarinya

Islami Ericka

Kabut Dalang, Gagalnya Aparat

Editorial Udex Mundzir

Manusia Bersifat Air

Refleksi Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi