Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026

Amsal Sitepu Bebas, Kasus Video Desa Karo Gugur

Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 1 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026

Bulan purnama April 2026 hadir sebagai Pink Moon, fenomena langit indah yang dapat diamati sepanjang malam.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati1 April 2026 Saintek
Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026
gambar bulan purnama saat terbit (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Langit malam awal April 2026 seolah menjadi panggung alam yang sunyi namun memikat, ketika fenomena Pink Moon kembali hadir menyapa pengamat langit di berbagai wilayah Indonesia. Meski namanya terdengar romantis, bulan ini tidak benar-benar berwarna merah muda, melainkan tetap bersinar putih kekuningan seperti purnama pada umumnya.

Fenomena Pink Moon diperkirakan terjadi pada Rabu malam 1 April hingga Kamis dini hari 2 April 2026. Peristiwa ini merupakan fase bulan purnama yang rutin terjadi setiap tahun, namun memiliki penamaan khas untuk bulan April. Menurut penjelasan astronom dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), istilah tersebut berasal dari tradisi Amerika Utara, bukan dari perubahan warna bulan itu sendiri.

“Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media,” ujar Thomas Djamaluddin pada Selasa (31/3/2026).

Fenomena ini dapat diamati dengan mudah tanpa bantuan alat khusus. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah sejak maghrib hingga menjelang matahari terbit, ketika bulan berada dalam posisi optimal dan tampak terang di langit. Meski demikian, penggunaan teleskop atau kamera dapat memberikan detail lebih jelas, terutama bagi pengamat yang ingin melihat permukaan bulan secara lebih rinci.

Secara ilmiah, Pink Moon tidak membawa dampak berbahaya bagi manusia. Namun, seperti fase bulan purnama lainnya, fenomena ini dapat memengaruhi pasang surut air laut. Hal tersebut terjadi karena posisi Bulan dan Matahari yang hampir sejajar dengan Bumi, sehingga gaya gravitasi yang dihasilkan menjadi lebih kuat dibandingkan hari biasa.

Selain nilai ilmiah, fenomena ini juga memiliki nilai kultural. Nama “Pink Moon” diyakini berasal dari bunga liar berwarna merah muda, phlox, yang mekar di musim semi di Amerika Utara. Penamaan ini mencerminkan hubungan antara siklus alam dan tradisi masyarakat setempat, bukan kondisi visual bulan itu sendiri.

Fenomena Pink Moon menjadi salah satu peristiwa astronomi yang dinantikan setiap tahunnya karena keindahannya yang mudah dinikmati oleh masyarakat luas. Dengan kondisi cuaca cerah, momen ini dapat menjadi kesempatan bagi siapa saja untuk sejenak menikmati langit malam dan menyaksikan keteraturan alam semesta.

Pada akhirnya, Pink Moon bukan sekadar fenomena langit, melainkan pengingat bahwa keindahan alam sering kali hadir dalam kesederhanaan yang bisa dinikmati tanpa batas.

BRIN Bulan Purnama Fenomena Astronomi Langit Malam Indonesia Pink Moon
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAmsal Sitepu Bebas, Kasus Video Desa Karo Gugur

Informasi lainnya

Resonansi Orbit dan Gerhana Total

3 Maret 2026

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI

3 Maret 2026

VISTA Research Center Resmi Terdaftar BRIN

27 Februari 2026

Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?

28 Desember 2025

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

26 Desember 2025

Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

21 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Madinah Menjadi Rumah 75 Kloter Jamaah Haji Indonesia

Islami Alfi Salamah

Kemenag Pantau Hilal di 125 Lokasi, Puasa Bisa Dimulai 1 Maret

Islami Assyifa

Meraih Berkah, Inilah Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah

Islami Alfi Salamah

Keunikan Budaya dan Kemajuan Teknologi, Inilah Keistimewaan Jepang

Travel Alfi Salamah

Etika Digital dalam Islam

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati25 Maret 2026

Imtihan MDTU Al Barokah Cihuni Capai Puncak Acara

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

Masjid di Sydney Diancam Penembakan, PM Australia Kutuk Islamofobia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi