Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Semeru Erupsi, Abu Capai 1 Km dari Puncak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 6 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

‘No Buy Challenge 2025’: Gerakan Minimalisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Warga Indonesia, khususnya kelas menengah, mulai beralih ke gaya hidup minimalis melalui kampanye "No Buy Challenge 2025".
AssyifaAssyifa2 Januari 2025 Ekonomi
Kampanye No Buy Challenge 2025
Tantangan Tanpa Belanja 2025: Gaya Hidup Hemat di Tengah Kondisi Ekonomi yang Sulit (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Gelombang kampanye “No Buy Challenge 2025” melanda media sosial Indonesia di penghujung tahun 2024. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi barang dan jasa sepanjang tahun 2025, yang dilatarbelakangi ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan pemerintah seperti kenaikan PPN dan biaya hidup lainnya.

No Buy Challenge yang viral di TikTok digunakan hampir 50 juta kali, menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap tantangan ini. Beberapa warganet membuat daftar barang yang tidak akan dibeli selama setahun, seperti dekorasi rumah musiman, kopi take-away, hingga produk kecantikan, demi berhemat dan mengurangi dampak konsumsi berlebih.

“Ini bukan sekadar soal ekonomi, tapi juga melawan budaya konsumerisme yang makin parah,” ujar Cempaka Asriani, salah satu pelopor kampanye ini. Cempaka, yang dikenal sebagai pengusaha mode berkelanjutan, mengaku dulunya seorang shopaholic. Ia kini menganut gaya hidup minimalis dan merasa lebih bahagia serta bebas dari tekanan sosial untuk terus membeli barang.

Menurut Robertus Robet, dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kampanye ini mencerminkan upaya kelas menengah menghadapi ketidakpastian finansial. “Gerakan ini merupakan respons atas tekanan ekonomi, seperti inflasi, kenaikan biaya hidup, dan ekonomi serabutan yang semakin mendunia,” ungkapnya.

Selain alasan finansial, kampanye ini juga menjadi wujud kritik terhadap konsumerisme dan kesadaran akan krisis lingkungan. Dalam konteks ini, minimalisme dianggap sebagai cara hidup yang lebih ramah lingkungan dan memprioritaskan kesejahteraan mental.

Cynthia Suci Lestari, pendiri komunitas minimalisme “Lyfe With Less”, mengungkapkan bahwa gerakan ini memiliki makna mendalam. “No Buy Challenge adalah cara untuk mendidik diri agar bijak berkonsumsi. Fokusnya bukan hanya menghemat uang, tapi juga memaksimalkan barang yang sudah dimiliki,” ujar Cynthia.

Namun, tidak sedikit yang meragukan efektivitas kampanye ini. Menurut Robet, dampak jangka panjangnya pada ekonomi masih belum terlihat signifikan, mengingat konsumerisme tetap mendominasi pasar global.

Meski demikian, kampanye “No Buy Challenge 2025” memberikan titik tolak bagi masyarakat untuk melawan konsumsi berlebihan di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan meningkatnya kesadaran kolektif, gaya hidup minimalis dapat menjadi alternatif untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan material dan kebahagiaan batin

Ekonomi 2025 Gaya hidup Minimalisme No Buy Challenge
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMantan Rektor UIN Bandung, Prof. Nanat Fatah, Tutup Usia
Next Article Xuan Son Cetak Brace, Vietnam Unggul Tipis Atas Thailand

Informasi lainnya

Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026

1 April 2026

Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil

1 April 2026

WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut

31 Maret 2026

Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan Saat Lebaran

20 Maret 2026

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

Editorial Udex Mundzir

Bayang Luhut di Tubuh Prabowo

Editorial Udex Mundzir

Korupsi Makan Bergizi: Kejahatan yang Harus Dihabisi

Editorial Udex Mundzir

Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik

Editorial Udex Mundzir

MPW PP Kaltim Gelar Nuzulul Quran, Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Peduli Sesama

Islami Dexpert Corp
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa5 April 2026

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Imtihan MDTU Al Barokah Cihuni Capai Puncak Acara

Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi