Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 19 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Krisis Sritex: 3.500 Buruh Dirumahkan Tanpa Gaji

Sritex menghadapi tekanan berat, bahan baku menipis dan ancaman pailit kian nyata.
AssyifaAssyifa24 Desember 2024 Ekonomi
Sekitar 3.500 karyawan Sritex terpaksa dirumahkan akibat krisis pasokan bahan baku.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Situasi di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) semakin genting. Menipisnya bahan baku produksi membuat 3.000 hingga 3.500 buruh dirumahkan tanpa gaji. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas krisis keuangan perusahaan yang ditetapkan berstatus pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang, keputusan yang dikuatkan Mahkamah Agung (MA).

Koordinator Serikat Pekerja Sritex Group, Slamet Kaswanto, menyebut bahan baku yang ada saat ini hanya akan cukup untuk bertahan satu bulan ke depan.

“Bahan baku mulai menipis, bertahan kurang lebih sebulan. Jika habis, buruh tidak ada pekerjaan,” ujar Slamet sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia, Selasa (24/12/2024).

Ia juga menyayangkan minimnya langkah konkret dari pemerintah.

Baca Juga:
  • KPPU Ungkap Tagihan Rafaksi Minyak Goreng Rp 1,1 Triliun
  • Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia
  • Beban Berat Anggaran, ICWI Dorong KPK Selidiki Penambahan Reses DPD
  • Konflik Iran-Israel Uji Ketahanan Ekonomi Indonesia

“Sejauh ini, bantuan dari pemerintah belum ada. Hanya Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang datang memastikan tidak ada PHK, tapi jika bahan baku habis, dampaknya tak terelakkan,” tambahnya.

Serikat pekerja Sritex merencanakan aksi damai di Istana Negara dan Mahkamah Agung untuk mendesak perhatian atas nasib ribuan buruh. Aksi ini bertujuan memprotes lambannya upaya pemerintah dan keputusan hukum yang membawa perusahaan ke jurang kehancuran.

Selain itu, Slamet menyoroti bahwa pekerja yang masih aktif mendapatkan gaji, namun mereka yang dirumahkan tidak menerima upah sama sekali.

“Yang masih bekerja digaji, sedangkan yang dirumahkan tidak digaji,” tegas Slamet.

Artikel Terkait:
  • Harga BBM Non-Subsidi Turun, Kado Lebaran dari Pemerintah
  • Tiga Ruas Tol Gratis Selama Mudik Lebaran 2025
  • Kemenduk Bangga Siapkan Kartu Lansia, Beri Akses Gratis dan Diskon Khusus
  • UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan

Meski Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, sudah mengunjungi lokasi untuk memastikan tidak terjadi PHK massal, Slamet menilai hal tersebut tidak cukup. Ia meminta pemerintah turun tangan lebih serius untuk menyelamatkan perusahaan dan ribuan pekerjanya.

“Kami berharap ada langkah penyelamatan nyata, termasuk suplai bahan baku atau keringanan operasional, agar roda produksi tetap berjalan,” kata Slamet.

Krisis yang menimpa Sritex ini menjadi sinyal bahwa industri tekstil nasional membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam menghadapi persaingan global dan tekanan ekonomi pasca-pandemi.

Jangan Lewatkan:
  • 28 Ribu Pegawai BUMN Terima Bansos, DPR Minta DTSEN Dibenahi
  • LPG 3 Kg Tak Lagi Dijual Pengecer, Pemerintah Pastikan Distribusi Tepat Sasaran
  • Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja
  • Wamendag Ajak JAPINDA Hadapi Tantangan Perdagangan Global
Buruh Dirumahkan Industri Tekstil Krisis Ekonomi Sritex Sritex Pailit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHasto Tersangka, Pengaruh Pimpinan KPK Baru?
Next Article Nasib Honorer Tidak Lolos PPPK: Pekerja Paruh Waktu Jadi Solusi

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Surat Fatir, Munculnya Uban sebagai Pemberi Peringatan

Islami Alfi Salamah

TikTok & Konten Viral

Perspektif Alfi Salamah

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Travel Alfi Salamah

Adam D’Angelo: Pendiri Quora dan Mantan CTO Facebook

Profil Ericka

Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Siapa Masuk Penjara?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi