Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga

Peringatan dini BMKG mengungkap potensi cuaca ekstrem di musim kemarau 2025, sejumlah wilayah Indonesia terancam kekeringan.
ErickaEricka12 April 2025 Lingkungan
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Musim kemarau tahun ini diprediksi bakal membawa panas menyengat ke sebagian besar wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa pasca berakhirnya La Nina, Indonesia akan memasuki musim kering dengan cuaca lebih ekstrem dari biasanya.

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, kondisi iklim netral yang tengah terjadi diperkirakan akan bertahan hingga semester kedua 2025. Namun, hal ini justru memicu masuknya angin monsun Australia yang mempercepat datangnya kemarau di sejumlah wilayah seperti pesisir utara Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan sebagian Papua Selatan.

“Musim kemarau kali ini berpotensi lebih panas dan kering. Kami imbau masyarakat dan pemerintah daerah mengantisipasi dampaknya, terutama di sektor pertanian dan potensi kebakaran hutan,” ujar Dwikorita di Jakarta, Sabtu (12/4/2025).

Baca Juga:
  • BMKG: Cuaca ekstrem mengancam sejumlah wilayah Indonesia
  • Pertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang
  • Inovasi Panel Surya Ramah Lingkungan Putra Bojonegoro
  • Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

Dwikorita juga menyarankan agar jadwal tanam petani disesuaikan dengan wilayah terdampak, serta penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan ditingkatkan. Di samping itu, pengelolaan air harus dioptimalkan, terutama di daerah yang diprediksi mengalami penurunan curah hujan signifikan.

Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan bahwa meskipun kondisi iklim 2025 dinyatakan netral tanpa pengaruh El Nino atau La Nina, beberapa daerah tetap akan mengalami musim kemarau lebih basah dari biasanya. Namun, secara umum kemarau diprediksi mendekati normal seperti tahun lalu.

“Karena tidak adanya dominasi iklim global, musim kemarau 2025 akan menyerupai pola tahun 2024. Tidak terlalu ekstrem seperti 2023, tapi tetap perlu waspada terhadap potensi karhutla,” jelas Ardhasena.

Artikel Terkait:
  • Bima Arya Curhat Kemacetan Bogor pada Heru Budi di Balai Kota DKI
  • BMKG Prediksi Banjir Masih Ancam Bali hingga Tiga Hari
  • Jakarta Peringkat 45 Kota Paling Berpolusi di Dunia
  • 157 Paus Terdampar di Tasmania, Separuh Ditemukan Mati

BMKG juga menganjurkan pemangku kepentingan di sektor kebencanaan agar menyiapkan langkah mitigasi, termasuk pengawasan daerah rawan kebakaran dan penyediaan pasokan air untuk kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan peringatan dini ini, pemerintah daerah diharapkan segera merespons dengan kebijakan strategis untuk meminimalkan dampak musim kemarau yang mulai terjadi sejak Maret dan diprediksi memuncak pada Mei 2025.

Jangan Lewatkan:
  • El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
  • Laju Deforestasi Indonesia 2024 Tembus 175 Ribu Ha
  • BNPB Minta Evaluasi Sistem Peringatan Tsunami Daerah
  • Koalisi Papua Kecam Intervensi Pejabat Terkait Tambang Raja Ampat
BMKG 2025 Kebakaran Hutan Musim Kemarau Pertanian Kering Prediksi Cuaca Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleOrang Kaya RI Alihkan Aset, Pasar Domestik Tertekan
Next Article Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Informasi lainnya

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026

Ekoenzim Lawan Limbah Binatu

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

dr. Dara Ayu: Dari Madrasah Aliyah ke Fakultas Kedokteran

Profil Ericka

Agar Generasi Z tidak Mencemaskan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Pabrik Semen Gresik Menjadi Objek Vital Nasional

Bisnis Alfi Salamah

Keindahan Gunung Fuji di Jepang, Pesona Alam yang Tak Tertandingi

Travel Alfi Salamah

7 Kunci Sukses ala Bill Gates yang Bisa Kamu Terapkan

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi