Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rencana 500 Batalyon TNI Tidak Instan, Fokus Awal 100 Unit

Kemenhan klarifikasi pembangunan kekuatan TNI yang ditargetkan 500 batalyon akan berlangsung bertahap dan tidak instan.
ErickaEricka18 April 2025 Politik
Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang
Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Rencana Kementerian Pertahanan membentuk hingga 500 batalyon militer menuai perhatian publik. Namun, menurut Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, proses tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat.

“Pembentukan satu batalyon saja butuh proses panjang, apalagi jika skalanya ratusan. Maka 500 batalyon tidak bisa terbentuk dalam waktu singkat,” ujar Frega dalam webinar di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Frega menjelaskan, saat ini Kemenhan lebih memprioritaskan pembentukan 100 batalyon teritorial pembangunan. Unit-unit ini bukan dibentuk dari nol, melainkan melalui peningkatan status kompi-kompi terpisah di tubuh TNI Angkatan Darat.

“Kompi-kompi itu nanti dikembangkan menjadi batalyon, dan difungsikan untuk memperkuat sistem logistik nasional saat terjadi krisis seperti bencana atau konflik bersenjata,” tambahnya.

Baca Juga:
  • Aturan Baru Pilkada 2024: Form C-Undangan Boleh Dikirim Via WA 
  • Golkar Mojokerto Menggebrak: 50 Bacaleg Berkualitas Siap Berlaga di Pemilu 2024
  • DPR dan Pemerintah Sepakat Bentuk Kementerian Haji dan Umrah
  • Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

Ia menekankan bahwa perubahan iklim dan tantangan ketahanan pangan menjadi pertimbangan penting pembentukan batalyon-batalyon tersebut. Frega menyebut bahwa pemanasan global bisa memicu berbagai potensi darurat yang mengancam stabilitas nasional.

“Ketahanan pangan adalah kebutuhan dasar. Maka dalam konteks pertahanan, itu harus dipastikan aman melalui keberadaan lumbung logistik yang dilindungi batalyon ini,” kata Frega.

Rencana 500 batalyon sebelumnya diungkap Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam pertemuan dengan Menhan Brunei. Pernyataan itu sempat menuai pertanyaan karena dianggap ambisius.

Artikel Terkait:
  • Digitalisasi Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Sorotan Utama
  • Kritik Mahfud, Habiburokhman: Jangan Hasut Publik Soal Wacana Prabowo
  • Kritik Terhadap Jokowi Meningkat, Wapres Soroti Petisi Akademisi
  • BRIN Ingatkan DPR Tak Gegabah Bahas Usulan Pilkada Lewat DPRD

Sementara itu, Kemenhan memastikan bahwa konsep wajib militer juga masih dalam tahap kajian dan tidak akan diterapkan tanpa perhitungan matang, terutama soal anggaran.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam membangun sistem pertahanan berlapis yang adaptif terhadap ancaman global yang terus berkembang.

Jangan Lewatkan:
  • MUI Ingatkan Pemerintah Tak Legalkan Judi Demi Pemasukan Negara
  • Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN
  • Suhartoyo Pastikan Hakim MK Netral Jelang Sengketa Pilkada
  • Menambah PAD Kaltim, Tambang dan Sawit Belum Optimal Serap Tenaga Kerja
Batalyon TNI Kemenhan Indonesia Militer Indonesia 2025 Sjafrie Sjamsoeddin Strategi Pertahanan Nasional
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePelunasan Biaya Haji Jabar Tertinggal, Diperpanjang hingga 25 April
Next Article Makan Gratis, Simbol Negara Gagal

Informasi lainnya

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

Gagasan Assyifa

Reformasi Polri: Antara Penegak Hukum atau Duta Wisata?

Gagasan Udex Mundzir

Populer, Bukan Baik: Demokrasi yang Terjebak

Editorial Udex Mundzir

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Editorial Udex Mundzir

Menguji Gelar Pahlawan Soeharto

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi