Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Gempa kembar magnitudo 7,2 dan 7,5 memicu kerusakan luas, korban jiwa, dan operasi penyelamatan besar-besaran di Venezuela.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati25 Juni 2026 Global
Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan
Ilustrasi Gempa magnitudo 7,2 melanda Venezuela (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Caracas – Dalam hitungan 39 detik, dua gempa bumi berkekuatan besar mengubah suasana tenang di Venezuela menjadi kepanikan. Gedung-gedung berguncang hebat, sebagian ambruk, sementara ribuan warga berlarian ke jalan untuk menghindari reruntuhan. Di berbagai sudut ibu kota Caracas dan wilayah pesisir, sirene ambulans serta tim penyelamat terdengar bersahut-sahutan di tengah puing bangunan.

Venezuela diguncang dua gempa bumi beruntun berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama terjadi sekitar 21 kilometer di barat kota pesisir Morón, sekitar 160 kilometer dari Caracas. Hanya berselang 39 detik, gempa kedua yang lebih kuat mengguncang kawasan tersebut. USGS mengategorikan peristiwa langka itu sebagai gempa kembar (seismic doublet), yakni dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan.

Guncangan hebat menyebabkan kerusakan luas di Caracas, La Guaira, serta sejumlah negara bagian di pesisir utara Venezuela. Apartemen, hotel, gedung perkantoran, hingga fasilitas publik dilaporkan roboh atau mengalami kerusakan berat. Bandara Internasional Simón Bolívar ditutup karena mengalami kerusakan, sementara layanan kereta dan metro dihentikan untuk pemeriksaan keselamatan.

Pemerintah Venezuela menetapkan keadaan darurat nasional dan mengerahkan ribuan personel penyelamat ke lokasi terdampak. Rumah sakit diminta meningkatkan kapasitas pelayanan untuk menangani lonjakan korban luka. Sekolah di berbagai daerah juga diliburkan sementara agar proses evakuasi dan pemeriksaan bangunan dapat dilakukan dengan aman.

Korban jiwa terus bertambah seiring berlangsungnya proses pencarian. Laporan awal menyebut sedikitnya 32 orang meninggal dan lebih dari 700 orang terluka. Namun pemerintah kemudian memperbarui data dengan mencatat sedikitnya 164 korban meninggal dan 971 orang mengalami luka-luka. Di sisi lain, ribuan warga dilaporkan masih belum dapat dihubungi sehingga angka korban diperkirakan masih dapat meningkat.

Baca Juga:
  • Prabowo dan Raja Abdullah Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis
  • Guncangan Dahsyat M7,0 di Taiwan Terasa hingga Taipei
  • Direktur RS Indonesia Gugur di Gaza, DPR Desak Antisipasi Serangan Serupa
  • Serangan Rusia di Kyiv Mencapai Tingkat Eskalasi Mengerikan

Di sejumlah lokasi, tim SAR berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Warga ikut membantu proses evakuasi dengan peralatan seadanya sebelum alat berat tiba. Rekaman video yang beredar memperlihatkan bangunan bertingkat runtuh, jalan dipenuhi puing, serta keluarga korban yang menunggu kabar anggota keluarganya di sekitar lokasi bencana.

“Puluhan bangunan telah runtuh dan kami sedang melakukan upaya penyelamatan yang sangat intensif untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa yang masih bisa diselamatkan,” kata Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah di Caracas, Rabu malam (24/6/26). Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta memastikan seluruh sumber daya negara difokuskan pada operasi penyelamatan.

USGS memperingatkan dampak bencana ini berpotensi lebih besar dibanding data awal. Berdasarkan pemodelan yang mempertimbangkan kepadatan penduduk dan kualitas bangunan di wilayah terdampak, lembaga tersebut menilai korban jiwa dapat bertambah signifikan apabila seluruh bangunan yang rusak selesai diperiksa. Gempa magnitudo 7,5 ini juga disebut sebagai yang terbesar yang melanda Venezuela atau wilayah lepas pantainya sejak tahun 1900.

Selain menelan korban jiwa, gempa turut mengganggu aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik dan gangguan komunikasi. Meski demikian, fasilitas industri minyak yang menjadi tulang punggung ekonomi Venezuela dilaporkan tidak mengalami kerusakan besar, meskipun gangguan pasokan listrik dikhawatirkan dapat memengaruhi produksi dalam beberapa hari ke depan.

Artikel Terkait:
  • Ke Mana Pangeran Harry, Kok Tak Terlihat di Balkon Istana?
  • ASEAN Sepakati 8 Poin Deklarasi Kuala Lumpur di KTT ke-46
  • Trump Resmikan Fase Dua Kesepakatan Gencatan Gaza
  • China Terbitkan Visa ASEAN, Izin Tinggal 180 Hari Berlaku 5 Tahun

Respons internasional mulai berdatangan tidak lama setelah bencana terjadi. Amerika Serikat, Spanyol, Brasil, Prancis, dan sejumlah negara lain menyatakan kesiapan mengirim bantuan kemanusiaan, tim penyelamat, serta tenaga medis. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pencarian korban dan pemulihan wilayah terdampak.

Bagi Indonesia, Kementerian Luar Negeri memastikan seluruh warga negara Indonesia yang terdata berada di Venezuela dalam kondisi aman. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Caracas terus memantau perkembangan situasi serta mengimbau WNI agar mengikuti arahan otoritas setempat, terutama terkait potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi.

Gempa kembar yang mengguncang Venezuela menjadi pengingat bahwa kawasan pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan menyimpan potensi aktivitas seismik tinggi. Bencana ini bukan hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menguji kesiapsiagaan pemerintah, ketangguhan masyarakat, dan pentingnya sistem mitigasi bencana. Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, harapan terbesar kini tertuju pada ditemukannya lebih banyak penyintas di balik reruntuhan.

Jangan Lewatkan:
  • Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam
  • Enam Negara Putuskan Idulfitri Jatuh pada 31 Maret 2025
  • Pesan Prabowo di Universitas Al-Azhar: Belajar dan Jaga Nilai Islam Damai
  • Gua Abu Al Waul Menjadi Potensi Wisata Geologi Saudi

Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas
Next Article Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Informasi lainnya

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Perspektif Udex Mundzir

Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam

Islami Alfi Salamah

Ribuan Jamaah Haji Terjangkit ISPA, KKHI Mendorong Kepatuhan Prokes

Islami Alfi Salamah

Elon Musk Cetak Sejarah, Kekayaan Tembus Rp 7.000 Triliun

Profil Silva

1 Agustus, Hari Scarf Pramuka Se-Dunia: Ayo Tunjukkan Scarf-mu

Daily Tips Lina Marlina
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

BNPB Tolak Bantuan Asing, Penanganan Karhutla Dianggap Masih Terkendali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi