Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ekonomi Kurban 2025 Merosot ke Rp27,1 Triliun, Terendah Sejak Pandemi

Jumlah pekurban menurun tajam akibat gelombang PHK dan melemahnya daya beli kelas menengah di kota-kota besar.
ErickaEricka27 Mei 2025 Ekonomi
Penurunan Ekonomi Kurban Indonesia 2025
Penurunan Ekonomi Kurban Indonesia 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Potensi ekonomi kurban nasional pada 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Lembaga riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) mencatat bahwa estimasi nilai ekonomi kurban tahun ini hanya mencapai Rp27,1 triliun, lebih rendah dari tahun 2024 yang sebesar Rp28,3 triliun. Penurunan ini juga tercatat lebih rendah dibanding masa pandemi tahun 2021 dan 2022.

Peneliti IDEAS, Tira Mutiara, menjelaskan dalam keterangan resminya pada Selasa (27/5/2025) bahwa jumlah pekurban pada tahun ini diperkirakan hanya 1,92 juta, turun sekitar 233 ribu dari tahun sebelumnya yang mencapai 2,16 juta. Bahkan angka ini masih lebih rendah dibanding saat pandemi COVID-19 yang mencatat sekitar 2,11 juta pekurban (2021) dan 2,17 juta pekurban (2022).

“Penurunan tajam ini disebabkan oleh semakin menurunnya jumlah masyarakat dari kelas menengah dan atas yang berdaya beli tinggi, akibat lemahnya perlindungan negara terhadap kelompok ini,” ujar Tira.

Ia merinci bahwa kebutuhan hewan kurban 2025 terdiri dari sekitar 1,1 juta ekor domba-kambing (doka) dan sekitar 503 ribu ekor sapi. Namun, kapasitas ekonomi masyarakat tampak melemah, dipengaruhi oleh gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terus berlanjut sejak tahun lalu.

Menurut data IDEAS, sepanjang 2024 setidaknya terjadi 77.965 PHK, dengan kontribusi terbesar dari provinsi yang memiliki pusat ekonomi seperti Jakarta (17.085 orang), Jawa Tengah (13.130 orang), Banten (13.042 orang), dan Jawa Barat (10.661 orang). Sementara pada Januari hingga 20 Mei 2025, PHK telah menimpa 26.455 orang.

“Kondisi ini memperparah penurunan konsumsi kelas menengah awal, terutama untuk kebutuhan di luar kebutuhan pokok seperti ibadah kurban,” jelas Tira.

Faktor lain yang memicu penurunan adalah sentimen negatif terhadap perekonomian nasional, perlambatan investasi, serta kekhawatiran terhadap ketidakpastian global akibat konflik dagang antara AS dan China. Semua ini menyebabkan konsumsi rumah tangga tidak tumbuh signifikan, tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 yang hanya mencapai 4,87 persen.

Meski demikian, Tira menekankan bahwa ibadah kurban tetap memiliki potensi besar untuk membangkitkan sektor peternakan nasional. Dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo, sektor peternakan diharapkan menjadi pilar penting ketahanan pangan dan penggerak ekonomi desa.

“Momen kurban perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat ekosistem peternakan agar bisa tumbuh berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Dampak PHK Nasional Ekonomi Kurban 2025 IDEAS Indonesia Pekurban Menurun Sektor Peternakan Kurban
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKerja Sama Indonesia-Swedia, RS Dharmais Terima Hibah Rp15,3 Miliar
Next Article Kemenag Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 6 Juni 2025

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Belajar Ikhlas

Islami Syamril Al-Bugisyi

Rutinitas Kebersihan Rumah yang Bikin Hidup Lebih Nyaman

Daily Tips Ericka

Peraturan Wajib Diketahui Sebelum Kunjungi IKN

Daily Tips Udex Mundzir

Wartawan Garda Terdepan Bela Negara di Era Informasi

Daily Tips Assyifa

Koperasi Desa: Membangun atau Menguras?

Editorial Assyifa
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi