Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Greenpeace: Tambang Nikel Gag Ancam Keanekaragaman Hayati

Polemik tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, kembali mencuat setelah klaim pemerintah dianggap tak sejalan dengan temuan aktivis lingkungan.
ErickaEricka9 Juni 2025 Lingkungan
tambang nikel di Pulau Gag
Tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Kontroversi mengenai aktivitas tambang nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, terus menjadi sorotan publik. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa kegiatan pertambangan oleh PT Gag Nikel tidak menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan telah memenuhi seluruh persyaratan teknis serta perizinan yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah tim dari Kementerian LHK melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang pada 26 hingga 31 Mei 2025. Hanif menyebut, luas konsesi tambang yang dikelola mencapai 6.000 hektar dan berada jauh dari kawasan wisata utama di Raja Ampat.

Namun, pernyataan tersebut segera menuai reaksi keras dari kalangan aktivis lingkungan. Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mempertanyakan keabsahan klaim pemerintah dan menyoroti dampak ekologis yang menurutnya sudah mulai terlihat.

“Apa kita mau lihat Raja Ampat hancur dulu baru bertindak?” kata Iqbal saat hadir dalam diskusi publik bersama Kompas TV pada Senin (9/6/2025).

Menurut Iqbal, kerusakan lingkungan tidak hanya terjadi di Pulau Gag, namun juga telah meluas ke sejumlah wilayah sekitarnya. Ia mendesak agar evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap semua izin tambang di kawasan Raja Ampat, mengingat wilayah ini merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia.

Sementara itu, anggota Komisi XII DPR dari Fraksi PAN, Totok Daryanto, yang turut hadir secara daring, mengingatkan bahwa tambang yang legal pun tetap harus terus diawasi. Ia mendorong agar ada audit independen terhadap dampak lingkungan di lokasi tambang, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan warisan ekologis bangsa.

Isu ini mencerminkan ketegangan antara dorongan pembangunan berbasis sumber daya alam dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Pemerintah, di sisi lain, menyatakan akan tetap membuka ruang dialog dengan semua pihak untuk memastikan keberlanjutan proyek dan perlindungan ekosistem Raja Ampat.

Dengan potensi konflik kepentingan yang tinggi, perdebatan soal tambang nikel di Raja Ampat dipastikan belum akan mereda dalam waktu dekat.

Greenpeace Hanif Faisol Nurofiq Lingkungan Papua Raja Ampat Tambang Nikel
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKementrans Targetkan 2.895 Sertifikat Tanah Transmigrasi Terbit Juli
Next Article Pemerintah Cabut 4 IUP Tambang Nikel di Raja Ampat

Informasi lainnya

BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April

14 Maret 2026

Sampah Jadi Energi, Empat Proyek PSEL Dimulai Juni

13 Maret 2026

Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan

10 Maret 2026

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

15 Februari 2026

Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis

15 Februari 2026

Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter

17 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Cara Efektif Menyusun To-Do List agar Tidak Sekadar Jadi Hiasan Meja

Daily Tips Ericka

Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital

Opini Alfi Salamah

Bingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang

Travel Alfi Salamah

UI di Puncak Ranking, Tercoreng Predator Tambang

Editorial Udex Mundzir

Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi