Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 15 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Perpaduan Tak Terduga: China Runtuh, RI Terdampak Tak Terelakkan

Perdagangan Indonesia-China tahun 2022 mencapai US$ 133,65 miliar, naik 17,7% dari tahun sebelumnya
Dexpert CorpDexpert Corp11 Mei 2023 Global
Bendera Nasional Indonesia dan China
Bendera Nasional Indonesia dan China (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – China menjadi salah satu mitra dagang utama bagi Indonesia, sehingga pergerakan ekonomi di negara itu selalu memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, terutama dalam hal perdagangan.

Perekonomian China menunjukkan indikasi perlambatan selama dua bulan berturut-turut. Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengingatkan bahaya perlambatan China. China menyerap 30% ekspor Asia dan setidaknya 10% ekspor benua-benua lain. Bagi Indonesia, China menyerap hingga 23% ekspor.

China merupakan negara mitra perdagangan Indonesia terbesar. Total perdagangan China dan Indonesia tembus US$ 133,65 miliar pada 2022 atau naik 17,7% dibandingkan 2021.

Ekspor dan Impor Tertinggi dalam Sejarah

Ekspor Indonesia ke China mencapai US$ 65,92 miliar sementara impor dari Tiongkok mencapai US$ 67,72 miliar. Baik ekspor dan impor merupakan yang tertinggi dalam sejarah.

Pada Januari-Maret 2023, ekspor ke China tercatat US$ 16,58 miliar atau naik 26,7%. Impor tercatat US$ 15,34 miliar atau turun 3,6%. Adapun sepanjang kuartal I-2023, Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar US$ 1,24 miliar terhadap China.

Sementara itu, negara dengan khas binatang Panda itu baru-baru ini mengumumkan bahwa impornya mengalami kontraksi tajam pada April 2023, sementara ekspor naik dengan kecepatan yang lebih lambat. Artinya, ini semakin memperkuat tanda-tanda lemahnya permintaan domestik.

Baca Juga:
  • Nigeria Geser Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan
  • Elon Musk Akan Kurangi Waktu di DOGE, Fokus ke Tesla
  • The Fed Diperkirakan Hanya Pangkas Suku Bunga Sekali Tahun Ini
  • Gempa dan Tsunami Vanuatu: Ibu Kota Hancur, WNI Belum Bisa Dihubungi

Tercatat Impor Terbesar di Dunia

Impor negara dengan size ekonomi terbesar kedua di dunia ini tercatat turun 7,9% (year-on-year/yoy) pada April, lebih dalam dibandingkan kontraksi 1,4% pada bulan sebelumnya.

Data Bea dan Cukai China juga mencatat ekspor tumbuh 8,5% (yoy). Meskipun tumbuh namun angkanya berkurang dari 14,8% pada Maret lalu.

Ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan tidak ada pertumbuhan impor dan ekspor akan meningkat sebesar 8%. Artinya, aktivitas perdagangan China lebih buruk dibandingkan ekspektasi.

“Pada awal tahun ini, orang akan berasumsi bahwa impor akan dengan mudah melampaui level 2022 setelah pembukaan kembali, tetapi ternyata tidak demikian,” kata Xu Tianchen, seorang ekonom di Economist Intelligence Unit, Kamis (11/5/2023).

Padahal, perekonomian China tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal pertama berkat konsumsi jasa yang kuat.

Namun, output pabrik telah tertinggal dan angka perdagangan terbaru menunjukkan jalan terjal dan panjang untuk mendapatkan kembali momentum pra-pandemi di dalam negeri.

Artikel Terkait:
  • PDIP Ingatkan: Palestina Harus Merdeka di Tanah Sendiri, Bukan Diterima Sementara
  • Klaim Penjelajah Waktu Ramalkan Perang Dunia Ketiga
  • Gempa M 7,7 Guncang Myanmar, Enam Wilayah Darurat
  • Perkembangan Angkatan Laut China: Ancaman dan Tantangan Merebut Taiwan

Sebelumnya, Biro Statistik Nasional (NBS) China pada Minggu (30/4/2023) mengumumkan, Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur China pada April 2023 hanya 49,2. Pada Maret 2023, nilainya masih 51,6.

Pelemahan Penurunan Global

Penurunan PMI manufaktur terdampak oleh pelemahan penurunan global. Sementara di dalam negeri, penurunan PMI terutama terimbas oleh keputusan konsumen tetap meningkatkan tabungan sembari terus menunda belanja.

Dalam laporan pada April 2023, IMF sudah mengingatkan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu faktornya, penurunan pasar ekspor.

IMF menaksir, pertumbuhan China tidak akan sampai 4% pada 2024. Sebelum pandemi, China bisa tumbuh di atas 10%, namun terus melambat sampai sekarang.

Sementara lembaga riset S&P lebih dulu mengingatkan indikasi perlambatan manufaktur China. Di Pelabuhan Shanghai dan Shenzhen, jumlah kontainer kosong hampir mencapai rekor tertinggi.

Jangan Lewatkan:
  • Visa Ditolak AS, Presiden Palestina Gagal Hadiri Sidang PBB
  • Dubes Palestina Kritik Rencana Damai 20 Poin Trump untuk Gaza
  • PUIC ke-19 Dibuka, Indonesia Tekankan Aksi Nyata untuk Palestina
  • Arab Saudi Dukung Penuh Muslim Demi Melindungi Identitas Islam

Peti kemas itu tidak kunjung terisi barang ekspor dari China ke berbagai negara lain. Kondisi itu terjadi kala perekonomian China disebut mulai kembali pulih pada 2023.

China Economist Intelligence Unit NBS RI Xu Tianchen
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKepala BKPSDM Temukan Fakta Mengejutkan: Guru Lapor Pungli Gagal
Next Article Mengenali Anjing Rabies: Ciri-Ciri dan Langkah Cegah Penularannya

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Bank Digital Ubah Cara Kita Mengelola Uang

Bisnis Ericka

Enam Penyakit Hati dalam Islam dan Cara Menyembuhkannya

Islami Alfi Salamah

Indonesia Memble Hadapi Tarif Trump

Perspektif Udex Mundzir

Etika Menemukan Barang di Jalan

Islami Ericka

Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi