Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 8 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Krisis Sritex: 3.500 Buruh Dirumahkan Tanpa Gaji

Sritex menghadapi tekanan berat, bahan baku menipis dan ancaman pailit kian nyata.
AssyifaAssyifa24 Desember 2024 Ekonomi
Sekitar 3.500 karyawan Sritex terpaksa dirumahkan akibat krisis pasokan bahan baku.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Situasi di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) semakin genting. Menipisnya bahan baku produksi membuat 3.000 hingga 3.500 buruh dirumahkan tanpa gaji. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas krisis keuangan perusahaan yang ditetapkan berstatus pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang, keputusan yang dikuatkan Mahkamah Agung (MA).

Koordinator Serikat Pekerja Sritex Group, Slamet Kaswanto, menyebut bahan baku yang ada saat ini hanya akan cukup untuk bertahan satu bulan ke depan.

“Bahan baku mulai menipis, bertahan kurang lebih sebulan. Jika habis, buruh tidak ada pekerjaan,” ujar Slamet sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia, Selasa (24/12/2024).

Ia juga menyayangkan minimnya langkah konkret dari pemerintah.

Baca Juga:
  • BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru
  • DPR RI Siap Dukung Efisiensi Anggaran 2026, Asal Pro Rakyat
  • Kapolri dan Panglima TNI Tanam Jagung, Luncurkan Gugus Tugas Ketahanan Pangan
  • Indonesia Tawarkan Telur Sebagai Alat Negosiasi Tarif AS

“Sejauh ini, bantuan dari pemerintah belum ada. Hanya Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang datang memastikan tidak ada PHK, tapi jika bahan baku habis, dampaknya tak terelakkan,” tambahnya.

Serikat pekerja Sritex merencanakan aksi damai di Istana Negara dan Mahkamah Agung untuk mendesak perhatian atas nasib ribuan buruh. Aksi ini bertujuan memprotes lambannya upaya pemerintah dan keputusan hukum yang membawa perusahaan ke jurang kehancuran.

Selain itu, Slamet menyoroti bahwa pekerja yang masih aktif mendapatkan gaji, namun mereka yang dirumahkan tidak menerima upah sama sekali.

“Yang masih bekerja digaji, sedangkan yang dirumahkan tidak digaji,” tegas Slamet.

Artikel Terkait:
  • Said Iqbal Kritik Pengusaha yang Protes Kenaikan UMP 6,5%
  • Belanja Pemerintah Kuartal I Turun, Efisiensi Jadi Sorotan
  • Indonesia Jadi Negara Pertama yang Diterima AS Bahas Tarif Impor
  • Kemensos Cairkan Bansos Penebalan untuk Bulan Juni dan Juli

Meski Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, sudah mengunjungi lokasi untuk memastikan tidak terjadi PHK massal, Slamet menilai hal tersebut tidak cukup. Ia meminta pemerintah turun tangan lebih serius untuk menyelamatkan perusahaan dan ribuan pekerjanya.

“Kami berharap ada langkah penyelamatan nyata, termasuk suplai bahan baku atau keringanan operasional, agar roda produksi tetap berjalan,” kata Slamet.

Krisis yang menimpa Sritex ini menjadi sinyal bahwa industri tekstil nasional membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam menghadapi persaingan global dan tekanan ekonomi pasca-pandemi.

Jangan Lewatkan:
  • Ekspansi Produk Pelumas Pertamina Lubricants Berkibar di Pasar Australia
  • Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan di 15 Provinsi
  • Wakil Ketua DPR: Larangan Pengecer Jual LPG 3 Kg Bukan dari Prabowo
  • Ternyata, Kenaikan UMP 6,5% Masih Gunakan Rumus Jokowi
Buruh Dirumahkan Industri Tekstil Krisis Ekonomi Sritex Sritex Pailit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHasto Tersangka, Pengaruh Pimpinan KPK Baru?
Next Article Nasib Honorer Tidak Lolos PPPK: Pekerja Paruh Waktu Jadi Solusi

Informasi lainnya

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

28 Oktober 2026

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

27 Oktober 2026

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Harapan Terwujud: Jamaah Haji Tambahan Menyentuh Tanah Suci

Islami Alfi Salamah

Empat Kunci Hidup Tenang dalam Islam

Islami Alfi Salamah

Rahasia Minyak Zaitun untuk Kulit dan Rambut Sehat

Daily Tips Ericka

Risma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi

Profil Adit Musthofa

Ijazah Jokowi dan Dagelan Akademik

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi