Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 7 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter

Aktivitas vulkanik intens di Lembata memicu kewaspadaan, warga diminta patuhi zona aman.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati17 Januari 2026 Lingkungan
Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter
Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Lembata – Dentuman lirih hingga sedang dari perut bumi kembali terdengar di Pulau Lembata, seolah alam memberi tanda agar manusia menjaga jarak. Gunung Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur menunjukkan peningkatan aktivitas dengan ratusan letusan dalam satu hari, disertai aliran lava yang menjalar hingga ratusan meter dari bibir kawah.

Berdasarkan laporan resmi pengamatan, gunung api setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut itu tercatat mengalami 277 kali letusan sepanjang Jumat (16/1/2026) sejak pukul 06.00 hingga 00.00 Wita. Kolom erupsi teramati menjulang antara 200 hingga 500 meter dengan warna asap bervariasi, mulai dari putih, kelabu, sampai hitam pekat.

Aktivitas tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Lembata, NTT, dan terus dipantau secara intensif oleh petugas pos pengamatan setempat. Dalam keterangannya, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, menjelaskan bahwa selain letusan yang berulang, teramati pula aliran lava ke sektor barat dengan jarak luncur sekitar 100 meter dari bibir kawah.

Suara gemuruh dan dentuman lemah hingga sedang kerap menyertai aktivitas tersebut, menandakan tekanan magma yang masih aktif di dalam tubuh gunung. “Teramati 277 kali letusan dengan tinggi kolom bervariasi. Aliran lava mengarah ke sektor barat sejauh kurang lebih 100 meter dari bibir kawah,” ujar Stanislaus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/1/2026).

Ia menambahkan, selain erupsi, aktivitas vulkanik lain juga terekam berupa satu kali guguran dengan amplitudo 6,5 milimeter dan durasi 91 detik. Data seismik mencatat adanya 518 kali embusan serta 22 kali tremor non harmonik, yang menunjukkan dinamika magma masih berlangsung di bawah permukaan.

Seiring meningkatnya aktivitas tersebut, pihak pengamatan bersama PVMBG kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi rekomendasi keselamatan. Warga, pengunjung, pendaki, maupun wisatawan diminta tidak memasuki area dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung. Selain itu, wilayah sektoral selatan-tenggara serta barat juga perlu dihindari hingga jarak 2,5 kilometer.

“Masyarakat diharapkan mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava serta kemungkinan awan panas, terutama di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut,” lanjut Stanislaus.

Ia juga menekankan agar warga tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah. Menurutnya, suara tersebut merupakan karakter alami gunung api yang sedang berada dalam fase erupsi dan tidak selalu menandakan ancaman langsung selama masyarakat berada di luar zona bahaya.

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok sendiri bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, gunung ini kerap menunjukkan fluktuasi erupsi, mulai dari lontaran material pijar hingga aliran lava dengan jarak luncur yang bervariasi. Kondisi ini membuat pemerintah daerah bersama aparat terkait terus meningkatkan koordinasi, termasuk kesiapsiagaan jalur evakuasi dan sosialisasi kepada warga di desa-desa sekitar gunung.

Dengan status aktivitas yang masih dinamis, masyarakat di Lembata diharapkan tetap tenang namun waspada, mengikuti perkembangan informasi resmi, serta mematuhi seluruh imbauan keselamatan. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di tengah aktivitas alam yang belum menunjukkan tanda mereda.

Aktivitas Vulkanik Erupsi Gunung Api Gunung Ile Lewotolok Lembata NTT
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleCatat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026
Next Article Urban Farming: Mandiri di Kota

Informasi lainnya

BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru

31 Desember 2025

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

23 Desember 2025

Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir

6 Desember 2025

Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar

24 November 2025

Erupsi Semeru Semburkan Awan Panas 7 Km dari Puncak

19 November 2025

Kasus Radiasi Cikande Masuk Tahap Penyidikan, PT PMT Dianggap Lalai

16 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

Rp8.100 per Dolar: Berkah atau Bencana?

Opini Udex Mundzir

Poligami dalam Islam: Syarat, Larangan, dan Langkah Persiapan

Islami Udex Mundzir

Nusaibah binti Ka’ab, Ikon Keberanian

Profil Alfi Salamah

Madinah Menjadi Rumah 75 Kloter Jamaah Haji Indonesia

Islami Alfi Salamah

Paradoks Pembangunan Desa

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Ericka6 Agustus 2025

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.