Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 7 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal pertama 2026 disebut menandai berakhirnya stagnasi di level lima persen.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati6 Mei 2026 Ekonomi
Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bersyukur atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berhasil menyentuh angka 5,61 persen (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 menjadi kabar yang disambut lega pemerintah. Di tengah tekanan ekonomi global yang masih bergejolak, capaian 5,61 persen secara tahunan seperti menjadi “napas panjang” setelah bertahun-tahun ekonomi nasional berkutat di kisaran lima persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut capaian tersebut sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia mulai keluar dari fase stagnasi pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan usai pengumuman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi nasional pada Selasa (5/5/2026) di Jakarta. Menurutnya, realisasi tersebut melampaui ekspektasi pemerintah sekaligus menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

“Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen,” ujar Purbaya.

Ia mengaku sempat merasa cemas menjelang pengumuman data resmi dari BPS. Namun, setelah angka pertumbuhan diumumkan lebih tinggi dari perkiraan, ketegangan tersebut berubah menjadi rasa syukur. Purbaya menilai pencapaian ini merupakan momentum penting untuk memperkuat optimisme pasar serta menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Baca Juga:
  • Said Iqbal Kritik Pengusaha yang Protes Kenaikan UMP 6,5%
  • Wacana Zakat Biayai Program MBG, DPR: Tetap Utamakan APBN
  • Bahlil Sebut Legalitas Hanya untuk Sumur Minyak Rakyat yang Sudah Jalan
  • 9,3 Ton Tuna Asal Padang Diekspor ke Uni Emirat Arab

“Kabar gembira ternyata, jadi kalau target tercapai santailah, saya nggak stres lagi,” katanya.

Berdasarkan laporan BPS, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini ditopang oleh meningkatnya belanja pemerintah dan penguatan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan sumbangan mencapai 54,36 persen. Meski demikian, sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi pemerintah.

Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti menjelaskan bahwa konsumsi pemerintah tumbuh signifikan hingga 21,81 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut dipengaruhi oleh realisasi pembayaran gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR), peningkatan belanja barang dan jasa, serta berbagai program bantuan sosial yang digulirkan pemerintah.

“Komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi konsumsi pemerintah 21,81 persen karena realisasi gaji ke-14 atau THR, belanja barang, dan jasa yang diserahkan ke masyarakat,” ujar Amalia.

Artikel Terkait:
  • Indef Minta Indonesia Abaikan Tekanan AS soal Sertifikasi Halal
  • Pangkas TKD Rp227 T, Menkeu Minta Pemda Berbenah
  • Wakil Ketua DPR: Larangan Pengecer Jual LPG 3 Kg Bukan dari Prabowo
  • PPN Indonesia Tertinggi di ASEAN, Kenaikan Gaji Tertinggal dari Malaysia

Ia menambahkan, sejumlah program prioritas pemerintah ikut mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di berbagai daerah. Program tersebut dinilai meningkatkan perputaran ekonomi di sektor pangan, distribusi, hingga usaha mikro lokal.

Pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen ini juga dipandang sebagai sinyal positif bagi dunia usaha. Sejumlah ekonom menilai peningkatan konsumsi dan investasi dapat menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi hingga akhir tahun. Namun demikian, tantangan eksternal seperti perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas masih perlu diwaspadai pemerintah.

Selain itu, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi juga dinilai sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan konsistensi belanja negara. Pemerintah diharapkan mampu menjaga momentum ini dengan memperkuat sektor produktif, memperluas lapangan kerja, serta menjaga inflasi tetap terkendali.

Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada awal 2026 menjadi catatan penting bagi pemerintah sekaligus memberi optimisme baru bagi pelaku usaha dan masyarakat. Angka tersebut dianggap sebagai tanda bahwa ekonomi Indonesia mulai bergerak lebih cepat setelah lama tertahan di level pertumbuhan moderat.

Jangan Lewatkan:
  • Gelombang Penolakan PPN 12% Merebak di Tengah Sulitnya Ekonomi
  • Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam
  • Daya Saing Indonesia Merosot 13 Peringkat, Efisiensi Pemerintah Jadi Sorotan
  • BPDP Siap Dampingi UKMK Sawit Tembus Pasar Ekspor

BPS Ekonomi Indonesia 2026 Konsumsi Pemerintah Pertumbuhan Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleUsai Insiden Bekasi, Argo Bromo Anggrek Berganti Nama
Next Article ASN Tasikmalaya Naik Kuda Saat Hari Bebas BBM

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

MBG dan Risiko Cobra Effect

Editorial Udex Mundzir

Lebih Berat dari Zina, Inilah Beberapa Larangan Keras Berghibah!

Islami Alfi Salamah

Tips Temukan Passion dan Bakat ala Remaja Masa Kini

Opini Alfi Salamah

Hakim Bisa Dibeli? Ini Darurat!

Editorial Udex Mundzir

8 Manfaat Berhenti Konsumsi Gula bagi Kesehatan

Daily Tips Assyifa
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Guru Dapat Tanggung Jawab Baru dalam Program MBG Nasional

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi