Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dating Tanpa Alkohol, Tren Baru Generasi Muda

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

Gen Z Mulai Bosan dengan Aplikasi Kencan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 25 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

Kenaikan tagihan listrik rumah tangga ramai dikeluhkan warganet saat cuaca panas melanda.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati5 Mei 2026 Ekonomi
Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap
Ilustrasi listrik padam (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Panas di luar, panas pula melihat tagihan.” Keluhan itu menggambarkan keresahan sejumlah pelanggan listrik yang ramai menyuarakan lonjakan tagihan April 2026 di media sosial. Sebagian warganet mengaku tagihan bulanannya naik tajam, bahkan hampir dua kali lipat, meski tidak merasa menambah perangkat elektronik atau mengubah pola pemakaian listrik di rumah.

Keluhan tersebut mencuat sejak Sabtu (2/5/2026), ketika beberapa pengguna media sosial membagikan pengalaman tagihan listrik yang meningkat signifikan.

Ada pelanggan yang biasanya membayar sekitar Rp 800.000, tetapi dalam dua bulan terakhir tagihannya naik menjadi Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta. Pengguna lain menyebut tagihan dua meteran yang biasanya berkisar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta melonjak menjadi Rp 9,6 juta.

Kondisi itu terjadi bersamaan dengan periode April-Mei 2026, saat sejumlah daerah di Indonesia mulai memasuki cuaca lebih panas pada musim kemarau.

“Terkait ramainya informasi yang beredar di media sosial mengenai keluhan kenaikan tagihan listrik bulan April 2026, kami menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, saat dihubungi pada Senin (4/5/2026).

Baca Juga:
  • Kunjungan Wisatawan Asing Naik 20%, Tertinggi dalam 5 Tahun
  • Prabowo Luncurkan Danantara, Strategi Baru Kelola Investasi Nasional
  • MK Batalkan Aturan HGU IKN, Investor Mulai Angkat Kaki
  • Diberi Waktu Sebulan, Pengecer LPG 3 Kg Bisa Beralih Jadi Pangkalan

Gregorius memastikan tarif listrik periode April-Juni 2026 tetap stabil dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya. Menurutnya, PLN menjalankan kebijakan tarif sesuai ketentuan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Karena itu, lonjakan tagihan pelanggan tidak berkaitan dengan perubahan harga listrik, melainkan lebih mungkin dipengaruhi peningkatan konsumsi harian.

“Untuk periode April-Juni 2026, tarif listrik tetap stabil dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya,” ujar Gregorius.

PLN mengimbau pelanggan memantau pemakaian listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Pelanggan pascabayar dapat mengecek riwayat penggunaan, sedangkan pelanggan prabayar bisa melihat riwayat pembelian token. Cara ini dinilai membantu masyarakat mengenali pola konsumsi, terutama ketika penggunaan perangkat pendingin ruangan meningkat akibat cuaca panas.

Manajer Komunikasi, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, menjelaskan bahwa kenaikan tagihan umumnya terjadi karena konsumsi listrik bertambah. Saat suhu meningkat, perangkat seperti AC, kipas angin, dan kulkas bekerja lebih sering atau lebih berat, sehingga energi yang terserap menjadi lebih besar.

“Pada periode cuaca panas, penggunaan peralatan seperti AC, kipas angin, dan kulkas cenderung meningkat, sehingga konsumsi listrik ikut naik,” kata Dana.

Artikel Terkait:
  • Lawan ‘Gaptek’, Debby Dafilah Bimbing UMKM Cisayong Percaya Diri Jualan di TikTok Live
  • Pesan Khusus Jokowi untuk Gubernur BI: Menaklukkan Era Ekonomi Digital
  • Kemenpar Gandeng Prancis Genjot Kunjungan Wisatawan
  • Prabowo Pangkas Anggaran MBG Jadi Rp10.000

Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta, Toto Sukisno, juga menyebut AC dapat menjadi salah satu penyebab utama kenaikan konsumsi. Ketika suhu udara tinggi, kompresor AC bekerja lebih keras untuk menjaga suhu ruangan tetap dingin. Jika perangkat kurang terawat, konsumsi listrik bisa semakin boros.

“Mengapa durasi pemakaiannya meningkat? Kalau pada AC contohnya, salah satunya disebabkan cuaca panas yang mengakibatkan kerja kompresor menjadi ekstra sehingga konsumsi energinya naik,” ujar Toto.

Untuk menekan tagihan, pelanggan disarankan menggunakan listrik sesuai kebutuhan, mematikan perangkat yang tidak dipakai, mencabut colokan elektronik, mengatur suhu AC pada kisaran 22-26 derajat Celsius, serta merawat perangkat pendingin secara rutin. Pemanfaatan ventilasi alami pada siang hari juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada AC atau kipas angin.

Di tengah keluhan warganet, PLN menegaskan bahwa kenaikan tagihan April 2026 bukan akibat perubahan tarif. Lonjakan lebih banyak dipengaruhi pola konsumsi listrik saat cuaca panas, sehingga pemantauan pemakaian dan kebiasaan hemat energi menjadi kunci agar tagihan tetap terkendali.

Jangan Lewatkan:
  • Laporan Investigasi: eFishery Diduga Palsukan Data Keuangan
  • 9,3 Ton Tuna Asal Padang Diekspor ke Uni Emirat Arab
  • Bapanas Catat Kenaikan Harga Telur dan Cabai, Beras dan Minyak Turun
  • Prabowo Minta Regulasi Migas Disederhanakan untuk Dorong Investasi

Cuaca Panas Hemat Energi PLN Mobile Tagihan Listrik Tarif listrik
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMBG dan Risiko Cobra Effect
Next Article Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Investasi Milenial Kini dan Masa Depan

Perspektif Alfi Salamah

Temukan 3 Jam Produktif dalam Seharimu!

Daily Tips Assyifa

Kemenangan 30 Muslim melawan Ribuan Kafir Quraisy

Islami Alfi Salamah

Wartawan Gadungan, Luka di Wajah Jurnalisme

Editorial Udex Mundzir

Lindungi Uangmu, Cerdas Finansial dengan PeKA

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi