Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang

Pertamina targetkan penguatan energi rendah karbon dengan ekspansi proyek bioavtur berbasis minyak jelantah.
ErickaEricka28 Mei 2025 Lingkungan
PT Pertamina (Persero)
PT Pertamina (Persero) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), berkomitmen memperluas proyek pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO). Setelah sukses dikembangkan di Kilang Cilacap, proyek yang dikenal dengan nama USAF (UCO to SAF) ini kini diarahkan ke Kilang Dumai dan Kilang Balongan sebagai bagian dari upaya memperkuat energi hijau nasional.

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman menyampaikan bahwa pengembangan USAF merupakan kontribusi nyata Pertamina dalam transisi energi. Ia menjelaskan, proyek ini didukung oleh Peraturan Menteri ESDM No. 4 Tahun 2025 dan sejalan dengan roadmap Kemenko Marves yang mempercepat target implementasi SAF dari tahun 2027 ke 2026.

“Project USAF ini adalah bukti nyata bahwa kami berkomitmen untuk tidak hanya menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga mengembangkan portofolio energi rendah karbon yang berkelanjutan,” ujar Taufik, Rabu (28/5/2025).

Produksi bioavtur berbahan minyak nabati sebenarnya telah dimulai sejak 2020 di Kilang Cilacap, menghasilkan produk Bioavtur J2.4 dari Palm Kernel Oil. Produk tersebut telah digunakan dalam dua uji coba penerbangan, yakni pesawat CN-235 dan rute komersial Garuda Indonesia Jakarta–Solo.

Taufik menambahkan bahwa proyek USAF telah masuk tahap komersialisasi sejak 2024 dan kini memasuki fase perluasan produksi. Kilang Dumai dan Kilang Balongan disiapkan untuk meningkatkan kapasitas serta memulai trial produksi skala besar. Pertamina juga merencanakan pengoperasian Green Refinery Project di Cilacap pada 2028 dengan kapasitas 6 MBSD untuk mengolah UCO dan POME.

Plt. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengungkapkan pihaknya telah memasang alat pengumpul minyak jelantah di sepuluh SPBU di Jakarta. Hingga kini, lebih dari 6.000 orang secara sukarela menyetorkan minyak jelantah sebagai bahan baku USAF.

“Alat ini masih dalam tahap piloting, tapi respons masyarakat sangat positif. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan proyek ini,” kata Mars Ega.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyebut USAF sebagai prestasi yang menandai kesiapan Pertamina dalam menjawab tantangan global terkait energi bersih. Ia mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama agar inisiatif ini benar-benar memberi dampak bagi ketahanan energi dan lingkungan.

“Project USAF adalah jawaban dari tantangan global untuk menjamin ketahanan energi, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan lingkungan secara bersamaan,” tegas Simon.

Bioavtur Energi Hijau Kilang Balongan Kilang Dumai Minyak jelantah Pertamina USAF
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPR Janji RUU Aset Dibahas Setelah KUHAP Rampung
Next Article Tradisi Sedekah Bumi Ponoragan Teguhkan Identitas Budaya

Informasi lainnya

BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April

14 Maret 2026

Sampah Jadi Energi, Empat Proyek PSEL Dimulai Juni

13 Maret 2026

Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan

10 Maret 2026

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

15 Februari 2026

Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis

15 Februari 2026

Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter

17 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Hidup dari Dividen Saham? Ini Modal yang Kamu Butuhkan!

Bisnis Ericka

Vitamin Syukur

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Diam dalam Islam, Keutamaan yang Sering Terlupakan

Islami Alfi Salamah

Lulusan Gen Z Banyak Dipecat? Kenali Masalah dan Solusinya

Happy Udex Mundzir

Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi