Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gubernur Kaltim Isran Noor Industri Kelapa Sawit Bukan Penyebab Kerusakan Hutan

Kalau sawit tidak. Selama 25 tahun dia akan tetap menjadi pohon untuk menahan hantaman panas matahari, penguapan terbatas dan kalau ada air hujan dia akan menyerap air,
Adit MusthofaAdit Musthofa18 Juli 2023 Daerah
kelapa sawit di indonesia tidak menyebabkan kerusakan pada hutan dan lingkungan
Gubernur Provinsi Kaltim Isran Noor.(antara/Pemprov Kaltim)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Samarinda – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Isran Noor, berjuang untuk membangun kepercayaan dan menegaskan kepada masyarakat Eropa bahwa industri kelapa sawit di Indonesia tidak menyebabkan kerusakan pada hutan dan lingkungan.

Gubernur Isran menilai propaganda terkait industri kelapa sawit di Indonesia telah merusak hutan dan lingkungan hanya sebuah strategi bisnis belaka.

“Menurut saya, ini bukan persoalan lingkungan dan perusakan hutan, tapi kompetisi bisnis,” kata Gubernur Isran Noor dalam keterangan di Samarinda, Selasa (18/7/2023).

Penegasan Gubernur Kaltim tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Belanda dalam agenda memimpin delegasi Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Gubernur Isran Noor memberikan argumentasi bahwa tanaman kelapa sawit lebih ramah dari sisi lingkungan jika dibandingkan dengan bunga matahari.

Pertama karena sawit bisa bertahan hidup selama 25 tahun, bahkan 30 tahun. Selama itu pula, sawit tetap menjadi pohon, meski homogen.

Baca Juga:
  • BPBD Penajam Dorong Penyusunan Payung Hukum Bantuan Korban Bencana
  • Hari Bhayangkara ke-78, Harun Al Rasyid Apresiasi Peran dan Kontribusi Polri
  • Penurunan Drastis Titik Panas di Kaltim Dari 192 ke 120
  • Kaltim Tegaskan Komitmen Ketahanan Energi di Forum Migas Nasional

Kalau bunga matahari yang banyak diproduksi di Eropa dipanen setiap enam bulan, dan setelah itu perlu lahan baru untuk menanam dengan cara membuka lahan hutan.

“Kalau sawit tidak. Selama 25 tahun dia akan tetap menjadi pohon untuk menahan hantaman panas matahari, penguapan terbatas dan kalau ada air hujan dia akan menyerap air,” ujar Gubernur Isran Noor.

Persaingan yang diyakini Ketua Umum APPSI itu adalah tentang produktivitas dan produksi. Sebab satu hektare sawit sama dengan 10 hektare minyak matahari. Jadi sesungguhnya, minyak matahari tidak mungkin bersaing dengan minyak sawit.

Isran mengungkapkan bahwa penanaman sawit juga selalu mengacu pada kaidah-kaidah lingkungan. Salah satunya, sawit tidak ditanam di kawasan hutan, tapi kawasan nonkehutanan, yakni areal penggunaan lainnya (APL).

Sayangnya, banyak kelompok-kelompok di dalam negeri yang justru memberikan data dan informasi yang salah kepada sejumlah lembaga lingkungan di Eropa.

Gubernur mengungkapkan produksi crude palm oil (CPO) Indonesia mencapai 55 juta ton per tahun. Sebesar 20 juta ton digunakan untuk keperluan dalam negeri sebagai bahan baku minyak goreng dan biodiesel. Sisanya diekspor.

Artikel Terkait:
  • Korpri Tasikmalaya Didorong Jaga Stabilitas Negara
  • Band Republik Meriahkan Festival Muara Jawa, Rendi: Anak Muda Kukar Keren
  • Kaltim Genjot 400 Kopdeskel Rampung Jelang Hari Koperasi
  • Tarif Transportasi Umum Jakarta Hanya Rp80 pada 17 Agustus

“Dari 35 juta ton ekspor itu, hanya 8 persen yang diekspor ke Eropa, kecil sekali. Kalau saya dijadikan juru runding pemerintah, tidak usah saja ekspor ke Eropa,” katanya lagi.

Menjawab keluhan Ketua Umum APPSI itu, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Belanda di Den Haag Mayerfas meminta agar produksi dan ekspor CPO ke Belanda dan Eropa tetap dilanjutkan.

“Tanpa sawit, mereka pasti sulit. Beberapa waktu lalu, ketika kita setop dua bulan, mereka (Eropa) teriak,” kata Dubes Mayerfas.

Belanda sendiri, kata Mayerfas, meniadi partner utama perdagangan Indonesia di Eropa.

Tahun lalu ekspor Indonesia mencapai 65 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan surplus sebesar 5 miliar dolar AS. Belanda juga merupakan investor terbesar Eropa ke Indonesia, termasuk besarnya kunjungan wisatawan ke Tanah Air. Jumlahnya berkisar 250 ribu per tahun. Wisatawan dari Belanda berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia, bukan hanya Bali.

Jangan Lewatkan:
  • KPMT XXII UNIPDU Jombang Bersama Desa Wuluh, Mencegah Stunting, untuk SDM yang Sehat dan Bahagia
  • Kantah Tasikmalaya Ungkap Penyebab Keterlambatan PTSL di Desa Santanamekar
  • Pelepasan 7.787 Hektare PT ITCIKU untuk Warga Libatkan Pemerintah
  • Kukar Raih Penghargaan ‘Inovatif untuk Negeri’ Merdeka Awards 2023

“Jadi laniutkan saja sawitnya Pak Gubernur. Yang pasti, Belanda akan terus memberi banyak nilai tambah secara ekonomi untuk Kaltim dan Indonesia,” kata Mayerfas pula.

Berita Kaltim CPO Isran Noor Kerusakan Hutan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBMKG: Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam Enam Daerah di Kaltim
Next Article Antisipasi Lonjakan Perusahaan Umroh Saudi Siap Beraksi

Informasi lainnya

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Misteri Tempat Pancung Dekat Masjid Jaffali di Jeddah

Islami Alfi Salamah

Koperasi Desa atau Alat Kuasa?

Editorial Udex Mundzir

MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo

Islami Lisda Lisdiawati

D’MASIV Menuju Panggung Dunia dari Ciledug ke Los Angeles

Happy Ericka

Senyum di Tengah Derita

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi