Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

UU TNI Disahkan, Sipil Terancam Diam

Ketika niat baik dibungkus revisi, dan pasal bermasalah lolos diam-diam, publik harus sadar: demokrasi bisa mati dalam senyap.
Udex MundzirUdex Mundzir24 Maret 2025 Editorial
UU TNI,Militerisasi Sipil,Demokrasi Indonesia,Politik Sipil,Reformasi 1998,
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin bersama pimpinan DPR (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Revisi Undang-Undang TNI resmi disahkan DPR pada 20 Maret 2025. Pemerintah menyambutnya dengan narasi “niat baik” dan optimisme sipil-militer. Tapi bagi masyarakat sipil, ini alarm bahaya.

Tiga pasal krusial dalam revisi disorot keras. Pertama, Pasal 7 tentang tugas baru TNI di luar perang. Kedua, Pasal 47 yang memperluas penempatan prajurit aktif di jabatan sipil dari 10 jadi 14 instansi. Ketiga, Pasal 53 yang memperpanjang usia pensiun prajurit.

Semua pasal itu dianggap membuka ruang luas bagi dominasi militer dalam kehidupan sipil.

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menyebut, “semua punya niat baik”. Partainya mengklaim aktif dalam penyusunan RUU dan percaya pengawasan cukup.

Tapi masalahnya, Bahlil dan kawan-kawannya punya rekam jejak yang layak dipertanyakan. Mereka kerap memanfaatkan niat baik pihak lain untuk keuntungan pribadi dan politik.

Kepentingan rakyat terlalu sering dijadikan korban. Dijadikan tumbal demi melanggengkan kekuasaan dan kedekatan dengan elite militer.

Sayangnya, pernyataan soal “niat baik” tidak mampu meredam kecurigaan publik.

Baca Juga:
  • Mike Tyson vs Jake Paul, Duel Fenomenal untuk Konten YouTube!
  • UMP 2025: Melampaui Angka, Memahami Kebutuhan
  • Israel Lahir Lewat Teror dan Genosida
  • Bersih-Bersih Kabinet Prabowo Dimulai

Justru sebaliknya. Klaim itu hanya memperkuat dugaan bahwa revisi ini disahkan dalam senyap, di tengah penolakan luas masyarakat sipil dan kampus-kampus.

Ketua MPR RI dari Gerindra, Ahmad Muzani, bahkan memastikan Presiden Prabowo akan menandatangani UU tersebut. Meski tidak menjelaskan kapan.Ia membantah revisi ini membuka pintu militerisasi. Tapi faktanya, pasal-pasal yang disahkan justru memperbesar peluangnya.

Wacana dwifungsi ABRI yang dulu kita tolak kini muncul dalam bentuk baru. Diperhalus. Dilegitimasi.

Sejak disahkannya UU TNI, publik makin sulit membedakan batas sipil dan militer. Prajurit aktif bisa duduk di lembaga sipil strategis. Usia pensiun mereka diperpanjang, memperpanjang pula masa pengaruh kekuasaan.

Kritik datang dari koalisi masyarakat sipil, akademisi, dan mantan petinggi militer. Mereka menyebut revisi ini langkah mundur demokrasi.

Sementara itu, parlemen dan pemerintah berlindung di balik prosedur. Dalihnya: sudah dibahas di Panja. Sudah sah di DPR.Tapi pertanyaannya: apakah substansinya sudah menjamin demokrasi?

Kita tidak butuh niat baik jika implementasi buruk.Apakah prajurit aktif nanti akan betul-betul netral saat duduk di posisi sipil? Apakah pengawasan efektif ketika lembaga-lembaga sipil diduduki militer?

Artikel Terkait:
  • Pilwalkot Samarinda 2024: Formalitas Saja
  • Haji Ilegal, Iman yang Dimanfaatkan
  • Guru ASN di Sekolah Swasta
  • Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

Dan bagaimana publik bisa mengawasi jika akses informasi tertutup, dan kritik dibungkam dengan label “anti-nasional”?

Sejarah memberi pelajaran penting. Dwifungsi ABRI pernah mencengkeram sendi-sendi sipil selama Orde Baru.

Dan kita berjuang keras untuk mencabut kuku itu pasca reformasi 1998.Kini, lewat revisi yang disahkan diam-diam, semua bisa kembali. Tapi kali ini dengan pakaian legal.

Demokrasi tak selalu mati dengan kudeta. Ia bisa padam dalam hening, di bawah tumpukan pasal-pasal yang terdengar sah dan niat baik.

Apa yang bisa dilakukan rakyat? Menolak lupa. Mengawasi dengan keras. Mendesak Mahkamah Konstitusi agar menguji ulang pasal-pasal bermasalah.

Jangan Lewatkan:
  • Isu, Skandal, dan Politik Panggung
  • Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal
  • Larangan Baju Bekas: Tegas Boleh, Serampangan Jangan
  • Koperasi Desa Tanpa Arah Nyata

Koalisi sipil juga harus solid. Revisi UU ini tidak boleh jadi preseden untuk pelemahan sipil berikutnya.

Karena begitu batas sipil dan militer kabur, maka yang akan hancur bukan hanya undang-undang. Tapi ruang demokrasi kita.

Demokrasi Indonesia Militerisasi Sipil Politik Sipil Reformasi 1998 UU TNI
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleOJK Luncurkan Asuransi Emas, Lindungi Logam Mulia dan Dorong Ekonomi
Next Article Rupiah Terjun Bebas, Ekonomi ke Mana?

Informasi lainnya

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

26 April 2026

e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

25 April 2026

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

23 April 2026

UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN

19 April 2026

War Ticket: Ilusi Akses Setara

12 April 2026

Fakta Sebenernya, Inflasi Pejabat

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Politik Sengketa, Demokrasi yang Tercederai

Editorial Udex Mundzir

Growth Mindset

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penyebaran Penyakit

Daily Tips Assyifa

Memahami Kuasa Pengampunan Negara

Gagasan Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi