Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 29 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Krisis Sritex: 3.500 Buruh Dirumahkan Tanpa Gaji

Sritex menghadapi tekanan berat, bahan baku menipis dan ancaman pailit kian nyata.
AssyifaAssyifa24 Desember 2024 Ekonomi
Sekitar 3.500 karyawan Sritex terpaksa dirumahkan akibat krisis pasokan bahan baku.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Situasi di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) semakin genting. Menipisnya bahan baku produksi membuat 3.000 hingga 3.500 buruh dirumahkan tanpa gaji. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas krisis keuangan perusahaan yang ditetapkan berstatus pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang, keputusan yang dikuatkan Mahkamah Agung (MA).

Koordinator Serikat Pekerja Sritex Group, Slamet Kaswanto, menyebut bahan baku yang ada saat ini hanya akan cukup untuk bertahan satu bulan ke depan.

“Bahan baku mulai menipis, bertahan kurang lebih sebulan. Jika habis, buruh tidak ada pekerjaan,” ujar Slamet sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia, Selasa (24/12/2024).

Ia juga menyayangkan minimnya langkah konkret dari pemerintah.

Baca Juga:
  • KPEI Dorong Bank Gabung CCP PUVA untuk Stabilitas Pasar
  • Blokir Rekening Nganggur Dinilai Gegabah, DPR Siap Panggil PPATK
  • Diskon 50 Persen Tarif Listrik Berakhir, Biaya Hidup Makin Berat
  • Banggar: Prabowo Tak Bisa Serta Merta Turunkan PPN

“Sejauh ini, bantuan dari pemerintah belum ada. Hanya Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang datang memastikan tidak ada PHK, tapi jika bahan baku habis, dampaknya tak terelakkan,” tambahnya.

Serikat pekerja Sritex merencanakan aksi damai di Istana Negara dan Mahkamah Agung untuk mendesak perhatian atas nasib ribuan buruh. Aksi ini bertujuan memprotes lambannya upaya pemerintah dan keputusan hukum yang membawa perusahaan ke jurang kehancuran.

Selain itu, Slamet menyoroti bahwa pekerja yang masih aktif mendapatkan gaji, namun mereka yang dirumahkan tidak menerima upah sama sekali.

“Yang masih bekerja digaji, sedangkan yang dirumahkan tidak digaji,” tegas Slamet.

Artikel Terkait:
  • Kementerian PKP Siapkan Skema FLPP untuk Rumah Susun
  • Defisit APBN 2025 Tetap 2,5%, Pemerintah Waspadai Risiko
  • Gelombang Penolakan PPN 12 Persen, Indef Sarankan Perppu
  • Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan di 15 Provinsi

Meski Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, sudah mengunjungi lokasi untuk memastikan tidak terjadi PHK massal, Slamet menilai hal tersebut tidak cukup. Ia meminta pemerintah turun tangan lebih serius untuk menyelamatkan perusahaan dan ribuan pekerjanya.

“Kami berharap ada langkah penyelamatan nyata, termasuk suplai bahan baku atau keringanan operasional, agar roda produksi tetap berjalan,” kata Slamet.

Krisis yang menimpa Sritex ini menjadi sinyal bahwa industri tekstil nasional membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam menghadapi persaingan global dan tekanan ekonomi pasca-pandemi.

Jangan Lewatkan:
  • DPR: Coretax Harusnya Permudah Pajak, Bukan Bikin Ribet
  • Prabowo Tunjuk Rosan Roeslani Pimpin Danantara, Erick Thohir Jadi Pengawas
  • Pembatasan Penyaluran BBM Subsidi Segera Diumumkan
  • Indonesia-AS Perkuat Pengendalian Ekspor dan Keamanan Perbatasan
Buruh Dirumahkan Industri Tekstil Krisis Ekonomi Sritex Sritex Pailit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHasto Tersangka, Pengaruh Pimpinan KPK Baru?
Next Article Nasib Honorer Tidak Lolos PPPK: Pekerja Paruh Waktu Jadi Solusi

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Tips Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif

Daily Tips Ericka

Urban Farming: Mandiri di Kota

Perspektif Alfi Salamah

Kebebasan Pers yang Dikikis Diam-Diam

Editorial Udex Mundzir

Revisi Dam: Ibadah atau Administrasi?

Editorial Udex Mundzir

Selamat Tinggal Agustus Kelabu: Tinggalkan Joget-joget di Istana

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi