Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 25 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rencana 500 Batalyon TNI Tidak Instan, Fokus Awal 100 Unit

Kemenhan klarifikasi pembangunan kekuatan TNI yang ditargetkan 500 batalyon akan berlangsung bertahap dan tidak instan.
ErickaEricka18 April 2025 Politik
Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang
Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Rencana Kementerian Pertahanan membentuk hingga 500 batalyon militer menuai perhatian publik. Namun, menurut Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, proses tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat.

“Pembentukan satu batalyon saja butuh proses panjang, apalagi jika skalanya ratusan. Maka 500 batalyon tidak bisa terbentuk dalam waktu singkat,” ujar Frega dalam webinar di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Frega menjelaskan, saat ini Kemenhan lebih memprioritaskan pembentukan 100 batalyon teritorial pembangunan. Unit-unit ini bukan dibentuk dari nol, melainkan melalui peningkatan status kompi-kompi terpisah di tubuh TNI Angkatan Darat.

“Kompi-kompi itu nanti dikembangkan menjadi batalyon, dan difungsikan untuk memperkuat sistem logistik nasional saat terjadi krisis seperti bencana atau konflik bersenjata,” tambahnya.

Baca Juga:
  • Bupati Aceh Utara Pertanyakan Absennya Presiden Saat Banjir
  • MK Tegaskan Penerapan Batas Usia Capres Cawapres
  • Prabowo Janji Bahas RUU Perampasan Aset dan Ketenagakerjaan
  • Guru Besar: Pernyataan Jokowi Picu Konflik Komunikasi Publik

Ia menekankan bahwa perubahan iklim dan tantangan ketahanan pangan menjadi pertimbangan penting pembentukan batalyon-batalyon tersebut. Frega menyebut bahwa pemanasan global bisa memicu berbagai potensi darurat yang mengancam stabilitas nasional.

“Ketahanan pangan adalah kebutuhan dasar. Maka dalam konteks pertahanan, itu harus dipastikan aman melalui keberadaan lumbung logistik yang dilindungi batalyon ini,” kata Frega.

Rencana 500 batalyon sebelumnya diungkap Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam pertemuan dengan Menhan Brunei. Pernyataan itu sempat menuai pertanyaan karena dianggap ambisius.

Artikel Terkait:
  • Usulan Legalisasi Judi Galih Kartasasmita Tuai Kecaman Publik
  • PKS Resmi Dukung Pasangan Anies -Muhaimin di Pilpres 2024
  • PDIP Tegaskan Pilkada Langsung Wujudkan Kedaulatan Rakyat
  • DPR Pastikan Gus Irfan Jadi Menteri Haji dan Umrah

Sementara itu, Kemenhan memastikan bahwa konsep wajib militer juga masih dalam tahap kajian dan tidak akan diterapkan tanpa perhitungan matang, terutama soal anggaran.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam membangun sistem pertahanan berlapis yang adaptif terhadap ancaman global yang terus berkembang.

Jangan Lewatkan:
  • Seno Aji dan Hadi Mulyadi Saling Sanggah Strategi Atasi Pengangguran
  • Prabowo Instruksikan Hukuman Berat untuk Oknum Brimob Penabrak Ojol
  • Subandi-Mimik Unggul di 17 Kecamatan, Sambut Kemenangan dengan Sujud Syukur
  • Perindo Kabupaten Mojokerto Daftar Bacaleg Multigenerasi
Batalyon TNI Kemenhan Indonesia Militer Indonesia 2025 Sjafrie Sjamsoeddin Strategi Pertahanan Nasional
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePelunasan Biaya Haji Jabar Tertinggal, Diperpanjang hingga 25 April
Next Article Makan Gratis, Simbol Negara Gagal

Informasi lainnya

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

Travel Alfi Salamah

Misi Kemanusiaan yang Mendunia Palang Merah Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Prabowo Masih Takut Bayang-Bayang Jokowi

Editorial Udex Mundzir

Minuman Viral, Benarkah Sehat?

Food Alfi Salamah

Vonis Sepotong, Keadilan Cacat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Assyifa8 Maret 2025

Modus Penipuan Catut Nama Bank Marak, Waspadai Taktik Baru

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

BNPB Minta Evaluasi Sistem Peringatan Tsunami Daerah

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi