Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kisruh Elpiji 3 Kg, Prabowo Diminta Evaluasi Bahlil dari Kabinet

Kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menghapus pengecer elpiji 3 kg dinilai memicu kegaduhan nasional dan menimbulkan korban jiwa.
SilvaSilva5 Februari 2025 Politik
Prabowo Evaluasi Bahlil
Prabowo Evaluasi Bahlil (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadapi tekanan dari berbagai pihak untuk mengevaluasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Desakan ini muncul setelah kebijakan Bahlil yang melarang pengecer menjual elpiji subsidi (LPG 3 kg) tanpa koordinasi lebih dulu, menyebabkan kelangkaan gas di berbagai daerah dan bahkan memicu korban jiwa.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menilai kebijakan ini bukan sekadar kesalahan teknis, tetapi juga berpotensi merusak citra Prabowo di mata rakyat.

“Kalau Prabowo bermasalah dengan rakyat, maka posisi Gibran sebagai wakil presiden sangat diuntungkan. Ini adalah motif terselubung untuk mendiskreditkan Prabowo sekaligus mempromosikan Gibran,” ujar Anthony, Rabu (05/02/2025).

Ia juga menyoroti langkah cepat Prabowo yang menganulir kebijakan tersebut dan kembali mengizinkan pengecer menjual gas elpiji 3 kg.

“Apa inisiatif Bahlil sendiri? Pasti tidak mungkin. Jadi siapa mastermind yang mengatur kebijakan yang hanya berumur satu hari, lalu dibatalkan Prabowo? Patut diduga keras Jokowi,” kata Anthony.

Desakan agar Prabowo segera mencopot Bahlil dari jajaran kabinet juga disuarakan oleh berbagai kalangan. Mereka menilai bahwa kebijakan yang terburu-buru dan minim koordinasi ini menunjukkan ketidakmampuan dalam menjalankan tugasnya.

Sebelumnya, Bahlil berencana menghapus pengecer gas melon dengan alasan mengurangi kebocoran subsidi. Namun, kebijakan ini justru menyebabkan antrean panjang di pangkalan resmi dan menyulitkan masyarakat kecil, terutama buruh, pedagang kecil, dan pelaku UMKM yang sangat bergantung pada LPG 3 kg untuk aktivitas sehari-hari.

Yonih (62), warga Pamulang, Tangerang Selatan, bahkan dilaporkan meninggal dunia setelah kelelahan mengantre gas elpiji pada Senin (03/02/2025). Insiden ini semakin memperkeruh situasi dan menambah tekanan terhadap Bahlil.

Menanggapi kekacauan yang terjadi, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa kebijakan ini bukan keputusan Presiden Prabowo.

“Sebenarnya ini bukan kebijakan Presiden. Tapi melihat situasi dan kondisi, tadi Presiden turun tangan untuk menginstruksikan agar para pengecer bisa kembali beroperasi,” ujar Dasco, Selasa (04/02/2025).

Setelah mendapat banyak kecaman, Bahlil akhirnya mengakui kesalahan dan menyatakan siap bertanggung jawab atas kebijakan yang telah ia buat.

“Sudahlah, kesalahan itu tidak usah disampaikan ke siapa-siapa. Kami, Kementerian ESDM, yang harus mengambil alih tanggung jawab,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan.

Namun, meski telah meminta maaf, Bahlil tetap mencoba membela diri dengan menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2023. Menurutnya, BPK menemukan adanya penyalahgunaan dalam distribusi LPG 3 kg oleh oknum pengecer.

Dengan semakin besarnya desakan publik dan kegaduhan yang ditimbulkan, kini bola ada di tangan Prabowo. Apakah Presiden akan bertindak tegas terhadap Bahlil dan menteri lainnya yang dinilai tidak becus dalam menjalankan tugasnya?

Bahlil Lahadalia Kabinet Prabowo LPG 3 Kg Politik Indonesia Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePagar Laut: Bukti Negara Tak Berdaya
Next Article Kegaduhan yang Disengaja

Informasi lainnya

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

31 Januari 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026

Bupati Aceh Utara Pertanyakan Absennya Presiden Saat Banjir

30 Desember 2025

Prabowo Nilai Anggaran Pemulihan Sumatera Realistis dan Terukur

8 Desember 2025

MPR Soroti Bencana Sumatera sebagai Sinyal Kuat Krisis Iklim Nasional

30 November 2025
Paling Sering Dibaca

Politik Warisan yang Membelit

Editorial Udex Mundzir

Prabowo Akan Kehilangan Kesempatan Emas

Editorial Udex Mundzir

Ketika Dilempari Batu, Bangunlah Istana: Pelajaran Bijak Menghadapi Kritik

Opini Udex Mundzir

Rombak Kabinet, Reformasi Aparat

Editorial Udex Mundzir

Hati-Hati dengan Doa Keburukan

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.