Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Biru Fund dan Masa Depan Tambak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 11 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Dari masa purba, kehidupan terus berevolusi tanpa henti.
Alfi SalamahAlfi Salamah11 April 2026 Saintek
Ilustrasi fosil burung purba kecil hidup bersama dinosaurus
Ilustrasi fosil burung purba kecil hidup bersama dinosaurus
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jejak purba membawa kita pada sebuah penemuan luar biasa tentang asal-usul burung modern. Di tengah kisah dinosaurus yang mendominasi bumi, ternyata sudah ada makhluk kecil yang menjadi cikal bakal burung masa kini. Penemuan ini membuka kembali lembaran sejarah evolusi yang selama ini masih misterius.

Segalanya bermula dari temuan tak sengaja pada tahun 2000. Sebuah fosil kecil ditemukan di perbatasan Belgia dan Belanda. Meski ukurannya hanya sebesar tumpukan kartu, fosil tersebut menyimpan tengkorak burung purba yang sangat terawat. Dari sinilah para ilmuwan mengenali spesies yang kemudian dijuluki “wonderchicken”.

Spesies ini bernama Asteriornis maastrichtensis, hidup sekitar 66,7 juta tahun lalu. Waktu itu, bumi masih dihuni dinosaurus seperti Tyrannosaurus rex dan Triceratops. Artinya, burung ini benar-benar hidup berdampingan dengan makhluk raksasa tersebut, hanya beberapa ratus ribu tahun sebelum kepunahan massal terjadi.

Penemuan ini menjadi sangat penting karena memberikan gambaran paling jelas tentang burung modern awal. Sebelumnya, fosil burung dari periode Kapur umumnya tidak lengkap. Namun, fosil ini memperlihatkan struktur tengkorak yang utuh, sehingga membantu ilmuwan memahami evolusi burung secara lebih detail.

Baca Juga:
  • Celios: AI Dongkrak Ekonomi RI, 97 Juta Pekerjaan Baru Menanti
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?
  • Kemenkes Tegaskan ChatGPT Tak Bisa Gantikan Diagnosis Dokter
  • Resonansi Orbit dan Gerhana Total

Secara bentuk, wonderchicken memiliki karakter unik. Tubuhnya kecil dengan kaki panjang, mirip burung pantai. Ia diduga mampu terbang dan hidup di wilayah pesisir dengan iklim hangat. Lingkungan tempat hidupnya saat itu diperkirakan menyerupai gugusan pulau tropis seperti Bahama.

Yang paling menarik adalah bentuk tengkoraknya. Struktur tersebut menunjukkan perpaduan ciri antara bebek dan ayam. Hal ini menandakan bahwa Asteriornis merupakan nenek moyang awal dari dua kelompok burung modern besar, yaitu Anseriformes dan Galliformes.

Penemuan ini menjadi bukti nyata bahwa nenek moyang kedua kelompok tersebut memang sudah ada sejak zaman dinosaurus. Sebelumnya, hal ini hanya diduga berdasarkan analisis evolusi, tanpa bukti fosil yang jelas.

Selain itu, burung ini diperkirakan memiliki kemampuan bertahan hidup yang baik. Ukurannya kecil, mampu berkembang biak dengan cepat, dan bisa terbang. Faktor-faktor ini kemungkinan besar membantu keturunannya bertahan dari peristiwa kepunahan besar akibat asteroid.

Artikel Terkait:
  • Ilmuwan Italia Berhasil Ubah Cahaya Menjadi Materi Padat
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?
  • PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli

Pada masa itu, banyak jenis burung purba lain hidup bersama dinosaurus. Namun sebagian besar berasal dari kelompok yang memiliki gigi dan akhirnya punah. Hanya kelompok tertentu yang dikenal sebagai Neornithes yang berhasil bertahan dan menjadi nenek moyang semua burung modern saat ini.

Penemuan wonderchicken juga memberi harapan baru bagi dunia paleontologi. Fosil ini membuktikan bahwa masih ada kemungkinan menemukan bukti lain yang lebih lengkap dari masa sebelum kepunahan dinosaurus.

Lebih dari sekadar fosil, Asteriornis adalah potongan penting dalam puzzle evolusi. Ia menunjukkan bahwa burung modern bukan muncul tiba-tiba setelah dinosaurus punah, melainkan sudah berkembang jauh sebelumnya.

Kisah ini mengingatkan bahwa kehidupan di bumi selalu beradaptasi. Dari makhluk kecil di zaman dinosaurus, lahirlah keragaman burung yang kita lihat hari ini. Evolusi terus berjalan, membawa cerita yang tak pernah selesai untuk dipelajari.

Jangan Lewatkan:
  • Fenomena Sturgeon Moon Hiasi Langit Agustus
  • Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?
  • Ahli ITB Pastikan Pertamax Bukan Penyebab Kerusakan Mesin
  • Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia
Evolusi Burung Fosil Purba Paleontologi Sains Modern Zaman Dinosaurus
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBiru Fund dan Masa Depan Tambak
Next Article Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

Informasi lainnya

Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

11 April 2026

Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir

10 April 2026

Indonesia Jadi Acuan Global South Batasi Medsos Anak

3 April 2026

Google Tolak Aturan Blokir Akun Anak di Indonesia

2 April 2026

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026

1 April 2026

Resonansi Orbit dan Gerhana Total

3 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Aurat dalam Islam dan Sikap terhadap Orang yang Tidak Menutup Aurat

Islami Udex Mundzir

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Editorial Lisda Lisdiawati

Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik

Opini Udex Mundzir

Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan

Islami Lina Marlina

5 Cara Atasi Overthinking

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi