Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Global Stabil Meski Investasi Melemah

Ketidakpastian global dan tarif impor AS dorong investor pilih strategi bertahan dan lindung nilai.
ErickaEricka19 Juni 2025 Ekonomi
Gedung Dewan Federal Reserve di Constitution Avenue, Washington, AS
Gedung Dewan Federal Reserve di Constitution Avenue, Washington, AS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,25–4,5 persen pada Kamis (19/6/2025). Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar dan menghasilkan dampak terbatas terhadap iklim investasi global, yang hanya mengalami penurunan tipis.

Analis platform investasi Reku, Fahmi Almuttaqin, menyampaikan bahwa pergerakan pasar merespons stabil. Indeks Dow Jones turun tipis 0,10 persen ke 42.171, sementara S&P 500 hampir stagnan di 5.980 dan Nasdaq naik 0,13 persen ke 19.546. Aset kripto juga mencatat koreksi ringan, dengan Bitcoin dan Ethereum hanya turun di bawah 1 persen.

“Investor sudah mengantisipasi keputusan ini. Banyak yang memilih sikap wait and see sambil menunggu perkembangan data inflasi dan ketegangan geopolitik, terutama isu tarif AS dan konflik Israel-Iran,” ujar Fahmi.

The Fed membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali tahun ini. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menekankan bahwa risiko inflasi masih tinggi, terutama akibat kebijakan tarif impor baru yang diberlakukan pemerintah Trump. Efek dari kebijakan ini diperkirakan baru akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.

Beberapa lembaga keuangan global, termasuk Morgan Stanley dan JPMorgan, memperkirakan suku bunga bisa bertahan tinggi hingga 2026 apabila inflasi tidak menunjukkan tanda penurunan. Namun, ruang pelonggaran masih terbuka apabila pasar tenaga kerja AS mulai melemah.

Di tengah ketidakpastian, investor cenderung mengalihkan perhatian ke aset lindung nilai. ETF Bitcoin spot tercatat melanjutkan tren arus masuk positif sejak 9 Juni. Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin mulai dipandang sebagai alat pelindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik.

“Ketegangan di Timur Tengah tidak membuat minat beli investor AS terhadap ETF Bitcoin menurun. Justru terlihat adanya tren akumulasi, termasuk terhadap altcoin seperti Ethereum dan Ripple,” jelas Fahmi.

Meski demikian, reli besar pada altcoin diperkirakan baru terjadi saat suku bunga mulai turun dan likuiditas pasar membaik. Dalam kondisi pasar yang cenderung sideways, strategi dollar cost averaging (DCA) dinilai sebagai pendekatan terbaik bagi investor jangka menengah dan panjang.

Fahmi menambahkan bahwa penggunaan fitur seperti Packs di platform investasi digital memungkinkan diversifikasi otomatis ke berbagai aset, termasuk crypto blue chip dan ETF saham AS, sehingga membantu investor mengatur alokasi secara efisien.

Di tengah ketidakpastian kebijakan global dan dinamika geopolitik, investor disarankan tetap waspada namun tidak mengabaikan peluang strategis yang muncul dari pasar alternatif.

Bitcoin ETF Investasi Global Strategi DCA Suku Bunga AS The Fed
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBEI Targetkan Tambahan 10 Ribu Investor Syariah di 2025
Next Article BEI Bahas Tiga Opsi Perpanjangan Jam Perdagangan Saham

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Tifanil Oktafira, Dedikasikan Ilmu untuk Umat

Profil Silva

Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana

Editorial Udex Mundzir

Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Gaya Politik Kekanak-Kanakan Ala RIDO

Editorial Udex Mundzir

Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi