Jakarta – Suasana religius menyelimuti Kompleks Istana Kepresidenan ketika Presiden Prabowo Subianto menggelar peringatan Nuzulul Quran pada Selasa (10/3/2026) malam. Acara yang berlangsung di tengah bulan Ramadan itu bukan sekadar seremoni kenegaraan, melainkan juga menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam memaknai turunnya Al-Quran.
Para tamu undangan mulai berdatangan sejak sekitar pukul 18.50 WIB. Sejumlah pejabat kabinet dan tokoh agama terlihat memasuki area Istana untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar pemerintah tersebut. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno hadir bersamaan dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Keduanya tampak mengenakan setelan jas lengkap dengan peci hitam dan dasi biru.
Selain pejabat negara, sejumlah tokoh penting juga hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Kepala BPOM Taruna Ikrar, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.
Salah satu tamu yang turut hadir adalah cendekiawan Muslim terkemuka, Quraish Shihab. Ia datang bersama istrinya, Fatmawati Assegaf, dan dijadwalkan menyampaikan tausiyah dalam peringatan Nuzulul Quran tersebut. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam rangkaian acara spiritual yang digelar di lingkungan Istana Negara.
“Nanti didengar saja. Tentang damai, biar damai dunia,” ujar Quraish Shihab singkat saat ditanya mengenai materi ceramah yang akan disampaikannya.
Peringatan Nuzulul Quran kali ini juga diwarnai dengan kegiatan sosial sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Al-Quran. Sebanyak 30 anak yatim dari sejumlah panti asuhan diundang untuk menghadiri acara tersebut. Mereka terlihat mengenakan pakaian muslim yang rapi dan duduk bersama para tamu undangan lainnya.
Dalam rangkaian kegiatan itu, para anak yatim dijadwalkan menerima paket bantuan dari panitia sebagai bentuk kepedulian sosial. Langkah ini sekaligus menjadi simbol bahwa nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan solidaritas sosial yang diajarkan dalam Al-Quran perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.
Momentum Nuzulul Quran di Istana juga dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat. Kehadiran tokoh agama dan pejabat negara dalam satu forum keagamaan dinilai mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat harmoni sosial di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap pesan spiritual Al-Quran dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persaudaraan, memperdalam nilai kemanusiaan, serta menjaga stabilitas dan kerukunan di tengah keberagaman Indonesia.
