Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

War Ticket: Ilusi Akses Setara

Pangkas Antrean Haji, Pemerintah Siapkan Skema War Ticket

Dinding Biru Pompeii, Simbol Kekayaan Romawi Kuno

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 13 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI

Fenomena Blood Moon dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia dengan durasi total lebih dari lima jam.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati3 Maret 2026 Saintek
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI
Jenis gerhana bulan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Langit malam Indonesia bersiap menampilkan “panggung kosmik” yang jarang tersaji. Pada Selasa (03/03/2026), masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air dapat menyaksikan gerhana bulan total yang menghadirkan pemandangan Bulan berwarna merah tembaga, fenomena yang populer disebut sebagai Blood Moon.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa astronomi ini akan berlangsung selama kurang lebih 5 jam 39 menit. Fase totalitas ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti atau umbra Bumi diperkirakan terjadi selama 58 menit 19 detik. Puncak gerhana di Indonesia tercatat pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

Peristiwa ini terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus saat fase purnama, sehingga cahaya Matahari terhalang Bumi dan menciptakan bayangan yang menutupi Bulan.

“Gerhana bulan total terjadi akibat dinamika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang sejajar. Saat Bulan memasuki umbra Bumi, permukaannya akan tampak kemerahan,” ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, Selasa (03/03/2026).

Baca Juga:
  • Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia
  • Waspada Banjir Rob! Gerhana Matahari Akan Terjadi 29 Maret 2025
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024
  • Indonesia Jadi Acuan Global South Batasi Medsos Anak

Ia menjelaskan, warna merah yang muncul bukanlah perubahan fisik pada Bulan, melainkan efek hamburan cahaya di atmosfer Bumi. Fenomena ini dikenal sebagai hamburan Rayleigh, di mana cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru lebih banyak tersebar, sementara warna merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan. Efek serupa juga terlihat saat matahari terbit atau terbenam.

BMKG merinci tahapan gerhana dimulai dari fase penumbra, gerhana sebagian, hingga totalitas, sebelum kembali ke fase sebagian dan penumbra. Masyarakat dapat mengamati seluruh proses tersebut tanpa alat bantu khusus karena gerhana bulan aman dilihat dengan mata telanjang. Namun, penggunaan teropong atau teleskop akan membantu memperjelas detail permukaan Bulan selama fase totalitas.

Fenomena ini menjadi satu dari empat gerhana yang diprediksi terjadi sepanjang 2026. Meski demikian, hanya gerhana bulan total 3 Maret 2026 yang dapat diamati secara menyeluruh dari Indonesia. Kesempatan berikutnya untuk menyaksikan gerhana bulan total baru akan hadir pada akhir 2028, menjadikan momen ini cukup langka bagi pengamat langit.

Secara global, gerhana ini dapat disaksikan di berbagai kawasan seperti Asia Timur, Australia, wilayah Pasifik, hingga sebagian Amerika. Di Indonesia sendiri, wilayah timur seperti Papua dan Maluku disebut memiliki peluang pengamatan terbaik karena posisi Bulan sudah cukup tinggi di langit saat fase totalitas berlangsung. Lokasi terbuka dengan minim polusi cahaya seperti pantai, perbukitan, atau lapangan luas sangat direkomendasikan agar pandangan tidak terhalang.

Artikel Terkait:
  • Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus
  • Robot Humanoid Beratribut Polisi Hadir di Gladi HUT Bhayangkara
  • PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting
  • Gerhana Matahari Total 2027 Tak Akan Terlihat di Indonesia

Selain menjadi tontonan publik, gerhana bulan total juga dimanfaatkan untuk kepentingan ilmiah. Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) dijadwalkan melakukan pengamatan dan pengumpulan data guna mendukung riset astronomi. Meski tidak dibuka secara langsung untuk umum, masyarakat dapat mengikuti siaran langsung melalui kanal resmi yang disediakan lembaga tersebut.

Dengan cuaca cerah sebagai kunci utama, gerhana bulan total 3 Maret 2026 diharapkan menjadi momen edukatif sekaligus pengalaman visual yang memikat. Fenomena ini tidak hanya mengingatkan manusia pada keteraturan semesta, tetapi juga memperlihatkan betapa harmonisnya pergerakan benda-benda langit dalam sistem tata surya.

Jangan Lewatkan:
  • Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026
  • Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan
  • Ilmuwan Italia Berhasil Ubah Cahaya Menjadi Materi Padat
  • Belerang Murni di Mars: Temuan Mengejutkan Curiosity
Astronomi Indonesia Blood Moon 2026 BMKG Fenomena Langit Gerhana Bulan Total
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTry Sutrisno Wafat, Bangsa Kehilangan Putra Terbaik
Next Article 5 Amalan Utama Ketika Gerhana Bulan Terjadi

Informasi lainnya

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026

Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

11 April 2026

Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir

10 April 2026

Gempa Susulan 5,2 Guncang Bitung, Total 484 Kali

3 April 2026

Indonesia Jadi Acuan Global South Batasi Medsos Anak

3 April 2026
Paling Sering Dibaca

Dari Sel Penjara ke Ruang Sidang

Profil Lisda Lisdiawati

Harga BBM Turun, Asal Bukan Oplosan

Editorial Udex Mundzir

Nikah Anti Ribet: Cara Mudah Daftar di KUA

Lifestyles Assyifa

Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun

Islami Alfi Salamah

Ubah Lontar Jadi Pemanis Sehat: Inovasi Hebat Mahasiswa UPER!

Bisnis Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi